Update Blog bulan Agustus

Setiap kali menulis satu postingan blog, seringnya aku membahas kenapa aku memilih judul postingan itu. Samalah kaya hari ini aku pun mau bahas judulnya, kenapa begitu. Sebab nggak bisa janji bisa update setiap bulan lebih dari satu kali. Bahkan nggak bisa janji setiap bulan bisa update.

Udah ya bahas judulnya.

Sebenarnya nggak tau sih mau cerita apa. Mau cerita apa ya? Pertama mau cerita kalau di facebook sekarang makin nggak sehat isi timelineku. Iya timelinke. Soalnya isi timeline tergantung pada siapa aja yang di’friend” herannya mulai dari teman blogger, teman kampus, teman SMA, teman SMP ada aja yang pikirannya negatif terus. Ngedumel terus, padahal katanya selalu merasa bersyukur kepada Tuhan. Trus kalau ngedumel itu namanya apa ya kalau bukan “nggak bersyukur”. Entahlah wonder woman lelah memikirkan ini. Sempat mau deactivate gitu kan account facebook-nya trus baru sehari udah ditanya-tanyain kenapa, lagi marah sama siapa, ada yang hack atau gimana? Makin lelah hidup ini, bang. Jadi akhirnya siapa yang lewat di timeline dan nulis aneh-aneh norak plus suuzhon langsung aja unfriend. Selo hidup ini, kawan.

Kedua, mau cerita betapa setelah hidup di Medan 9 bulan (harusnya udah lahiran ini) akhirnya berat badanku naik 2kg eh jangan-jangan 3kg ini pipi udah kaya bakpao tapi kalo kata abang kacamata gak papa tetep kurus. Aku nggak pernah percaya dengan kata-kata manis semacam ini, Bang! (banting coklat silver kuin). Gimana nggak nambah itu berat badan, tiap hari kakakku masak, masaknya ikan disambel, ikan dipepes, ayam semur, sayur-sayuran, trus kak Ely yang tukang nasi urap tiap hari lewat menggoda imanku, ya nggak heranlah kalo aku jadi endut. Plus nggak lari-lari selama 1,5 bulan dan tiba-tiba kena marah sama abangku katanya udah nggak boleh lagi lari jarak jauh sekarang harus ganti olahraga. Oke, tennis ya bang? :p

Sebenarnya aku mau cerita tentang yang lain juga tapi nggak berani ah ntar ada yang baca. Biasanya dia suka banget bacain postinganku, kalau istilah anak-anak sekarang stalking gitu (ditokok). Kadang-kadang suka heran juga kenapa hobi banget bacain postinganku, ngefans yaaaa? *Uhuk*

Cerita tentang teman-teman di Medan ini mungkin malah bisa dibikin beberapa postingan karena teman-temanku lumayan banyak. Tapi ternyata dalam hidup ini sulit mencari teman selamanya. Pas masa SMP dulu udah janji akan jadi best friend forever eh nggak taunya berantem trus SMA pun udah nggak temenan. Ada lagi ketemu teman pas SMA kayanya udah soulmate banget deh, ternyata pas ada cowo cakep di kelas sebelah ketauan dia juga naksir, udah deh berantem. Jadi sebenarnya nggak ada sih yang sejati (selain Allah SWT) termasuk cinta. Soalnya ingat banget dulu pernah bilang kalau aku cinta banget sama abang yang itu, tiba-tiba wushhhh dalam beberapa detik saja perasaan itu hilang cuma gara-gara ilfeel, padahal udah bertahun-tahun yang katanya cinta nggak bisa move on. Udah ya bang terima aja kenyataan ini kalau aku nggak cinta lagi. Toh abang bahagia juga kan?

Bicara soal kebahagiaan, memang itu semua nggak tergantung dari orang lain sih sebab apa yang kita miliki itu sebenarnya bukan milik kita maksudku individu bukan benda. Contohnya aku bahagia banget punya ibu dan bapak, ternyata suatu hari mereka berdua diambil Sang Pencipta, aku nangis bertahun-tahun merasa rindu, merasa kehilangan tapi mereka nggak kembali juga. Trus aku sekarang punya anak, suatu hari dia juga akan punya kehidupan sendiri. Jadi apakah aku juga akan menangis bertahun-tahun kehilangan dia? Nggak.

Kebahagiaan itu ada dalam diri kita sendiri dan orang lain juga nggak perlu tau kita bahagia atau nggak. Soalnya mereka juga nggak peduli kok.

Selamat hari Rabuuuuu.

 

 

 

 

 

Back to Jakarta?

It’s absolutely a big NO.

Tapi “sesuatu” ini begitu menghantuiku beberapa minggu belakangan. Sejak memutuskan pindah kerja, aku berbahagia karena bisa pulang ke Medan, dekat dengan keluarga, bisa ketemu teman-teman SMP, bisa makan lupis dan cenil medan. Pokoknya hepi banget walopun baru habis sakit.

