Bicara Varises

Postingan ini terinspirasi dari hasil lari-lari sore sambil ngeliatin cewe-cewe yang pake celana gemes tapi kelihatan varises dan selulitnya :p.

Mungkin banyak orang yang tau varises secara umum saja. Biasanya varises ini tumbuh di area belakang lutut tapi mungkin tidak banyak yang tahu apa penyebabnya dan bagaimana mengatasi atau mengurangi keluhan varises. Bahkan mungkin kadang-kadang karena tidak paham bisa jadi salah dalam penatalaksanaannya.

Mari kita mengenal arti Varises itu sendiri. *lipat tangan di meja, lihat ke depan, jangan ketawa ya!*

Apa itu Varises

Varises (Varicose Vein) berasal dari bahasa Latin “Varix” yang artinya memutar. Varises adalah suatu kondisi yang diakibatkan oleh dilatasi (pelebaran) dari vena superfisial. Biasanya banyak terjadi pada wanita di usia lanjut. Varises pada umumnya bukan merupakan kondisi yang serius dan hanya menimbulkan gangguan dalam penampilan saja (terutama kaya tadi itu misalnya pakai celana gemes). Namun adakalanya varises merupakan pertanda adanya gangguan sistem sirkulasi darah dan kondsi ini dapat menimbulkan komplikasi lainnya.

Faktor Penyebab Timbulnya Varises

Sebenarnya apa sih yang menyebabkan timbulnya varises pada penampilan kita?

Secara normal pembuluh darah vena harus bekerja melawan gaya gravitasi untuk mengembalikan darah ke jantung. Jika pembuluh darah vena berkurang elastisitasnya dan mengalami pelemahan maka kerja vena tidak sebagaimana mestinya sehingga terjadi penumpukan pada pembuluh darah vena. Ada banyak faktor penyebabnya antara lain kelebihan berat badan (overweight dan termasuk obesitas),  adanya trauma atau kerusakan pada katup vena, bahkan kebiasaan menumpangkan kaki saat duduk juga bisa menyebabkan timbulnya varises.

Keluhan dan Gejala

Penderita varises biasanya datang dengan keluhan nyeri dan berat pada tungkai terutama sehabis berdiri atau duduk dalam waktu yang lama.

Varieses

Komplikasi dan Penatalaksanaan Varises

Gejala varises mungkin berhubungan dengan penyakit lain. Berikut ini adalah komplikasi yang mungkin timbul berdasarkan keluhan dari pasien:

1. Tromboflebitis Superfisial

Biasanya pasien datang dengan keluhan nyeri setempat dan edema tungkai. Bagian yang sakit tersebut terasa lunak dan hangat, teraba vena yang keras di bawah kulit. Kemungkinan pasien mengalami Tromboflebitis Superfisial keadaan inflamasi (pembengkakan) vena yang berhubungan dengan terbentuknya trombus (pembekuan) di pembuluh darah. Jika mengalami ini dirujuk ke dokter spesialis angiologi.

2. Spider Veins

Keluhan diawali dengan terlihat banyaknya vena-vena kecil di bawah kulit seperti sarang laba-laba. Spider Veins adalah suatu kondisi yang menyerupai varises tetapi berukuran jauh lebih kecil dan jumlahnya lebih banyak. Pembuluh darah halus ini seringkali nampak merah atau kebiruan membentuk rangkaian seperti sarang laba-laba atau ranting-ranting pohon. Spider Veins biasanya terjadi pada tungkai dan adakalanya juga pada wajah.

Secara umum kondisi ini tidak terlalu serius namun akan mengurangi penampilan sehingga disarankan untuk melakukan olahraga secara teratur, mengistirahatkan tungkai dalam beberapa waktu, mengurangi berat badan jika overweight dan menghindari sepatu berhak tinggi.

3. Eksim Varikosa

Penderita merasakan kulit di atas pergelangan kakinya terasa gatal, tampak merah, bengkak dan bersisik. Eksim varikosa merupakan suatu kondisi yang pada awalnya disebabkan oleh eksim ringan pada kulit tungkai bawah dan akhirnya mengalami bengkak, kemerahan dan bersisik.

