#8 Tiga Hari yang Tersisa

Sok romantis judulnya. Tapi ini memang berdasarkan tantangan selanjutnya dari Idana untuk hari kedelapan #20DaysBloggingChallenge-ku alhamdulillah walopun antileletnya sempat macet dari pagi, tapi sekarang udah lancar lagi sih trus langsung dikebut deh bikin postingan.

Sebentar ya, komenku untuk tantangan posting tiap hari itu ternyata nggak asik sih, eh nanti aja ya komennya kalo udah selesai? Ya udah lanjut dulu ya.

Idana menulis tantangan ke-4nya untukku:

jika sisa waktumu tinggal 3 hari lagi utk ada di dunia ini, apa yg akan kow lakukan ? serem nyaak ? eeh waktu di dunia bukan hrs meninggal yaaa, bisa jd koq pindah planet yaaa kan

buat yang belum terbiasa membaca blogku kalo ada istilah-istilah aneh semacam ‘kow’ itu artinya kau atau kamu, trus kalau ada istilah awak berarti aku yah semacam itu bahasa-bahasa medan gitu yaa tapi Idana ini asli Bali lho, dan dia sukses tertular logat medanku :p.

Oke, let see apa yang akan aku lakukan pada 3 hari yang tersisa itu?

Hari pertama: Beres-beres

Ini kan ceritanya mau pindah dunia kan? Jadi paling nggak ada jugalah yang harus dipack, misalnya baju atau pernik-pernik lainnya. Nah, maka itu aku beres-beres lemari pakaian dan buku. Dipack aja buat disumbangin ke orang lain kan nggak mungkin juga dibawa semuanya ya? Trus selain beresin lemari itu juga beresin rumah, dan beresin masalah administrasi baik itu di pekerjaan atau di kehidupan pribadi. Karena kalau mau resign dari pekerjaan aja kan aku kudu beresin kerjaanku ya apalagi ini meninggalkan dunia widiiih serem ajaa. Kalau administrasi pribadi pastinya ya tentang anak, karena kalau harus meninggalkan dunia otomatis harus meninggalkan anakku (nangis dulu bentar), jadi anakku harus jelas dulu aku titipkan ke siapa? Sampai hari ini aku nggak tau. Mungkin ya, ini masih mungkin akan kutitipkan ke kakakku yang nomor 5.

Hari kedua: minta maaf dan menyatakan cinta

Ini udah dua hari sebelum hari H lho, ada baiknya aku minta maaf ke semua orang baik yang memang aku bersalah ataupun nggak. Terutama beberapa orang yang aku memang jelas-jelas melakukan kesalahan dan juga ada beberapa yang putus kontak. Minta maaf kepada enrico karena aku harus meninggalkannya 😦 minta maaf kepada abangku, kakak-kakakku dan adikku. Minta maaf ke semua teman-teman blogger, teman kerja, tetangga-tetangga, teman SMA, teman kampus, teman-teman lainnya. Maafin aku yaa.

Selain itu aku juga harus menyatakan cinta dan sayangku kepada orang-orang itu. Aku ingin menyatakan bahwa aku mencintai mereka dan memeluk mereka, terutama enrico. Kalau bisa tiap waktu meluk dia dulu sebelum berangkat. Trus ke semua kakak dan adikku, ke beberapa teman dekat yang aku sayangi salah satunya Idana, dan juga kepada seseorang yang aku cintai. Dan yang paling penting adalah minta maaf kepada Tuhan.

Hari ketiga: melakukan hal-hal yang menyenangkan

misalnya baca buku, menulis postingan, minum kopi, main game, apalagi ya? yang jelas aku sih lebih milih berdua sama enrico jalan-jalan, makan, main-main, baca buku atau apa aja deh.

Kenapa nggak kepingin berkunjung ke tempat-tempat yang ingin aku kunjungi? Cuma satu tempat sih yang pengen aku kunjungi yaitu makam ibu dan ayahku tapi kalau nggak sempat ya nggak apa-apa kan bisa didoakan dari jauh sepanjang waktu.

Yang jelas nih, sebelum aku menghilang dari dunia aku pengen makan indomie dulu deh :|.

please don't leave me | sketch by julie

please don’t leave me | sketch by julie

 

 

Advertisements

menulis dan membaca

sewaktu masih kecil dulu, pernahkah terlintas dalam pikiran kita bahwa menulis itu akan menjadi kegiatan paling sering kita lakukan.

menulis yang aku maksudkan di sini bukan hanya dengan pensil atau bolpoin di atas kertas dan buku, tetapi juga termasuk mengetik dengan mesin tik jadul ketak ketok, ngetik di keyboard, dan pula mengetik di hape.

seringnya menulis akan menyeret kepada satu kegiatan lainnya yaitu membaca. tak mungkin rasanya menulis tanpa membaca. karena apa yang biasanya kita tulis akan kita baca kembali mungkin sebagai koreksi bila menulis sesuatu yang formil, bahkan menulis kata-kata mesra pada kekasihpun terkadang butuh beberapa koreksi biar lebih pas (rayuannya).

sewaktu pertama kali mampu membaca saat itu aku berusia 3 tahun, dengan ibu yang seorang guru bahasa indonesia, bacaan ku adalah buku pelajaran esde dengan tokoh utama Budi. masih ingat beberapa wacana yang ada di buku tersebut misalnya kisah budi yang baru beli buku.