Tapi sebenarnya tawaran pertama di perusahaan ini buat lokasi nasional yaitu Jakarta, dengan segala bujuk rayu aku berhasil menciptakan kebutuhan untuk penempatan di Medan. Dan sekarang beberapa orang sedang berusaha mengembalikanku untuk posisi Nasional ini. *Nangis bombay*

Dimana aku udah settle rumahku, mobilku, supirku (walopun baru ganti), dan segala perencanaan masa depan yang ceria bersama Enrico (dan abang itu, eh abang yang mana Jul?).

When it feel so down i just need some papers and a pen with music to grab all beautiful words around my head.

Let me sleep and hope tomorrow will be better.

 

Kangen Nulis

Selesai bantuin keponakanku belajar matematika buat UAS besok, aku buka laptop buat ganti password login ke account perusahaan dan karena hari ini nggak ada Purchase Order yang masuk jadilah iseng buka facebook. Tiba-tiba si mba Susi (bukan menteri) ngirim inbox undangan maen-maen ke blog beliau.

Dan ternyata ya dari undangan mba Susi tiba-tiba aku jadi kangen nulis. Tadi sih nggak kepikiran mau nulis apa trus mba Susi bilang nulis aja gih kan nanti ngalir sendiri. Iya sih kalau nggak dicoba ya nggak akan nulis-nulis mana pula ini udah akhir 2016 dan aku nggak punya resolusi yang mau direview.

Setelah sekian lama nggak nulis ala blogger (gak berbayar), ternyata banyak hal dan cerita yang memang nggak pernah aku bagi lagi di blog ini termasuk kepindahanku untuk menetap di Medan.

Iya aku udah balik ke Medan lho tepatnya 12 hari dan dalam waktu singkat aku udah mengelilingi kota Medan walaupun belum semuanya plus udah dapat 5 customer baru (ini yang penting). Tapi sayang sekali sodara-sodara sampai hari ini aku belum pernah lari baik itu lari pagi atau lari sore karena:

  1. Nggak ada yang nemenin aku kan penakut!
  2. Masih survey mau lari di Merdeka Walk atau di depan komplek?

Semoga hari Sabtu ini aku jadi beneran lari badan udah beratnya kaya apa. Di rumah kakakku ini (oh iya lupa bilang kalo aku masih nebeng di rumah kakak karena rumahku masih ada yang ngontrak hihi) ada timbangan badan otomatis bisa ngecek dan ternyata berat badanku ketika sampai di Medan itu 51 kg oh mai gaaaad dan sekarang udah berkurang sekilo walaupun makan mulu tapi capek gitu ya karena gak ada mpok Ida (ini apa sih?).

Oh iya selama di Medan ini aku baru ketemuan sama teman-teman sejawat apoteker aja nih yang lain belum ada. Mungkin pengaruh usia ya? Ehhhh.

Medan itu identik dengan kulinernya yang enak banget bahkan mantan bosku mengakui bahwa kulinar paling enak di Indonesia itu ya di Medan. Tapi ini sungguh cobaan buat aku yang sedang diet herannya aku tahan udah 12 hari di Medan tapi belum pernah makan lontong sayur. Ini agak di luar kebiasaan.

Oh iya ngomong-ngomong mantan bos, aku udah resign dari kerjaan lama lho makanya aku pindah ke Medan karena aku join ke perusahaan baru. Nggak usah dibahaslah ya ke perusahaan mana nanti dikepoin pulak ya kan yang penting gaji gede komisi jalan terus aamiin.

Setelah sampai di akhir paragraf trus bacain tulisanku di atas berasa kaya curhatan abege gitu nggak sih?

 

*ditulis dengan leptop kantor di atas kasur yang pake seprei ben 10 sambil dasteran doraemon tapi sayang kopinya mana????

 

 

Bicara Varises

Postingan ini terinspirasi dari hasil lari-lari sore sambil ngeliatin cewe-cewe yang pake celana gemes tapi kelihatan varises dan selulitnya :p.

Mungkin banyak orang yang tau varises secara umum saja. Biasanya varises ini tumbuh di area belakang lutut tapi mungkin tidak banyak yang tahu apa penyebabnya dan bagaimana mengatasi atau mengurangi keluhan varises. Bahkan mungkin kadang-kadang karena tidak paham bisa jadi salah dalam penatalaksanaannya.

Mari kita mengenal arti Varises itu sendiri. *lipat tangan di meja, lihat ke depan, jangan ketawa ya!*

Apa itu Varises

Varises (Varicose Vein) berasal dari bahasa Latin “Varix” yang artinya memutar. Varises adalah suatu kondisi yang diakibatkan oleh dilatasi (pelebaran) dari vena superfisial. Biasanya banyak terjadi pada wanita di usia lanjut. Varises pada umumnya bukan merupakan kondisi yang serius dan hanya menimbulkan gangguan dalam penampilan saja (terutama kaya tadi itu misalnya pakai celana gemes). Namun adakalanya varises merupakan pertanda adanya gangguan sistem sirkulasi darah dan kondsi ini dapat menimbulkan komplikasi lainnya.

