(Sok) Update Blog Hari Kedua

Tadinya sih temenku minta aku posting tentang pengalaman aku minum glucola gara-garanya aku berhasil nih ceritanya menghilangkan jerawatku tapi karena aku minta komisi buat posting jadi dia masih mikir-mikir dulu #eaaak.

Trus akhirnya aku putuskan untuk posting tentang twit post aku yang dibahas oleh salah seorang teman. Ceritanya waktu itu aku pernah ngetwit gini:

twit

“Dalam dunia kerja buatlah dirimu dibutuhkan baik oleh perusahaan maupun hubungan antar personal”

Trus ada temen yang kirim inbox, dan membahas dengan sangat serius postinganku itu. Dia nanya kenapa aku berpendapat seperti itu.

Pernyataan itu terucap karena terjadinya PHK pada salah seorang staff di kantorku. Dia adalah seorang perempuan, ibu dari seorang anak yang sebenarnya bekerja sendirian karena suaminya tidak bekerja (dengan alasan kuliah). Jabatannya di kantor adalah sebagai customer service merangkap hal-hal kecil misalnya nyiapin tiket, ngebook hotel untuk perjalanan dinas luar, dan lainnya. Sebenarnya aku dan beberapa teman cukup membutuhkan dirinya karena urusan surat-surat legal perusahaan biasanya akan minta ke dia, tapi beliau ini sering banget nggak masuk kantor. Alasannya mulai dari masuk angin, anaknya sakit, nggak ada yang jaga anaknya dan lain-lain.

Sebenarnya kalau dia memang kerja dengan sungguh-sungguh mungkin dia bisa menutupi ijinnya yang terlalu banyak dengan mengurangi jatah cutinya. Tapi sekali lagi, sudah terlalu enak, cuti pun bahkan minus. Karyawan punya jatah cuti 12 hari setahun dan dia sudah mengambil jatah cutinya ditambah beberapa hari lagi.

Saat beberapa orang membutuhkan surat-surat penting, cari tiket untuk keluar kota, booking hotel, urusan lainnya sang customer service ini tidak berada di tempat. Akhirnya pekerjaannya ini diambil alih oleh staf lain dan dalam waktu yang dapat diprediksi dirinya pun diPHK karena perusahaan merasa dia sudah tidak ada kontribusi untuk perusahaan.

Sebenarnya di perusahaan tempatku sekarang sedang ada beberapa tahap PHK karena bisnis akan banyak berubah. Dan alhamdulillah aku masih akan tetap bergabung di sini.

Pernyataan yang aku tulis itu bisa berlaku di semua bagian kehidupan kita apakah itu dalam pekerjaan maupun hubungan pribadi. Ketika kita dibutuhkan tentu kita tidak akan dibuang atau diputuskan, makanya buatlah dirimu dibutuhkan dimana saja dan oleh siapa saja.

#krik krik

(Sok) Update Blog Hari Pertama

I am heading to a new post now

*ngambil ember isi air*

*celupin kain lap ke dalam ember*

*meres kain lap*

*ngelap-ngelap blog*

Prestasi itu adalah ketika nggak bikin postingan blog sejak bulan februari 2015 saat kerajaan api menyerang.   Padahal waktu itu aku pernah niat nih mau rajin bikin postingan yang setidaknya tentang pengalaman menggunakan beberapa produk mau itu produk kosmetik, perawatan, sepatu, buku atau makanan. Tapi janji hanyalah tinggal janji ibarat kata orang yang udah lama pacaran trus bosan yang diucapin itu kadang-kadang cuma wacana aja.

Nah hari ini kita doakan saja semoga niat ini menjadi kenyataan. Sampai di kata ke seratus ini belum tau juga aku mau nulis judul apa dan isinya apa *tepok jidad* *jidad nyamuk*.

Ohh kayanya ngomongin yang lagi heits aja ya. Belakangan ini yang lagi heits dalam kehidupanku adalah jalan-jalan. Jalannya itu dalam rangka kerja. Ceritanya sih ada brand conference di denpasar dan sebenarnya aku ga masuk dalam team brand itu tapi karena aku adalah orang yang selalu dirindukan kehadirannya dimana pun aku berada maka aku harus tetep ikutan acara di denpasar itu dengan judul management outing. Sibuk sih debat mau bikin acara apa karena sesungguhnya kebanyakan acara outing di bali ya pasti ga jauh-jauh dari dunia perairan dan aku kan penakut banget sama yang namanya berenang jadi pas diputuskan untuk memilih rafting aku sempat takut sih mula-mulanya, takut kalo jatuh trus kelelep ga bisa berenang. Tapi karena rame-rame aku ngga terlalu takut.

