Meja Kerja Saya

Beginilah suasana meja kerjaku:

 

20150818_163014

didominasi oleh brand-brand yang dijual hahahhaa yaiyalah ini kan juga tujuannya promosi #eaaa.

Ok, jadi apa objective postingan ini? aku cuma pingin bagi voucher carrefour senilai IDR 300,000 untuk postingan tentang meja kerja kawan-kawan boleh dengan detail cerita atau cuma sekedar deskripsi. Beberapa tahun lalu aku juga pernah bikin kuis macam ginilah dan yang menang mas Unggul yaah waktu itu hadiahnya bolpen Cross sih kalo tahun ini ngirit yaa cuma segitu haha.

Buat yang gak punya meja kerja kantoran mungkin bisa meja kerja lainnya bebas aja yang penting menurut kalian itu meja kerja. Ditunggu postingannya yang ngelink ke sini yaa sampai tanggal 9 September 2015.  ^^

Petugas Upacara Bendera

Kalo jaman mula-mula ngeblog di blogdetik dulu tahun 2008 sampe sekitaran 2010 setiap topik rasanya bisa aja dibikin postingan saat itu detik itu juga tapi setelah trend postingan blog mulai dipake buat jualan dan cari duit kemudian blogger terbagi dalam sekte-sekte yang berbeda dan dunia blogging menjadi membosankan rasanya buatku. Buatku ya bukan buat kelen.

Misalnya, dengar orang lagi ngobrol di angkot trus aja bisa bikin postingan saat itu juga. Malah bisa panjang pula postingannya entah dapat kata-kata dari mana. Tapi kalo sekarang-sekarang ini susah banget mau bikin postingan bukan susah nyari idenya sih tapi susah buat mulai nulis tiap buka leptop dengan niat bukan buat kerja pasti yang dilihat pertama email trus kedua game dan ketiga toko online (yah lihat-lihat aja boleh kan gak beli juga).

Pertama alesannya karena sibuk nggak ada waktu buat posting, trus lama-kelamaan alesannya bingung karena udah lama gak blogwalking dan udah ga tau lagi siapa-siapa aja blogger yang beredar di dunia maya. Padahal apalah susahnya nulis kaya gini? *ngomong sama cermin*.

Intronya panjang bener ini, padahal judul postingan ini tentang petugas upacara di sekolah. Seminggu yang lalu ani berta sempat posting status facebook nanya pengalaman teman-teman saat masa sekolah apakah pernah jadi petugas upacara atau ikutan kegiatan ekskul, hari ini entah kenapa pula enrico nanyain mamanya dulu waktu sekolah pernah gak jadi petugas upacara. Trus aku inget statusnya anny itu jadi aku pikir boleh jugalah bikin postingan.

Karirku sebagai petugas upacara bendera dimulai dari SD kelas 6 dan memang petugas upacara itu ya anak kelas 6 SD di sekolahku dulu. Entah karena aku anak ibu Endang makanya langsung ditunjuk jadi pembawa bendera (yang di tengah) atau karena memang aku kompeten. Ya tak taulah awak. Yang penting selama kelas 6 itu aku setiap 2 minggu sekali bawa bendera gantian sama anak kelas 6B.

Pas masa SMP entah kenapa aku pun langsung ditunjuk sebagai petugas upacara dan karir petugas upacaraku bermula sebagai pembaca doa (seeeh pembaca doa woii mungkin wajahku ini memang imut yaa *dikeplak*). Tapi ternyata itu cuma bertahan 2 kali karena pada kesempatan selanjutnya aku udah kembali menjadi pembawa bendera dan lagi-lagi di tengah. Aku lupa siapa teman samping kiri kananku kalo gak salah sih Morini dan Erbaity dan itu asal mulanya kami jadi trio geng haha.

Aku gak ngerti apa yang terlihat di wajahku tapi di bangku SMA aku pun kembali ditunjuk sebagai petugas upacara pembawa bendera dan langsung ditempatkan di tengah. Padahal aku nggak pernah info-info ke guru kalo dulunya pas SMP aku biasa bawa bendera. Tapi memang udah nasibku bawa bendera jadilah aku kembali jadi petugas upacara, bawa bendera, di tengah samping kiri kananku adalah Sahrul dan Taufik atau Dafhian.

Pernah sekali aku dan temenku tukaran, entah kenapa aku kepingin jadi pembawa Pancasia soalnya berdiri dekat sama pembina upacara tapi aku kapok sekali itu. Bayangin aja, sepanjang upacara berlangsung, kita harus menghadap ke barisan semua siswa dan harus tahan disuit-suitin plus didadah-dadahin. Padahal kalau jadi petugas upacar kan kudu jaim, gaya cool gitu.

Selain jadi pembawa bendera (dan petugas paskibra 17 agustusan) aku juga biasanya jadi pembawa acara untuk upacara hari nasional. Pengalaman kaya gini kan gak semua orang bisa merasakan ya, sebab biasanya petugas-petugas upacara itu memang orangnya itu-itu aja misalnya nih aku masih ingat kalau pas kelas 3 (dulu aku kelas 3 fisik 1) yang jadi dirijen buat memimpin lagu pasti Betty atau Darmayanti. Udah dua orang itu aja ganti-gantian. Coba aja suruh aku pimpin lagu kalo nadanya nggak baling.