Faktor Penyebab Timbulnya Varises

Sebenarnya apa sih yang menyebabkan timbulnya varises pada penampilan kita?

Secara normal pembuluh darah vena harus bekerja melawan gaya gravitasi untuk mengembalikan darah ke jantung. Jika pembuluh darah vena berkurang elastisitasnya dan mengalami pelemahan maka kerja vena tidak sebagaimana mestinya sehingga terjadi penumpukan pada pembuluh darah vena. Ada banyak faktor penyebabnya antara lain kelebihan berat badan (overweight dan termasuk obesitas),  adanya trauma atau kerusakan pada katup vena, bahkan kebiasaan menumpangkan kaki saat duduk juga bisa menyebabkan timbulnya varises.

Keluhan dan Gejala

Penderita varises biasanya datang dengan keluhan nyeri dan berat pada tungkai terutama sehabis berdiri atau duduk dalam waktu yang lama.

Varieses

Komplikasi dan Penatalaksanaan Varises

Gejala varises mungkin berhubungan dengan penyakit lain. Berikut ini adalah komplikasi yang mungkin timbul berdasarkan keluhan dari pasien:

1. Tromboflebitis Superfisial

Biasanya pasien datang dengan keluhan nyeri setempat dan edema tungkai. Bagian yang sakit tersebut terasa lunak dan hangat, teraba vena yang keras di bawah kulit. Kemungkinan pasien mengalami Tromboflebitis Superfisial keadaan inflamasi (pembengkakan) vena yang berhubungan dengan terbentuknya trombus (pembekuan) di pembuluh darah. Jika mengalami ini dirujuk ke dokter spesialis angiologi.

2. Spider Veins

Keluhan diawali dengan terlihat banyaknya vena-vena kecil di bawah kulit seperti sarang laba-laba. Spider Veins adalah suatu kondisi yang menyerupai varises tetapi berukuran jauh lebih kecil dan jumlahnya lebih banyak. Pembuluh darah halus ini seringkali nampak merah atau kebiruan membentuk rangkaian seperti sarang laba-laba atau ranting-ranting pohon. Spider Veins biasanya terjadi pada tungkai dan adakalanya juga pada wajah.

Secara umum kondisi ini tidak terlalu serius namun akan mengurangi penampilan sehingga disarankan untuk melakukan olahraga secara teratur, mengistirahatkan tungkai dalam beberapa waktu, mengurangi berat badan jika overweight dan menghindari sepatu berhak tinggi.

3. Eksim Varikosa

Penderita merasakan kulit di atas pergelangan kakinya terasa gatal, tampak merah, bengkak dan bersisik. Eksim varikosa merupakan suatu kondisi yang pada awalnya disebabkan oleh eksim ringan pada kulit tungkai bawah dan akhirnya mengalami bengkak, kemerahan dan bersisik.

4. Lipodermatosklerosis

Suatu keadaan dimana kulit di atas pergelangan kaki pasien terasa gatal, merah, bengkak bersisik dan lebih tipis dari area lainnya. Hal ini disebabkan terjadinya pengerasan dan pengecilan pada lapisan lemak sehingga mengakibatkan bagian yang terkena cenderung menjadi cekung.

5. Ulserasi Kulit

Ada keluhan terdapat luka pada bagian pergelangan kaki yang sulit sembuh. Ulserasi kulit merupakan komplikasi varises yang paling sering terjadi ditandai adanya luka dengan dasar berwarna merah muda atau kadang mengandung nanah berwarna kekuningan. Luka yang terasa sangat nyeri dapat terjadi pada kulit di dekat area varises terutama sekitar pergelangan kaki.

Penatalaksanaan varises dan komplikasinya secara umum adalah:

  • mengistirahatkan tungkai kaki beberapa saat secara rutin. tinggikan posisi kaki sehingga lebih tinggi dari posisi jantung, sehingga arus balik peredaran darah ke jantung akan dapat diperbaiki.
  • sedapat mungkin jangan berdiri atau duduk terlalu lama, banyaklah menggerakan kaki dan jari-jari tangan atau berjalan-jalan selama 30 menit.
  • kenakan stocking khusus varises untuk mencegah melebarnya area varises namun jangan kenakan celana atau celana dalam yang terlalu ketat.
  • hindari menggunakan high heels
  • jangan duduk dengan posisi kaki menyilang karena sirkulasi darah akan semakin terganggu
  • kurangi berat badan dengan rutin berolahraga dan makan makanan yang sehat

 

daftar pustaka:

  1. mayo clinic.org
  2. MIMS Indonesia