“Hari ini aku gembira

karena aku memiliki sebuah buku baru

namanya Sinar Pagi

gambarnya bagus-bagus”

Pada jamanku kecil dulu di keluarga kami tak ada satu anakpun yang melewatkan masa kecilnya belajar di bangku Taman Kanak-kanak, maka ketika aku berusia 5 tahun seperti kakak-kakakku yang lain aku pun masuk SD. Buku pelajaran yang bisa kubaca semakin beragam tak hanya buku pelajaran membaca itu, namun juga buku matematika, agama, IPS, PMP, IPA dan olahraga.

Ketika usiaku bertambah, aku merasa semua bacaan-bacaan itu kurang banyak, maka aku mulai membaca koran pada usia 8 tahun. Di rumah ayahku berlangganan harian waspada dan kompas. setiap siang pulang sekolah aku tak pernah absen membaca keduanya.

Ayahku berinisiatif membelikan majalah bobo (yang sampai hari ini masih kubaca) dan donal bebek. seri ilmu pengetahuan alam life, seri penemuan, dongeng hc andersen, bahkan buku agama milik ayahku pun kubaca semua (yang masih ingat judulnya PRAMUKA DI PADANG MASYHAR).

mulai membongkari lemari buku abangku, aku menemukan sebuah novel berjudul pembunuhan di orient express. aku membacanya dan seketika itu juga aku menyukai ceritanya. ketika memasuki bangku smp kelas 1 aku memulai cerita pendek pertamaku (judulnya rumah kardus) dan mengirimkannya ke harian waspada dengan nama abangku (karena belum punya ktp). senangnya pertama mendapat honor sebesar rp. 15,000 untuk anak smp jaman tahun 1988 itu udah puas jajan :D.

karena kecintaanku pada cerita serial detektif, aku mulai mengoleksi buku-buku seperti lima sekawan, trio detektif, pasukan mau tahu dan agatha christie.tetapi masih dalam jumlah kecil karena masih sekolah jadi uang jajannya ngepas 😀

di bangku sma, komik jepang mulai memasuki bacaan di toko buku dan aku pun menyukainya, serial cantik pendek (pengarang favoritku hiromi mashiba), serial misteri yang terkenal adalah chie watari, topeng kaca, sailor moon, popcorn, dunia mimpi.

sejak menjadi mahasiswa, selain kuliah aku pun bekerja, menjadi pelatih tari, asisten di apotek dan praktek dokter, asisten dosen, apapun yang membuat aku selalu bergerak. uang hasil aku bekerja hampir seluruhnya aku habiskan untuk buku (dan makan :D) juga beasiswa dari perusahaan tempat ayahku bekerja. koleksi novel detektifku yang aku fokuskan dan beberapa komik jepang. aku pun tak pernah berhenti menulis, namun lebih menyenangi puisi.

sesuatu yang dimulai dari kecil biasanya akan berlanjut hingga dewasa, kesukaanku pada bacaan dan tulisan tak pernah hilang. bahkan ketika tidur pun kita bisa menghasilkan sebuah tulisan sesudahnya.

tapi terus terang saja dari dulu aku tak pernah bertahan lama saat membaca buku pelajaran (kecuali matematika) atau buku bernada motivasi yang membosankan. 😀

apa bacaan favoritmu? dulu dan kini?

menulis seperti biasa

sebuah potongan percakapan

dr B: aku sudah membaca tulisanmu
aku: yang mana dok?
dr B: semuanya *tersenyum*
aku: oh ya? *blushing*
dr B: sekalisekali menulislah yang sebenarnya
aku: maksudmu? aku sering menulis yang sebenarnya kecuali cerita yang aku ciptakan
dr B: maksudnya bukan puisi, bukan bahasa sastra, tapi seperti bercerita hari ini aku diperiksa oleh dokterku bla bla bla *membetulkan letak stetoskop*
aku: yang seperti itu?untuk apa?
dr B: itu akan membantumu *merapikan rambutku*
aku: aku coba
dr B: apakah kau tak mengira bahwa pertemuan kita ini coincidence?
aku: maksudmu?
dr B: kamu terlalu sering mengalihkan topik
aku: *mengedikkan bahu sambil nyengir*

ditulis untuk menyenangkan hati dr B yang telah begitu membantuku 🙂
Tenang aja ga bakal aku link…