Jadi petugas upacara itu bukan cuma buat gaya-gayaan sih menurutku tapi banyak banget manfaatnya selain membiasakan diri untuk berani tampil di depan banyak orang, juga menantang kemampuan diri sendiri dan yang pasti kan terkenal sapa tau ada kakak kelas kece yang naksir *teteeep*

Hal-hal Terkeren Selama Ngeblog

Postingan ini terinspirasi dari komennya idepp di postinganku di grup Arisan Dblogger.

Arisan Dblogger itu apa?

Ceritanya panjang *siapin sarung sama senter*.

Jadi kan kami tuh generasi pertamanya blogger blogdetik itu tahun 2008 pas pertama buka kita-kita masih suka komen-komenan di postingan blog teman-teman blogdetik entah itu apapun postingannya mau puisi yang rada-rada bikin pening macam postingan si Tonosaur, yang ribet njelimet bahasanya kaya postingan eyang atau ringan-ringan seru macam postingan si professor

Pokoknya keseruan komen-komenan itu berlanjut di yahoo messenger dan karena saking serunya terbit ajakan kopdar plus pembentukan komunitas dblogger. Pas udah kopdar yang keberapa tiba-tiba tercetus ide kenapa kita gak bikin arisan aja kecil-kecilan mulai dari 50 ribu dan pesertanya waktu itu 17 orang dimana bandar arisannya adalah Ani Berta hihi.

Satu periode arisan udah bisa jadi patokan apakah seseorang itu tertib atau nggak. Dari 17 peserta itu tereliminasi tinggal beberapa saja dan disepakati arisan naik jadi 100 ribu perbulan dan tetap dipegang sama Ani.

Tapi ternyata Ani memutuskan bahwa peserta harus dibatasi 12 orang saja (biar pas setahun) dan tetap 100 ribu trus adalah Fandhie web designer kece yang ngusulin gimana kalo kocokannya pake program digital gitu jadi bandar arisannya tinggal login masukin password, klik satu tombol udah deh dikocok sendiri dan keluar nama pemenang arisannya.

Trus apa hubungannya dengan judul di atas?

Karena aku setuju dengan Depz yang mengatakan bahwa arisan ini termasuk salah satu hal terkeren yang dia jumpai. Kenapa sekeren itu?

Karena:

  1. Arisan ini udah dimulai sejak tahun 2008 mulai dari sebulannya 50 ribu rupiah sampai sekarang udah jadi 250 ribu rupiah
  2. Peserta arisannya semua blogger mula-mulanya sih dibatasin harus anak-anak komunitas dblogger tapi lama-kelamaan pada males ngeblog semua jadi boleh siapa aja yang join yang penting gak lelet bayar dan blogger (tetep) walopun udah mantan (ga pernah update blog).
  3. Hal terkeren dari semua itu adalah peserta arisannya jauh-jauh banget, ada yang di Lombok, Bali, Medan, Bangka Belitung, Semarang, Jakarta, Bogor, Tangerang, Surabaya malah sebagian besar belum pernah saling ketemuan bahkan sama bandar arisannya belum ketemu tapi udah “trust” aja bahwa uangnya nggak bakal dibawa kabur.

Setelah dipegang oleh Ani selama beberapa periode akhirnya arisan ini aku yang jadi bandarnya dan lupa udah berapa tahun tapi yang jelas arisan ini udah lebih dari 7 tahun dan ga pernah punya masalah mulai dari pesertanya sampe bandar arisannya.

Cita-cita kami sih kepingin banget suatu hari bisa kumpul semua pesertanya karena dari 12 orang peserta yang sekarang ternyata peserta yang awet dari awal itu ada 8 orang dan kami tetap berkomunikasi di grup sebulan sekali buat hore-horean pas aku bikin posting pengumuman yang menang arisan.

Lalu hal terkeren apalagi donk selain itu? Kan judulnya hal-hal berarti lebih dari satu.

Hal terkeren lainnya adalah setiap pergi ke kota-kota lain di luar Jakarta selalu punya teman yang bisa dikunjungi. Tanya aja sama Ani atau Eyang anjari yang lasak kesana-kemari termasuk aku juga sih bahkan aku pernah nginep di rumahnya Idana di Denpasar juga pernah maksa Ais dan Ari nemenin aku nginep di hotel pas kunjungan ke Jogja berasa udah kenalnya bertahun-tahun padahal baru ketemu saat itu juga hahaha.

Semoga arisan dan persahabatan ini langgeng dan suatu hari memang bisa ketemu langsung semuanyaaa kalo aku sih semua peserta arisannya udah pernah ketemu kecuali si Thopo yang di Semarang.

 

n1096776832_30263430_2823

Blogger yang mengaku-aku Blogger

Ternyata gak gampang untuk menjadi blogger yang seutuhnya (ini kalimatnya teringat jaman penataran P4 dulu manusia indonesia seutuhnya). Buat yang sudah begitu yakin saat pertama mempublish blognya akan berfokus pada tema apa, dan tetap konsisten menulis aku acungin jempol.

