Perjumpaan

Setiap detak waktu adalah temanku, setiap butir debu menjadi penghias kulitku. Di sini setelah sepoi angin pagi kemudian berganti dengan terik matahari kau pun belum juga memperlihatkan diri.

Aku tak gelisah. Hanya sedikit ragu dengan gerak-gerik pelayan kedai kopi yang terus memerhatikan diriku. Sepertinya mereka mulai tak sabar menanti aku mengakhiri kunjunganku di sini. Padahal sudah 2 cangkir coklat panas dan 1 cangkir kopi yang kupesan. Ya sih aku tak memesan camilan apapun toh kupikir aku sedang tak ingin makan. Bagaimana aku bisa makan sementara getaran sayap kupu-kupu di perutku tak pernah henti setiap kali mengingatmu.

Apa yang membuat perjumpaan kita begitu sulit terlaksana?

Entah waktumu, waktuku atau masing-masing dari orang-orang di sekeliling kita? Kemarin kau pun berusaha menungguku di menara prima berharap aku memang memenuhi jadwal pertemuan degan beberapa klien di sana dan kau bisa mencuri waktu sebentar dari jam makan siangmu untukku. lalu aku sampai tak sesuai jadwal dan kita berselisih jalan. dan lagi kita pun harus kembali bersabar menanti waktu bertemu.

Hari ini, aku menunggumu. Ada sedikit perasaan ingin menyerah, namun kerinduan bertemu senyummu lebih dominan. Apalagi jika mengingat kedua lenganmu yang akan begitu erat memelukku. Sesuatu yang hangat berderap di dadaku.

Aku tak berusaha bertanya kau akan tiba jam berapa. Kita selalu saling percaya bahwa waktu akan mempertemukan kita demikian juga saat ini.

Orang-orang mulai berdatangan, sepertinya hari menjelang petang. Kau belum muncul juga. Apa yang menahan langkahmu di sana?

Aku menyusun kata-kata sebelum menyentuh tombol “send” di gadgetku saat sepasang sepatu berhenti dekat sekali pada jarak pandangku.

Saat mendongakkan kepala, aku menemukan wajahmu di sana. Dengan sepasang mata yang salah tingkah kau tersenyum. Degupan jantungku entah berada di kecepatan berapa, jemarimu menyentuh pipiku.

“Maaf sayang, menungguku begitu lama.”

Tirai-tirai gelap itu membuka, aku melihat cahaya berpendaran di sekitar kita.

Rendang Terenak di Dunia

Dari kemarin postingannya soal makanan terus sih Jul? Iya, soalnya aku sedang merindukan makanan pada jam-jam seperti ini ^^.

Nggak kok, kebetulan aja makanan menjadi sumber inspirasi buat bikin postingan (halaaaah lagu lu Jul!). Bener koq, ini kan ceritanya kepingin ikutan giveaway setelah sekian lama tenggelam dalam dunia tanpa postingan yang diadain di blognya Pungky. Pada tau nggak Pungky itu siapa? itu lho yang vokalisnya Ratu dulu itu. Itu Pinkan kaleeee.

Ya udah gak usah manjang-manjangin deh, yang penting fokus mau ikutan giveaway *benerin rok*.

Pungky bikin giveaway dengan judul Kado Terindah yang pernah kamu terima.

Udah tiga puluh tujuh tahun hidup di dunia dan udah begitu banyak kado yang indah yang aku terima selama ulang tahun dan apapun itu perayaan yang ada, tentunya kado terindah yang pernah aku terima adalah anakku dari Tuhan juga cinta dari Aa.

Tapi dari semua kado yang pernah aku terima ada 1 yang sangat berkesan dan selalunya bikin terharu setiap kali ingat bahkan masih suka mewek.

Ceritanya tahun 2008 ibuku meninggalkan kami semua bulan April berdekatan dengan hari ulang tahunku. Trus suasana dukanya memang berasa banget karena kami semua anak-anaknya sangat dekat dengan kedua orang tua.

Sekitar akhir tahun tibalah hari raya iedul Adha, karena aku merantau ke Jakarta biasanya alm ibuku selalu mengirimkan rendang buatannya ke aku melalui ekspedisi. Tapi aku sadar tahun itu aku nggak mungkin dapat kiriman rendang karena beliau sudah tiada meskipun kakak-kakakku bisa dipastikan akan kirim juga.