4. Lipodermatosklerosis

Suatu keadaan dimana kulit di atas pergelangan kaki pasien terasa gatal, merah, bengkak bersisik dan lebih tipis dari area lainnya. Hal ini disebabkan terjadinya pengerasan dan pengecilan pada lapisan lemak sehingga mengakibatkan bagian yang terkena cenderung menjadi cekung.

5. Ulserasi Kulit

Ada keluhan terdapat luka pada bagian pergelangan kaki yang sulit sembuh. Ulserasi kulit merupakan komplikasi varises yang paling sering terjadi ditandai adanya luka dengan dasar berwarna merah muda atau kadang mengandung nanah berwarna kekuningan. Luka yang terasa sangat nyeri dapat terjadi pada kulit di dekat area varises terutama sekitar pergelangan kaki.

Penatalaksanaan varises dan komplikasinya secara umum adalah:

  • mengistirahatkan tungkai kaki beberapa saat secara rutin. tinggikan posisi kaki sehingga lebih tinggi dari posisi jantung, sehingga arus balik peredaran darah ke jantung akan dapat diperbaiki.
  • sedapat mungkin jangan berdiri atau duduk terlalu lama, banyaklah menggerakan kaki dan jari-jari tangan atau berjalan-jalan selama 30 menit.
  • kenakan stocking khusus varises untuk mencegah melebarnya area varises namun jangan kenakan celana atau celana dalam yang terlalu ketat.
  • hindari menggunakan high heels
  • jangan duduk dengan posisi kaki menyilang karena sirkulasi darah akan semakin terganggu
  • kurangi berat badan dengan rutin berolahraga dan makan makanan yang sehat

 

daftar pustaka:

  1. mayo clinic.org
  2. MIMS Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tips Keren Balikan Sama Mantan ala Windy Ghemary

Entah kenapa belakangan ini setiap aku dalam perjalanan menuju kantor, menuju lokasi meeting sama klien atau menuju pulang (kalau ini kadang-kadang sih karena pas pulang biasanya udah malam jadi gelap gak kelihatan -____-) itu kalau lihat ada cowo-cowo keren itu perasaan wajahnya mirip banget sama mantanku yang ganteng itu yang suka ketawa lebar tiap aku becandain dia.

Apakah jangan-jangan ini pertanda aku belum bisa move on juga? Pertanda kangen banget sama si mantan sampai semua orang mirip sama dia? Semua motif sprei jadi ada ikon senyum dia gitu (kira-kira ini gombal banget gak?).

Sedikit banyak perasaan kangen sama mantanku ini ternyata cukup mengganggu aktivitas kerja dan aktivitas fisik (maksudnya olahraga). Soalnya jadi kebawa kenangan lalu yang perasaan indah itu.

Akhirnya aku dapat ide gara-gara dengerin lagu si cantik Windy Ghemary yang #masihmencintamu, aku pasang deh RBT #MasihMencintamu di handphone-ku.Berhubung aku pakai kartu Telkomsel jadi aku ketik kode RBT #MasihMencintamu ketik XFTTH trus kirim deh ke 1212. Naaah jadi donk RBT aku lagu buat si mantan teng teneeeng mari kita lakukan aksi selanjutnya.

Buat yang pakai operator seluler selain Telkomsel bisa ikutin yang berikut: Indosat: ketik SET 53075765 kirim ke 808 untuk operator XL: Ketik 10339313, kirim ke 1818.

Kirim pesan ke si mantan minta ditelpon karena mau ngomongin bisnis baru. Siapa coba yang nggak tertarik pas kita ngomongin masalah bisnis apalagi hari gini udah mau lebaran pasti kan kepingin beli ransel baru #ehh.

Ternyata cuma dalam hitungan 30 menit, mantanku menelpon tapi aku sengaja nggak langsung angkat supaya dia dengar dulu suara merdunya Windy Ghemary daaan apa yang paling penting? Lirik lagunya kaaan? Iyalah. Dari judulnya aja harusnya udah ngeh dengan perasaan kita.

Dan gara-gara RBT keren ini akhirnya aku bisa ketemu lagi dengan si mantan buat ngobatin rasa kangen ke dia let see ya gimana selanjutnya ^^.

