suami kedua – part two

Baca juga
https://gerhanacoklat.wordpress.com/2010/04/29/suami-kedua/

Tok tok tok.

ada yang mengetuk pintu kamarku. sembari memejam mata aku mengingatingat waktu. malamkah ini atau siang hari? sepasang tangan tak berjarak merengkuh tubuhku. di balik selimut hijau tua berbau keringat, aku merasakan kehangatan dua tangan itu.

kubuka mata. sedikit sekali cahaya di kamarku. setelah semalaman memilin pita cinta biasanya aku dan lelaki ini mengosongkan cahaya lampu. kutatap bidang dadanya, dadaku menggemuruh lagi ingin mencumbunya.

Tok tok tok.

Ah, ketukan itu lagi. jam berapa ini? kudengar burung hantu beruhu uhu dekat jendela kamarku. memicing mata kubaca jarum jam masih di angka 3 pendeknya. siapa yang mengetuk pintu tengah malam buta?

selimut hijau tua itu kubuka. oh ya, kami berdua bertelanjang dada. lelaki itu menggumam sedikit dan mengeratkan rengkuhannya.

“sayang, ada yang mengetuk pintu” sahutku

kulihat kelopak matanya bergetar, ia berusaha membuka mata. namun jemarinya yang bicara. sebentar kantukku hilang berganti gelora. bersamamu tak cukup waktu bercumbu.

Tok tok tok.

Ketukan itu memaksa.
Dengan berat kulepas pagutan bibirnya. Matanya membara. Kubalut tubuhku dengan kemeja kotakkotak biru milik lelaki itu yang sembarangan kucampakkan semalam. Ia beranjak sedikit dan mencoba menarik tubuhku. Aku tersenyum mengecupnya sedikit dan berlari ke arah pintu.

Ketika daunnya membuka, sesosok tubuh menjulang di hadapanku. Seorang lelaki berkulit putih. Ia pun tampan seperti lelaki yang ada di tempat tidurku tadi. Namun rambutnya lurus, dan basah oleh tetesan hujan. Bajunya terlihat lembab dan menempel di tubuhnya.
Matanya menatapku tajam, mulutnya terbuka sedikit ingin mengucapkan sesuatu.

Aku melambaikan tangan memanggil lelaki berambut ikal yang menunggu, ia menghampiri dengan lilitan selimut. Kutarik tangannya lalu kubawa ke hadapan lelaki yang berdiri di depan pintu.

“Sayang kenalkan, ini suami pertamaku”.

Mereka bertatapan. Aku melangkah menuju pintu bergambar bunga pink kecilkecil lalu menyalakan keran air.

75 thoughts on “suami kedua – part two

  1. Heee dapat Pertama dan Kedua nich…ternyata tidak selamaya duka itu duka terus, heee tadi koneksiku lambat bngt 8 jam terakhir br bisa lancar, hal hasil dapat 1 dan 2,yuk kita berbuka hee

  2. ceritanya baguuuuss banget…
    beneran deh……

    indah tunggu lanjutannya yah…๐Ÿ™‚

    nb: tata bahasanya, pemilihan katanya,alurnya.. : perfect!!! membuat indah terhanyut dalam imaji yang disajikan oleh penulis….

  3. yaa.. ini lanjutan yang dulu itu ya Julie.. heheh.. keren banget..

    btw.. itu ‘suami pertama’ atau ‘mantan suami’ ?๐Ÿ™‚ mo ngapain dateng kesitu Jul? heheh.. terusin ya ceritanya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s