rindu

kutuliskan di buku kimia organik

perasaan rindu yang menggelitik

Advertisements

lagu itu mengingatkanku padamu

kalo yang jaman sd sampe sma nya seangkatan aku pasti masih inget jaman sering request lagu ke radio. sampe kadang ngebela-belain gak keluar rumah buat nungguin lagu requestnya diputer.

dulu masa kecil kuhabiskan di medan, radio paling populer di sana itu namanya KISS FM, tapi bukan berarti aq suka dengerin nih radio karena isinya banyakan dialog dan kuis. buatku sih dengerin radio ya dengerin musik (lagu), plus bisa request pula. Radio favoritku jaman dulu itu adalah Radio Roris tempatnya lupa di jalan apa dan Radio Bonsita.

Yang masih kuingat dari acara di radio itu adalah Romantic Request pas malem minggu, kenapa aku begitu ingat? karena penyiarnya itu (yang namanya Said NR) satu kost an dengan mantanku :D.

Aku adalah perempuan penganut kebiasaan “tak menyukai apel malam minggu” maka pacarku tiap malam minggu memilih nemenin sang penyiar ini buat muterin request orang-orang yang dengerin radio itu. Jadilah tiap malam minggu tanpa direquest aku selalu menerima kiriman lagu romantis dari kekasih tercinta :p plus embelembel kata lebay nan mesra.

sekarang ini bisa dibilang radio semakin tak populer, bahkan aku rasanya sudah hampir setahun tak pernah mendengarkan radio kecuali tak sengaja pas nongkrong di warkop. Ketersediaan begitu banyak gadget untuk mendengarkan musik telah mematikan popularitas radio sebagai hiburan yang berfungsi interaktif.

Namun sekarang ini ada mainan baru buat penggemar radio namanya dengerin radio. Selain bisa request lagu, kita juga bisa siaran lho dari rumah yang penting ada koneksi internet.

Jadi kalo mau ikutan gabung di radio digital ini oke banget, selain bisa ndengerin musik juga bisa saling berinteraksi macam social media yang banyak menjamur sekarang itulahhhhh.

 

AP,

begitu banyak lagu yangย  mengingatkanku padamu namun yang paling kuingat adalah ketika kita pertama kali menyanyikan lagu Yesterday berdua berpelukan di bawah taburan bintang ๐Ÿ˜€

aku cinta padamu, dan kau pun tau

memeriahkan Berbagi Cinta nya idana

aku menemukannya pertama kali suatu sore ketika aku dengan sedikit tergesa mencari wadah-wadah plastik untuk menempatkan racikan krim wajah buatanku sendiri yang belakang sering diminta oleh eka. katanya sih buat dia jual ke anak-anak fkg teman kampusnya di universitas andalas.

deretan toko-toko kecil di sepanjang jalan itu, tak ada deskripsi di sisi sebelah kiri apakah khusus menjual kue-kue kecil, lalu bagian tengah tiba-tiba saja ada toko obat, lalu toko kecil yang menjual beragam ukuran plastik,mulai dari plastik yang bermotif bunga-bunga, sampai plastik hitam kresek seukuran kepalaku ditambah kepala rina.

dan aku tertegun ketika menemukannya, sebuah toko buku kecil yang hampir tak muat lagi menampung isinya. seolah-olah ia berkata, aku ingin muntah. di bagian depan toko itu tak ada tanda-tanda sang empunya atau seorang perempuan atau laki-lakipun yang bisa dijuluki penjaga toko dan kita tanya tanya sedikit tentang apakah kalian punya buku farmakologi dan terapi atau buku agen polisi 212 yang lama?

aku membaca tulisan di bagian atasnya, kecil-kecil dengan huruf kapital, toko buku cahaya. itu saja. tak ada alamat.

lalu dengan mempertimbangkan jarak buku yang memberi ruang begitu sempit bagi dua orang saja untuk berpapasan di jalan, aku melangkah masuk. menemukan tumpukan melingkar setingggi ayahku di bagian tengah. tapi aku menuju ke pintu ke dua di situ. aku melangkah ke dalam. cahaya di situ lebih terang.

dan aku menemukannya di situ.
ia duduk di tengah lingkaran buku yang berebut mencari tempat di seputaran kakinya. ada buku matematika seri ilmu pengetahuan alam life (rasanya sudah sering kubaca dulu waktu sd), tata cara sholat tarawih (hmm sepertinya boleh juga dibaca ulang mengingat rekor tarawihku agak menurun belakangan), sesuatu semacam novel cinta picisan yang aku tak begitu jelas tulisannya.

tapi yang begitu jelas adalah matanya. ia menatapku, matanya coklat muda terang, dan tertawa. padahal ia saat itu sedang tersenyum. rambutnya ikal dipotong pendek. kulitnya coklat. ia begitu menggravitasi tubuhku untuk segera mendekat.

dan sejak saat itu aku menjatuhkan cintaku tepat di hatinya.

february 24th, 2009
untuk Adie