Yang belum pernah dengar lagu Masih Mencintamu Windy Ghemary sok deh buka link youtubenya di bawah:

 

 

Gak heran sih kalau si cantik Windy suaranya merdu karena dari bangku taman kanak-kanak Windy serius mengasah talenta bernyanyi sehingga punya banyak prestasi dan akhirnya tahun 2014 berhasil mencuri hati fans musik di Indonesia. Gimana gak keren suaranya, idolanya aja Celine Dion.

Jadi coba deh tips keren ini dijamin mantan mau balikan sama kita yah minimal dia jadi ingat kenangan lalu.

Tiga Puluh Tahun (A Novel)

Agus menyeka keringat yang mengembun di ujung rambut Dewi. Dia cantik tertidur seperti ini. Lalu ia tersenyum mengingat apa yang mereka lakukan barusan.

Sebenarnya Agus sering merasa bersalah dengan apa yang ia lakukan. Pada istrinya karena ia menduakan Yunita, pada Dewi karena saat ini ia tak mampu memberikan kepastian hubungan. Terutama jika Dewi tau bahwa saat ini Yunita tengah mengandung bayinya tiga bulan. Apa ya yang akan ia katakan? Sementara hubungan mereka telah berjalan hampir dua tahun dan Agus dengan pasti mengatakan bahwa ia mencintai Dewi. Tapi ia pun mencintai Yunita? Bagaimana mungkin cinta bisa dibagi-bagi?

Ia ingin sekali menyampaikan kabar itu pada Dewi, tentang kehamilan istrinya. Kehamilan yang sebenarnya telah ia nantikan sejak empat tahun lalu. Namun baru tiba sekarang ketika ia terpesona oleh kehadiran Dewi, jatuh cinta pada perempuan cantik berkarakter kuat itu. Dewi bukanlah perempuan yang kecantikannya terlihat dari fisik, namun dari kecerdasan otak serta tingkah lakunya. Ia perempuan dengan karakter kuat. Dan itu membuat Agus jatuh cinta.

Terlambat bertemu? Sepertinya itu semacam alasan klise bagi mereka. Yang jelas mereka memang sudah bertemu sekarang dan tertarik satu sama lain. Lalu membiarkan ketertarikan itu mengontrol pikiran sehat mereka untuk melakukan sesuatu yang tidak bertanggung jawab. Sampai kapan? Ya, sampai kapan mereka berdua berada pada situasi seperti ini? Agus tak bisa bergerak, memilih Yunita kembali akan menyakiti hati Dewi dan hatinya juga, sementara ia pun tak mungkin memilih Dewi karena anak yang tengah dikandung Yunita.

Betapa rumitnya jalan hidup manusia, pikirnya.

Dewi menggeliat sedikit, matanya terbuka. Ia melihat Agus yang tersenyum memandanginya.

“Sudah sore sayang, aku harus segera pulang,” sahutnya. Ia menarik tubuh Dewi ke arahnya, mereka kembali berciuman.

“Sudah, kamu pulang aja sekarang.” Dewi mendorong tubuh Agus menjauhinya. Ia selalu merasa seperti ini ketika Agus akan pulang. Sedih karena sadar bahwa Agus bukanlah miliknya dan akan kembali ke pelukan istrinya.

Agus beranjak dari tempat tidur, menuju ke kamar mandi. Setelah merapikan diri ia pamit pada Dewi di ruang depan.

Meski selalu kecewa dan sedih saat berpisah, Dewi berusaha untuk tersenyum di hadapan Agus. Ia mengantar Agus sampai pintu depan saja, melambaikan tangannya saat mobil Agus meninggalkan pekarangan rumah, lalu menggeser pagar besi dan menguncinya.

Saat-saat seperti ini rasanya ia ingin menangis karena bahagia dan luka.

Ada berapa perempuan yang merasakan hal seperti diriku? Semoga hanya aku saja, sahutnya dalam hati.

***

 

Cuplikan dari novel Tiga Puluh Tahun-ku yang belum tau kapan terbitnya

Mau Pulang

Setiap kali mau pulang mudik ke kota kelahiran pasti ada perasaan deg-degan yang aku rasakan.

Mungkin rasa deg-degan ini akibat terlalu bersemangat dengan hal-hal seperti bisa ziarah ke makam almarhum ibu dan ayahku, bisa ketemu kakak-kakak dan abangku juga keponakan, bisa reuni-reuni dengan teman kampus dan teman SMA, bisa kangen-kangenan dengan rumah di sana. Tapi ada satu lagi yang selalu bikin deg-degan yaitu kemungkinan ketemu mantan dan cuma satu mantan yang bisa bikin deg-degan dengan inisial A.

