Mempercepat Kehamilan

menjawab pertanyaan dari inge, yessi, dan yuni

Di postinganku sebelumnya dibahas tentang kontrasepsi oral untuk menunda kehamilan. namun adik-adikku ini malah ingin sekali bisa hamil, maka aku membuat posting jawaban semampuku. Mudah-mudahan bisa membantu.

Untuk bisa hamil, seorang perempuan dan pasangannya harus terlebih dahulu mengerti bagaimana proses terjadinya kehamilan (pembuahan sel telur oleh sperma).

Secara normal, seorang perempuan memiliki siklus 28 – 31 hari sejak sel telur dihasilkan oleh ovarium (rahim) dan dilepaskan (ovulasi) ke tuba falopii (tempat sel telur menunggu pembuahan).

Terlepasnya sel telur dari ovarium terjadi pada hari ke-14 dalam siklus haid normal, jadi dihitung dari sejak hari pertama haid. Saat itulah yang dinamakan masa subur. Sel telur yang sudah siap dibuahi akan menunggu selama waktu 1×24 jam (gak wajib lapor RT) untuk dibuahi oleh sperma manapun yang berhasil menembus benteng takeshi ke dalam rahim.

Untuk lebih memastikan masa subur seorang perempuan lakukanlah tes ovulasi (beli alat tesnya di apotek). Bila sudah berhasil menghitung masa subur maka coba dites kembali dengan alat tersebut dan lakukanlah hubungan seksual.

Selain faktor pengetahuan mengenai masa subur, ada baiknya diperhatikan pula supply nutrisi pada tubuh dari masing-masing pasangan. Hindari merokok, minum alkohol atau obat-obatan lain yang tidak dianjurkan oleh dokter dalam mendukung masa kehamilan. Minumlah vitamin yang dapat menambah kesuburan. Lakukan olahraga dan sedapatnya pada saat mendekati masa subur lakukan hubungan seksual setiap hari.

 

 

Advertisements

Kontrasepsi Oral

*untuk menjawab pertanyaan teman kantorku*

Tak hanya pasangan yang menikah, saat ini pasangan muda pun membutuhkan alat kontrasepsi.

Di antara begitu banyak pilihan kontrasepsi, salah satunya adalah kontrasepsi oral yang merupakan alat kontrasepsi dengan metoda hormonal. Selain dapat mencegah kehamilan, kontrasepsi oral pun memiliki manfaat untuk menyeimbangkan hormon di dalam tubuh.

Beberapa teman, saat memutuskan menggunakan metoda ini, sering menanyakan kepadaku apakah bila mereka menggunakan kontrasepsi oral (yang dalam hal ini berupa pil KB) akan mempengaruhi kesuburan mereka nantinya. Mereka takut, bila menikah dan langsung memutuskan untuk menunda kehamilan dengan pil KB akan menyebabkan mereka tidak bisa memperoleh anak.

Untuk menjawabnya kita dapat melihat mekanisme kerja dari pil kontrasepsi yang merupakan pil dengan kandungan kombinasi hormon progestin dan estrogen.

Pil kontrasepsi bekerja mencegah kehamilan dengan cara:

1. Mencegah ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium). Akibatnya sel telur tidak dapat dibuahi oleh sperma.

2. Mengentalkan lendir di leher rahim, sehingga sperma yang masuk mengalami kesulitan untuk berenang mencapai sel telur yang berada di tuba falopi.

3. Mencegah pematangan endometrium (dinding bagian dalam dari rahim). Ketika terjadi ovulasi dan pembuahan sel telur oleh sperma maka hasil pembuahan ini akan menuju dinding rahim dan menempelkan dirinya untuk selanjutnya berkembang menjadi janin. Dengan pil kontrasepsi, sel telur yang telah dibuahi tidak akan dapat tertanam di rahim.

Tiga mekanisme ini hanya terjadi apabila seorang perempuan mengkonsumsi pil kontrasepsi dengan teratur dan sesuai dosis. Ketika ia memutuskan untuk menghentikan konsumsi pil tersebut, maka hormon di dalam tubuhnya pun akan kembali normal seperti biasa dan memungkinkan untuk terjadinya kehamilan.

Ada yang kurang jelas? 😀

 

ketika sel telur dan sperma itu bertemu

posted here before

terlahirnya manusia ternyata tak sesederhana ketika kita berpikir tentang hubungan seksual seorang lelaki dan perempuan. aku tak mengistilahkan hubungan suami istri karena tak sedikit yang berhubungan ini bukanlah suami dan istri. keajaiban rahasia Sang Pencipta ketika ia mengukir ciptaanNya dalam bentuk manusia begitu mengagumkan. semuanya diatur dan dibuatNya dengan indah.

untuk terlahir sebagai manusia, dibutuhkan sebuah proses pertemuan sel telur dari seorang wanita yang tengah subur dan sel sperma dari seorang pria yang sehat pula. tentunya ada hormon-hormon pendukung yang menyebabkan seorang wanita mengalami masa subur, menstruasi dan lain-lain yang akan dibahas terpisah. dan sperma yang dihasilkan oleh seorang lelaki juga tak sesederhana bentuk alat kelamin mereka.

pertemuan sebuah sperma dengan sel telur disebutlah sebagai Pembuahan. sperma yang jumlahnya berjuta-juta itu dengan bersemangat memperebutkan seorang sel telur yang lepas malu-malu dari ovarium, lalu ketika mereka bertemu dan bersatu, sel telur yang telah dibuahi ini pun meluncur turun dari tuba falopii menuju rahim dan menempelkan dirinya di dinding rahim (endometrium). proses ini disebut implantasi.

bagian dalam sel telur yang menempel akan berkembang menjadi bayi, sementara bagian luarnya akan menjadi plasenta dan umbilical cord (tali pusar). Plasentalah yang memberi informasi tentang adanya kehamilan kepada sang ibu dengan melepaskan sebuah hormon bernama HCG (Human chorionic gonadotropin). Hormon ini bertambah jumlahnya 2 kali lipat setiap 2 hari selama 3 bulan pertama kehamilan dan setelah itu berkurang sedikit demi sedikit.

dan lalu, kita dapat mengetahui kehamilan dengan sangat dini bahkan pada hari ke-9 setelah berhubungan seksual dengan adanya hormon HCG ini. tak mahal juga untuk mencari tau tentang keberadaan hormon ini dengan alat test kehamilan biasa yang harganya tak sampai sepuluh ribu rupiah.

deteksi kehamilan sejak dini akan sangat bermanfaat untuk sang calon bayi, dan juga barangkali bermanfaat untuk yang tak ingin punya bayi???