Setelah aku sok-sokan jadi blogger sejak tahun 2008, sampai hari ini isi postingannya beneran ngasal. Sebenarnya dulu sempat terinspirasi pingin nulis blog yang isinya tentang dunia farmasi, tentang bentuk sediaan obat itu apa aja, gimana sih terjadinya reaksi di dalam tubuh saat kita minum obat dan lainnya tapi kok ya aku agak susah berbahasa non ilmiah sementara pembaca blognya kan ga semua paham.

Menentukan niche blog saat kita gak konsisten itu susah, apalagi yang sekarang bloggernya udah makin sadis semua postingannya mulai dari food blogger, beauty blogger yang penghasilannya ratusan juta sampai travel blogger yang bisa kemana-mana gratis bahkan menjadikan blog sebagai mata pencaharian utama.

Aku juga pingin-pingin aja sih menjadikan blog sebagai sumber rejeki tapi sejauh ini melihat perkembangan blog di Indonesia sepertinya belum bisa berkembang objektif. Terkadang blogger yang melakukan review produk tidak melihat lebih detail tentang kualitas produk yang direview sehingga beberapa brand akan terlihat “cantik” asal bisa bayar blogger sementara brand lainnya tidak dikarenakan publisitas online sangat aktif di sosial media.

Kenapa ini jadi ngomongin job review ya?

Balik lagi ke tema blog, untuk orang-orang seperti aku yang nggak bisa memanage waktu untuk nulis di blog dan pembosan pula rasanya sulit sekali untuk bisa konsisten dengan satu tema (tapi bukan berarti aku gak bisa konsisten dengan 1 pacar ya. Itu bohong banget lho jangan percaya gosip).

Tapi nggak ada salahnya bikin tantangan menulis untuk diri sendiri dengan tema tertentu dan tadi pas buka-buka grup WB ternyata ada nemu satu blogger yang suka nulis tentang science dan kebetulan aku kan suka banget sama science tapi pengennya sih pake bahasa populer ya nulisnya bukan bahasa ilmiah.

Mari dicoba yuk bikin postingan tantangan dengan tema farmasi yang umum ceritanya gitu jadi yang baca gak pening.

aku apoteker yang udah tersertifikasi lhooo

aku apoteker yang udah tersertifikasi lhooo

Resolusi 2015 yang Telat

Siapa bilang kita kudu bikin resolusi tahunan di awal tahun? Di tengah-tengah tahun atau mendekati kuartal keempat juga nggak apa-apa kok. Misalnya seperti aku sekarang.

Eh, by the way aku mau mohon maaf lahir dan batin dulu ya buat semua yang baca postingan aku (aku pun gak yakin ini masih ada yang baca) ceritanya lagi kepingin bikin postingan karena pas lagi bikin pe-er dari bos yang dadakan kaya gini trus aku stag di beberapa angka jadi pengen posting tahapa kan?

Biasanya kan kaya orang-orang suka bikin resolusi tahunan, kebetulan tahun kemarin itu aku bikin resolusi mau jalan-jalan ke Shangai sama anakku ternyata baru tercapai tahun ini alhamdulillah. Trus tahun ini aku memang ga bikin resolusi apapun karena ya gitulah yang diminta sama Tuhan kan tetep berkat rejeki, kesehatan dan keselamatan kalau yang lain sih terserah Tuhan yang mana yang baik aja (jodoh pun ga minta ini).

Tiba-tiba aja aku kepingin bikin resolusi 2015 ini walopun mungkin udah agak telat ya kan ini udah mau memasuki bulan Agusto tapi ya nggak apa-apa gak ada yang marah juga ini.

Sebenarnya aku selalu punya banyak cita-cita yang ingin diwujudkan, tapi karena jarang dituliskan mungkin impian atau cita-cita itu nggak nampak (ini cakap medan). Kaya yang diajarin di MLM gitu (pernah juga ini ikut MLM) katanya harus dituliskan cita-cita dan kalau bisa ditempel depan tempat tidur supaya tiap malam dibaca (oh yeah) tapi aku nggak ah nempel-nempel di dinding nanti yang punya rumah marah pulak ya kan.

Jadi dengan terinspirasi dari resolusi tahun kemarin yang ternyata bisa diwujudkan karena ditulis di blog maka aku pingin menuliskan resolusi 2015 juga supaya insya Allah terwujud. Amin.

Kayanya aku balik dulu ke worksheet Excel aku ya tiba-tiba inget ini apa yang mau ditulis.

Sekarang balik lagi karena tugas udah selesai.

Jadi tadi mau nulis resolusi 2015 supaya bismillahirohmanirrahim tercapai.

Resolusi 2015 aku adalah beli rumah yang kedua (tapi di Medan) dan pindah. Sebenarnya mau pindah ini udah dari kapan tau niatnya cuma belum ketemu aja kerjaan yang pas jadi doain yaa konkawan supaya aku bisa mewujudkan resolusi ini.

Waktunya maen kendikrasss ^^.