Apapun yang terjadi di masa lalu kesalahan aku meninggalkan dia, kesalahan dia yang cuma diem aja itu ternyata gak pernah menghilangkan sedikit banyak kenangan *ejieeeee*.

Oke balik lagi ke judul mau pulang tadi, sebenarnya aku pulangnya sih senin tapi besok itu aku udah harus kudu siap-siap jemput salah satu kakakku yang berangkat dari frankfurt ke jakarta trus aku juga harus nginep semalam di hotel dekat airport Soetta supaya besokannya ga buru-buru dan juga supaya bisa gosip-gosip sambil ngopi. Dan juga supaya anakku bisa maen dengan anaknya. Ibu-ibu gosip anak-anak main. Itu hal biasa bukan? Ibu-ibu shopping anak-anak playing itu juga biasa kan?

Seperti biasa aku udah bikin janji-janji (mudah-mudahan gak palsu) dengan beberapa teman, dimulai dari teman kampus anak-anak apoteker usu, trus beberapa orang teman SMA yang diarrange secara pribadi juga teman kerja. Tapi pastinya lebih banyak jadwal dengan keluarga karena untuk bisa ketemu kakakku yang nomor 2 ini juga susah paling setahun sekali atau 2 tahun sekali.

Kalau blogger di Medan aku udah ga ada yang kenal kayanya dulu masih ada Maureen di sana bisalah janjian sekarang udah ga di medan dia lagipula karena kakakku baru beli rumah jadilah aku stay gak di rumah ibuku tapi di rumah barunya dan mungkin nanti sekali-sekali di rumah abangku. Sekalian nengok-nengokin rumah kontrakanku di sana udah kaya apa keadaannya.

Cita-cita lainnya adalah bisa makan lontong sayur medan, lupis, rujak takana juo, sate padang (sate padang di medan itu beda rasanya lebih enak), minum bandrek daaaan semoga bisa lari bareng teman-teman runners di sana.

Selamat Tahun Baruuuu

ini ucapannya duluan siapa tau kan aku gak update2 blog sampe tahun depan ^^.

 

Tentang Sepatu Lari

Iya sih aku memang diciptakan cuma sebagai pelari hore soalnya sampai hari ini baru bisa lari paling jauh 10K tapi bagaimana pun tetap gak pernah bosan ngomongin soal olahraga yang satu ini terutama sepatunya. Namanya juga udah kegilaan lari.

Pertama kali berniat serius untuk lari itu tahun 2012, gara-gara merasa badan makin berat dan memang kepingin aja soalnya aku kan lasak jadi susah juga kalo diem gak olahraga maka dipilihlah olahraga lari yang murah meriah.

Untuk menjadi pelari awal gak bisa dibilang murah karena saat itu aku benar-benar beli seperangkat alat lari yang dibayar tunai! Aku beli celana dan baju lari 2 pasang, kaos kaki baru dan karena mamas yang baik hati akhirnya aku punya sepatu lari yang pertama yang dibeliin tahun 2012 itu.

sepatu lari pertamaku

sepatu lari pertamaku

 

Di tahun 2012 itu aku sempat ikut race pertamaku yang menurutku sih masih ecek=ecek karena cuma 5K dan aku masih lari campur jalan. Lari 100 meter jalan 100 meter lari lagi trus pace juga masih ngik ngok antara 10 sampe 9 paling paten.

Supaya lariku semangat aku ngajak-ngajak beberapa teman blogger tapi cuma 2-3 kali lari di CFD trus bubar gak ada kabar. Gak putus asa aku juga ngajak teman-teman kantor tapi tetep aja gak ada yang mau ikut malah aku diketawain gitu kata mereka “ngapain capek-capek lari keringetan”. Ya Tuhan berilah aku kesabaran.

Tahun 2013 aku masih konsisten lari tiap 2 minggu sekali di CFD gak peduli mau sendirian juga aku tetap lari. Bahkan aku ikut race sendirian. Terhitung ada 3 race yang aku ikuti dan semuanya memang hanya untuk challange diri sendiri supaya dapat personal best.