Namun pada hari kelima iedul Adha ada kiriman paket makanan dari Medan, dan taraaa isinya RENDANG!.

Aku buka bungkusannya dan periksa, rendangnya kali ini agak berbeda dari yang biasa almarhum ibuku kirim. Bumbunya kelihatan terlalu kering dan setelah kupanaskan (supaya nggak basi), dagingnya terasa lebih alot. Aku sempat mikir sih apa mungkin yang masak kak Dewi tapi biasanya dia lumayan pintar masak.

Begitu selesai Magrib aku menelpon ke Medan, jaman dulu itu belum ada whatsapp messenger dan blackberry messenger jadi nelpon itu lebih enak karena gak capek ngetik ^^. Begitu angkat telpon ternyata kakakku yang bicara dan menanyakan apakah rendangnya sudah tiba. Aku jawab iya. Lalu kakakku bilang “Mungkin itu agak kurang santannya karena Abak kan belum pernah masak rendang baru sekali ini,” katanya.

Aku kaget banget dengar penjelasan kakakku karena dia bilang ayahku itu ngotot pengen masakin rendang buat dikirimkan ke aku supaya aku tetap bisa makan rendang. Setelah menitipkan pesan akan menelpon beliau lagi (saat itu ayahku sedang keluar rumah) akupun menutup telpon lalu bergegas menghampiri rendang kiriman itu.

Air mata mengalir begitu saja saat mengunyah rendang itu karena ingat akan almarhum ibuku dan terharu dengan apa yang sudah dibuat ayahku.

Kado rendang buatan beliau itu menjadi kado terakhir buatku karena 4 bulan setelah itu ayahku pun menyusul almarhum ibu.

Semoga kalian berdua damai di sisi Allah SWT.

 

 

Yang Lezat-lezat dari Cipika

Seluruh dunia udah tau kan ya kalau aku ini orang Medan (ngaku-ngaku). Sebenarnya aku baru aja pulang ke Medan sekitar bulan April tahun ini. Tapi ya namanya kampung halamanku yang kota Medan itu memang ngangenin jadi meskipun baru pulang beberapa bulan perasaan kangen buat balik lagi itu tetep ada. Apa sebenarnya yang bikin kangen? Selain rumah orang tua dan segala suasananya, yang ngangenin itu makanannya!!

Jadi ceritanya pada suatu hari entah kenapa aku kok kepingin makan bika ambon. Tunggu dulu ya kalian jangan protes dulu. Bika ambon itu makanan khas Medan bukan dari Ambon. Kenapa dia dipanggil bika ambon karena rasanya yang enak dan manis seperti orang-orang Ambon gitu. Tapi ya nggak mungkin donk kalau aku musti pulang dulu ke Medan cuma buat makan bika ambon ini. Trus gimana? minta tolong kakakku buat beliin dan kirim ke Jakarta? Ngasi kerjaan banget kaaaan.

Akhirnya dengan bantuan bisikan-bisikan dari temanku (dan juga dari dalam perut yang udah ngiler) aku terdampar di online store cipika. Taraaaa….

 

bika-ambonbika ambon Zulaikha di cipika.co.id

Yang lebih serunya lagi gara-gara cipika aku malah jadi tau kalau sekarang bika ambon itu ada rasa-rasanya gitu. Ada yang rasa keju, pandan, mocca. Cuma ‘rasa yang dulu pernah ada’ aja nggak ada :|.

Langsung terpenuhi deh buat kangen-kangenan sama bika ambon ini. Karena sebenarnya nggak susah sama sekali buat order makanan dari cipika. Apalagi bisa daftar dengan akun facebook lho.

 

loginlaman daftar cipika

Ketika kita klik login dengan facebook dan akun facebook juga sudah terbuka, maka otomatis kita akan masuk ke cipika dengan login nama kita sendiri.

Kebanyakan produk yang ditawarkan memang merupakan makanan khas dari daerah-daerah di seluruh Indonesia jadi pastinya kita bisa mencicipi makanan khas dari seluruh Indonesia cuma dengan jalan-jalan di web cipika :D.

Tapi sebelum masuk ke sini coba isi perut dulu deh biar nggak tambah keroncongan. Sebab makanan yang ditampilkan bikin ngiler maksimal.

