Wok with Lie – edisi rendang

postingan ini adalah untuk memenuhi permintaan Mumu adikku yang pengen tau cerita rendang buatanku karena ga bisa ngerasain.

Judul postingan ini diambil dari sebuah acara jadul yang judulnya Wok with Yan. Lupa gitu di televisi mana pokoqnya itu acara masak2an.

Sejak dulu aku tak terlalu tertarik dan hobi dengan dunia memasak, terutama masak yang rada ‘heboh’ semacam rendang.
tapi pas aku kelas 1 sma, karena masuk siang dan pembantu di rumah cuma nyuci dan setrika maka aku dipaksa untuk belajar masak oleh alm ibuku. dan selama setahun itu aku masak untuk seluruh anggota keluarga yang jumlahnya 9 orang. rasanya boseeen banget padahal masaknya sih gak susah paling cuma sop ayam, ikan sambel, gulai, sayur lodeh, dll masakan dasar tapi emang dasarnya males ya maleslah.

saat menikah dan punya suami pun aku tak menjadi rajin masak karena kesibukan kami berdua yang jarang di rumah.
sejak kedua orang tuaku tak ada, maka rutinitas rendang yang dikirim dari medan pun ikut ditiadakan, dua tahun lalu aku mencoba memasaknya sendiri dan gosipnya sih enak tahun ini aku coba masak lagi.

daging yang baru direbus (ini tempatnya udah paling gede gak ada lagi perkakas dapur yang lebih gede dari ini) 😀

daging yang udah dicampur bumbu dan santan di atas kompor imut buat maen masakmasakan sama enrico 😀

rendang yang udah jadi plus tumis telur puyuh dan sayuran buat enrico karena dia ga mau makan rendang

Demikian Wok with Lie edisi rendang kali ini.

Buat semua temanteman blogger mohon maaf lahir dan batin yaaaa.

buat AP: A, aku pake nama kesukaanmu ya 😉