Pas nyampe di sungai itu ada satu hal yang bikin aku diketawain semua orang, adalah pertanyaanku “seat belt-nya mana?” ohhh jadi rupanya rafting itu ga pake seatbelt ya? -_____-.

Tapii koq aku tiba-tiba males ya ngelanjutin cerita pas rafting ini?

Aku balik lagi deh nanti yaa. Sementara waktu liat fotonya aja dulu ya… :p.

DSC_0066

Perjumpaan

Setiap detak waktu adalah temanku, setiap butir debu menjadi penghias kulitku. Di sini setelah sepoi angin pagi kemudian berganti dengan terik matahari kau pun belum juga memperlihatkan diri.

Aku tak gelisah. Hanya sedikit ragu dengan gerak-gerik pelayan kedai kopi yang terus memerhatikan diriku. Sepertinya mereka mulai tak sabar menanti aku mengakhiri kunjunganku di sini. Padahal sudah 2 cangkir coklat panas dan 1 cangkir kopi yang kupesan. Ya sih aku tak memesan camilan apapun toh kupikir aku sedang tak ingin makan. Bagaimana aku bisa makan sementara getaran sayap kupu-kupu di perutku tak pernah henti setiap kali mengingatmu.

Apa yang membuat perjumpaan kita begitu sulit terlaksana?

Entah waktumu, waktuku atau masing-masing dari orang-orang di sekeliling kita? Kemarin kau pun berusaha menungguku di menara prima berharap aku memang memenuhi jadwal pertemuan degan beberapa klien di sana dan kau bisa mencuri waktu sebentar dari jam makan siangmu untukku. lalu aku sampai tak sesuai jadwal dan kita berselisih jalan. dan lagi kita pun harus kembali bersabar menanti waktu bertemu.

Hari ini, aku menunggumu. Ada sedikit perasaan ingin menyerah, namun kerinduan bertemu senyummu lebih dominan. Apalagi jika mengingat kedua lenganmu yang akan begitu erat memelukku. Sesuatu yang hangat berderap di dadaku.

Aku tak berusaha bertanya kau akan tiba jam berapa. Kita selalu saling percaya bahwa waktu akan mempertemukan kita demikian juga saat ini.

Orang-orang mulai berdatangan, sepertinya hari menjelang petang. Kau belum muncul juga. Apa yang menahan langkahmu di sana?

Aku menyusun kata-kata sebelum menyentuh tombol “send” di gadgetku saat sepasang sepatu berhenti dekat sekali pada jarak pandangku.

Saat mendongakkan kepala, aku menemukan wajahmu di sana. Dengan sepasang mata yang salah tingkah kau tersenyum. Degupan jantungku entah berada di kecepatan berapa, jemarimu menyentuh pipiku.

“Maaf sayang, menungguku begitu lama.”

Tirai-tirai gelap itu membuka, aku melihat cahaya berpendaran di sekitar kita.

Rendang Terenak di Dunia

Dari kemarin postingannya soal makanan terus sih Jul? Iya, soalnya aku sedang merindukan makanan pada jam-jam seperti ini ^^.

Nggak kok, kebetulan aja makanan menjadi sumber inspirasi buat bikin postingan (halaaaah lagu lu Jul!). Bener koq, ini kan ceritanya kepingin ikutan giveaway setelah sekian lama tenggelam dalam dunia tanpa postingan yang diadain di blognya Pungky. Pada tau nggak Pungky itu siapa? itu lho yang vokalisnya Ratu dulu itu. Itu Pinkan kaleeee.

Ya udah gak usah manjang-manjangin deh, yang penting fokus mau ikutan giveaway *benerin rok*.

Pungky bikin giveaway dengan judul Kado Terindah yang pernah kamu terima.

Udah tiga puluh tujuh tahun hidup di dunia dan udah begitu banyak kado yang indah yang aku terima selama ulang tahun dan apapun itu perayaan yang ada, tentunya kado terindah yang pernah aku terima adalah anakku dari Tuhan juga cinta dari Aa.

Tapi dari semua kado yang pernah aku terima ada 1 yang sangat berkesan dan selalunya bikin terharu setiap kali ingat bahkan masih suka mewek.

Ceritanya tahun 2008 ibuku meninggalkan kami semua bulan April berdekatan dengan hari ulang tahunku. Trus suasana dukanya memang berasa banget karena kami semua anak-anaknya sangat dekat dengan kedua orang tua.