 

 

tampilantampilan depan http://www.cipika.co.id

Kacamata Baru

Asli kok mau cerita kacamata beneran bukan kacamata boongan (lagi kacamata boongan itu yang mana ya?). Kan ceritanya aku ini sebenarnya harusnya (kebanyakan akhiran -nya) selalu menggunakan kacamata karena mataku minus dan silindris. Tapi karena setiap kali pake kacamata selalu terasa sakit di telingaku (karena terlalu kecil telinganya) jadilah sering-sering kali dilepas dan perasaan nggak enak gitu kalo seharian pake kacamata. Pernah dan sering dikasi alternatif supaya pake soflens tapi lagi-lagi excuse takut mau masukin soflens-nya ke dalam mata hiiiiy sereeem.

Tapi nih ya setelah sekian lama bertahan cuma mau pake kacamata pas kerja aja atau di depan komputer dan itu pun kadang-kadang malas, akhirnya aku mengalah bikin kacamata baru dan taraaaa mataku udah nggak minus tapi silindernya nambah. Gak apalah asal jangan plus dulu berasa gimana gitu kalo udah plus.

Aku nih mau cerita pas milih-milih frame kacamata, jadi kan sekarang lagi musim tuh kacamata model betty lafea gitu yang framenya segede-gede muka gitu tapi memang kelihatannya kok keren gitu ya dipake orang-orang. Aku pun ikutan kepingin juga rasa-rasanya akhirnya pas ke optik milihnya yang frame gede warna hitam dan coklat tapi ternyata gak cocok di wajahku jadi kayanya wajahku langsung habis tamat finish gitu pas make kacamata model kacamuka gitu. Sementara dalam hati masih tetep kepingin aja pake yang model kaya gitu. Sampe mas-mas optiknya keknya dah suntuk gitu mukanya tapi aku ga peduli tetep aja milih-milih.

Akhirnya setelah nyoba-nyoba lima belasan frame aku memutuskan untuk milih yang itu. Iya yang itu. Nantilah dikasi tau fotonya eceknya ini sok misteri gitu *digetok rame-rameee*.

Mengapa Harus Berbeda, Mengapa Harus Luar Biasa?

Berasa bikin tagline iklan layanan masyarakat gitu deh pas bikin judul kaya di atas. Iya. Tapi ini memang serius sih mau ngebahas kenapa harus anti mainstream?

Selain itu ya supaya si Siti kalok lagi maen ke sini gak bosen dengan postingan terakhir yang judulnya statis macam hubungan aku dengan kamu gitu. *dadah-dadah sama Siti* *Kapan kita minum-minum cindi lagi dek?*

Nggak bilangin siapa-siapa kok ini cuma bilangin orang-orang yang mau maju, mau sukses dan mau serius menjalankan apapun bentuk usahanya.

Kenapa harus berbeda? Kenapa harus luar biasa?

Sebab yang biasa saja tak akan meninggalkan kesan dan akan segera dilupakan lalu ditinggalkan.

Contoh kecil nih gosah yang susah-susahlah contohnya.

Misalnya gini, kita punya pacar atau pasangan (ga berani bilang suami atau istri nanti digampar aku). Mula-mula kan si pacar ini sungguh bikin penasaran, mulai dari kepingin tau dia hobinya apa aja, sukanya makan apa, kebiasaan-kebiasaan dia selama sehari penuh, kegiatannya selain sekolah/kerja apa aja, trus sampe suka aliran musik apa.

Ternyata setelah sekian waktu berlalu si pacar atau pasangan kita ini flat gitu aja mulai dari kebiasaannya, ciri-ciri khasnya dan lainnya tuh biasa banget deh. Akan ada perasaan bosan nggak sih? Boong deh kalo bilang pasangannya nggak bosenin walopun orangnya standar dan biasa. Apa yang buat dia nggak bosenin? Ya karena dia berbeda.

Tuh kaaaan.

Samalah dengan itu, suatu produk akan meninggalkan kesan mendalam ketika ia berbeda. Punya unique selling point yang tidak sama dengan produk sejenis.

Jadi kenapa aku tiba-tiba nulis tentang ini?

Iya karena sebagai pelaku usaha dan juga bekerja untuk dunia perdagangan aku merasa perlu membagi hal ini untuk mereka yang ingin menjual sesuatu. Apakah sebuah produk yang dimiliki oleh sebuah brand atau pun personal branding untuk orang itu sendiri.

Jadi jangan takut untuk berbeda ya selama itu memang luar biasa.

*dadah dadah sama Ariel