Tapi berhubung bisnis sedang gonjang-ganjing dan aku diminta untuk membantu bisnis keluarga, otomatis lariku pun mulai nggak konsisten tahun 2014 aku tercatat hampir gak pernah lari kecuali di luar Jakarta dan di event Jakarta Marathon itu pun karena jadi sponsor. Tapi di event Jakmar ini justru larinya 10K. Bosku yang memang tau aku hobi dan gila lari pengen ikutan dan ngajak semua team ikut didaftarkan tapi dari segambreng orang-orang yang didaftarkan cuma 5 orang yang lari beneran sisanya cuma foto-foto di finisher booth dan tetep megang medali. Pada saat itu sih mereka ngetawain aku gitu kenapa capek-capek lari padahal mereka juga dapat medali. Tapi aku tetep cuek aja dan bilang bahwa medali yang aku dapat dengan berlari 10K itu beda rasanya dengan medali mereka yang ga lari sama sekali if you know what i mean.

Tapi kenapa kita jadi lari dari judul ya? Ini kan judulnya sepatu lari. Oke balik ke judul, untuk membuat lariku makin semangat aku akhirnya menambah 1 koleksi sepatu lari lagi yang berjudul adidas dan belinya pun sama si ilham anak blogger bekasi yang uhuy dan kebetulan kerja di adidas otomatislah aku dapat harga miring banget ampe mau jatoh. Mana sepatunya boost pula kan keren harganya yaaa kepala 1.

 

IMG_20151121_004214

sepatu lari pinkish

 

Setelah event lari Jakmar 2014 bisa dipastikan aku jadi jarang banget lari mungkin bisa dibilang tiap 3 bulan cuma 1 kali lari. Tapi aku selalu berusaha untuk lari di kota atau negara lain. Pas ke Bali bulan April 2014 aku sempatin lari di sekitaran hotel Mercure dan saking paginya bangun sampe aku ketakutan sendiri karena gelap banget. Maksud hati mau lari 5K ehh akhirnya cuma 2K karena ketakutan sepi banget ga ada tanda-tanda kehidupan.

Trus trip berikutnya ke Thailand aku juga lari 2 kali pertama cuma di sekitaran resort dan yang kedua di pinggir pantai. Berat banget lho ternyata lari di atas pasir itu. pace yang biasa 8 bisa drastis turun jadi 10 sampe 11. Belum lagi tantangan dikejar anjingnya itu sungguh pengalaman yang menakjubkan *elap keringet*.

Akhirnya nih ya pada bulan yang hampir sama dengan tahun lalu, perusahaan tempatku kerja kembali menjadi salah satu sponsor Jakarta Marathon dan kebetulan akulah yang dipaksa menjadi pic untuk proyek lari kali ini. Berhubung pengalaman tahun lalu mubazir banget racepack lari buat seluruh umat kantor ga dimanfaatin, akhirnya aku menitahkan ke semua yang daftar lari bahwa mereka wajib lari kalau mau mendaftar dan dapat race pack jadi ga cuma gaya-gayaan pake kaos jakmar trus datang siang-siang buat ambil medali. karena aku memang diciptakan Tuhan jadi makhluk yang judes otomatis dari 20 peserta yang kudaftarkan cuma 2 orang yang ga ikutan lari. Alhamdulillah. Dan sejak saat itu tren lari di kantorku semakin happening.

Berhubung event terakhir ini aku mendapatkan time result yang jelek dan jauh dari target aku memutuskan harus punya sepatu lari yang lebih serius. Minimal ya merk Brooks yang menempati tempat ketiga dari review pelari-pelari profesional dan karena brand Newton juga ga ada di sini sih susah nyarinya. Dengan bantuan sponsor tersayang dan tercinta akhirnya aku punya sepatu lari baru horeeee makasih ya kamu. Biasanya beli sepatu karena warnanya bagus selain mikirin buat lari  kali ini lebih ke pertimbangan fungsinya yang bisa lari jarak jauh. Jadi warna abu-abu pun kubeli karena kan udah punya warna pink ya.

 

my new running shoes

my new running shoes

Jadi kayanya cukuplah ya sepatu lariku 3 aja sementara waktu karena sekarang lagi musim ngumpulin topi buat lari. Doain ya tahun depan targetnya Half Marathon 21K. Aaamiiin.