Sekitar akhir tahun tibalah hari raya iedul Adha, karena aku merantau ke Jakarta biasanya alm ibuku selalu mengirimkan rendang buatannya ke aku melalui ekspedisi. Tapi aku sadar tahun itu aku nggak mungkin dapat kiriman rendang karena beliau sudah tiada meskipun kakak-kakakku bisa dipastikan akan kirim juga.

Namun pada hari kelima iedul Adha ada kiriman paket makanan dari Medan, dan taraaa isinya RENDANG!.

Aku buka bungkusannya dan periksa, rendangnya kali ini agak berbeda dari yang biasa almarhum ibuku kirim. Bumbunya kelihatan terlalu kering dan setelah kupanaskan (supaya nggak basi), dagingnya terasa lebih alot. Aku sempat mikir sih apa mungkin yang masak kak Dewi tapi biasanya dia lumayan pintar masak.

Begitu selesai Magrib aku menelpon ke Medan, jaman dulu itu belum ada whatsapp messenger dan blackberry messenger jadi nelpon itu lebih enak karena gak capek ngetik ^^. Begitu angkat telpon ternyata kakakku yang bicara dan menanyakan apakah rendangnya sudah tiba. Aku jawab iya. Lalu kakakku bilang “Mungkin itu agak kurang santannya karena Abak kan belum pernah masak rendang baru sekali ini,” katanya.

Aku kaget banget dengar penjelasan kakakku karena dia bilang ayahku itu ngotot pengen masakin rendang buat dikirimkan ke aku supaya aku tetap bisa makan rendang. Setelah menitipkan pesan akan menelpon beliau lagi (saat itu ayahku sedang keluar rumah) akupun menutup telpon lalu bergegas menghampiri rendang kiriman itu.

Air mata mengalir begitu saja saat mengunyah rendang itu karena ingat akan almarhum ibuku dan terharu dengan apa yang sudah dibuat ayahku.

Kado rendang buatan beliau itu menjadi kado terakhir buatku karena 4 bulan setelah itu ayahku pun menyusul almarhum ibu.

Semoga kalian berdua damai di sisi Allah SWT.

 

 

Yang Lezat-lezat dari Cipika

Seluruh dunia udah tau kan ya kalau aku ini orang Medan (ngaku-ngaku). Sebenarnya aku baru aja pulang ke Medan sekitar bulan April tahun ini. Tapi ya namanya kampung halamanku yang kota Medan itu memang ngangenin jadi meskipun baru pulang beberapa bulan perasaan kangen buat balik lagi itu tetep ada. Apa sebenarnya yang bikin kangen? Selain rumah orang tua dan segala suasananya, yang ngangenin itu makanannya!!

Jadi ceritanya pada suatu hari entah kenapa aku kok kepingin makan bika ambon. Tunggu dulu ya kalian jangan protes dulu. Bika ambon itu makanan khas Medan bukan dari Ambon. Kenapa dia dipanggil bika ambon karena rasanya yang enak dan manis seperti orang-orang Ambon gitu. Tapi ya nggak mungkin donk kalau aku musti pulang dulu ke Medan cuma buat makan bika ambon ini. Trus gimana? minta tolong kakakku buat beliin dan kirim ke Jakarta? Ngasi kerjaan banget kaaaan.

Akhirnya dengan bantuan bisikan-bisikan dari temanku (dan juga dari dalam perut yang udah ngiler) aku terdampar di online store cipika. Taraaaa….

 

bika-ambonbika ambon Zulaikha di cipika.co.id

Yang lebih serunya lagi gara-gara cipika aku malah jadi tau kalau sekarang bika ambon itu ada rasa-rasanya gitu. Ada yang rasa keju, pandan, mocca. Cuma ‘rasa yang dulu pernah ada’ aja nggak ada :|.

Langsung terpenuhi deh buat kangen-kangenan sama bika ambon ini. Karena sebenarnya nggak susah sama sekali buat order makanan dari cipika. Apalagi bisa daftar dengan akun facebook lho.

 

loginlaman daftar cipika

Ketika kita klik login dengan facebook dan akun facebook juga sudah terbuka, maka otomatis kita akan masuk ke cipika dengan login nama kita sendiri.

Kebanyakan produk yang ditawarkan memang merupakan makanan khas dari daerah-daerah di seluruh Indonesia jadi pastinya kita bisa mencicipi makanan khas dari seluruh Indonesia cuma dengan jalan-jalan di web cipika :D.

Tapi sebelum masuk ke sini coba isi perut dulu deh biar nggak tambah keroncongan. Sebab makanan yang ditampilkan bikin ngiler maksimal.

 

 

tampilantampilan depan http://www.cipika.co.id