aku ingin kau selalu ingat diriku

Pot-pot bunga berisi kaktus berbentuk daun kecil-kecil tebal dan batangan berduri

Selasaran depan teras rumah kita yang lama dengan kembang siti maryam yang setiap sore harus kusirami

Tumpukan buku di lemari kaca yang kau siapkan untuk kami baca sesuai selera

“Jangan berantakan”, begitu selalu kau ingatkan.

“Caramu berjalan menunjukkan siapa dirimu”, katamu suatu hari ketika aku menyeret langkah malas-malas di ruang televisi

Bohlam di tengah-tengah lelangit kamarku Mengumbar cahaya berwarna putih susu terang
Wajahmu penuh senyum berpendar di segala penjuru
Di hatiku
Di pelupuk mataku

Ayah, ibu
Ingatkan aku untuk selalu mengingatmu
Mengirimimu lembar-lembar rindu dalam doa khusyukku
Sebab tak ada cinta
semaharasa cintamu

 

puisi ini akan hadir sebagai salah satu puisi dalam buku gerhana coklat yang akan cetak dalam waktu dekat. nantikan kehadirannya ^^

cover buku gerhana coklat