Memories are in the Air

Pernah kan dalam hidup kalian punya lagu yang mengingatkan tentang seseorang atau sesuatu? Contoh paling gampang deh misalnya lagu pas lagi jadian sama pacar atau suami/istri. Nah biasanya lagu ini akan jadi soundtracknya kalian untuk diingat sepanjang masa pas lagi hepi-hepi tapi pas lagi berantem entah ya ^^.

Aku pun demikian.

Ada banyak lagu yang mengingatkan aku pada orang-orang. Nggak harus orang yang spesial sih dan juga nggak harus momen spesial. Tapi entah kenapa ketika mendengar lagu itu aku seperti dikembalikan pada hari itu lengkap dengan suasana saat itu.

Misalnya lagu Santeria-nya Sublime. Setiap dengar lagu ini aku pasti berasa kembali berada di mobil tua alm ayahku bersama beliau plus kakak dan adikku dalam rangka mau jalan-jalan ke Thamrin Plaza. Dan peristiwa itu pas bulan Ramadhan dan aku masih mahasiswa bahkan aku pun lupa itu tahun berapa. Tapi momen itu melekat terus. Lagu Santeria diputer dan jreeeng aku berada di momen itu.

Trus lagu Lady Rain-nya Indecent Obsession. Aku selalu ingat momen ketika aku dan Aldian berada di ruang tamu rumahnya Putra teman SMA Aldian. Ceritanya kami sedang main ke rumah Putra dan terjebak hujan nggak bisa pulang ke rumah karena kan jaman itu ceritanya Aldian masih naik sepeda motor. Tapi aku ingat itu tahun 2004. Kenapa aku selalu ingat momen itu karena pada saat itu Aldian ngomong gini “Yuli itu memang Lady Rain ya soalnya kalau kita pergi keluar pasti hujan,” dengan wajah datarnya dan suara basnya. Dan aku kaget sih pada saat itu karena setelah aku pikir-pikir benar juga yang dia bilang tapi herannya kalau kami nggak keluar rumah melalak gitu nggak pernah hujan meskipun sedang berdua.

Ada satu lagu yang selalu buat aku nangis ketika mendengarkan lagu itu. Judulnya Bersama Bintang yang nyanyi Drive. Sebenarnya dulu aku nggak pernah tau kalau yang nyanyi lagu itu namanya Drive band. Tapi setelah kepergian alm ibuku, aku baru tau tentang lagu ini. Karena sepeninggal beliau, alm ayahku sering mendengarkan lagu ini dan diam-diam menangis sendirian. Kata beliau ini lagu kesukaan ibuku sebelum beliau pergi. Setiap dengar lagu ini aku selalu ingat mereka berdua entah dimana dan kapanpun. Kadang-kadang suka bingung sendiri kalau pas berada di keramaian dan ada lagu ini, mau pura-pura gak dengar tapi nggak bisa. Suatu hari aku memutuskan untuk latihan dengarin lagu ini supaya kalau biasa dengar jadi nggak nangis tapi ternyata ya sama aja.

Lagu jadian? Lagu jadian yang aku ingat cuma pas jadian dengan mantan pacarku yang mahasiswa fakultas Hukum USU lagunya itu Pertama yang nyanyi Reza. Ceritanya jadiannya itu memang udah aku setting pas tanggal 20 November padahal dia nembaknya sebelum itu. Nah dianya nanya kenapa hari jadian kami harus dimundurin pada tanggal segitu? Aku jawab karena itu pas banget dengan hari ulang tahun abangku dan Dies Natalies USU tapi momen yang aku ingat justru bukan pas tanggal 20 Novembernya, karena momen pas dia menyatakan perasaannya itu yang lebih gampang diingat soalnya ketika dia deklarasi aku kesedak dan batuk-batuk nggak berhenti sampai dia harus buru-buru cari obat batuk ke apotek terdekat. -_________-

Lagu yang sering didengar dan dinyanyikan saat hamil dan ternyata berpengaruh pada anak itu Dealova-nya Once. Pada saat aku mengandung Enrico lagu Dealova terpilih jadi Song of The Year tahun 2006, dan otomatis deh diputar dimana-mana dan memang lagunya bagus. Jadi aku sering dengarin. Ternyata nih pas anaknya udah umur setahun, dia milih lagu itu untuk jadi lagu boboknya. Surprise karena sampai sekarang itu menjadi lagu bobok buat Enrico meskipun ada beberapa lagu lain kalau pas dia lagi bosan. Jadi pas hamil hati-hati deh memilih lagu kesukaan karena nanti bakal diingat terus sama anak :p.

Ada juga soundtrack film Breaking Dawn yang A Thousand Years itu selalu mengingatkan aku dengan momen ketika kamu duduk tepat di sampingku dan menggenggam tanganku di depan layar lebar yang memutar filmnya itu.

Lagu Beuatiful Ones Suede juga mengingatkan aku pada seseorang. Dan masih banyak lagi. Semuanya jadi kenangan yang menyenangkan untuk diingat kembali. Karena sesuatu yang telah tertulis tidak bisa dihapus lagi. Mengingatnya kembali bisa memberi kita pelajaran untuk menciptakan kenangan yang lebih baik dan indah.

Apa lagu kenanganmu?

Advertisements

#11 Celebrity Crush dan Lagu Kenangan

Teman bloggerku mba Ina partnerinvain   ngasi tantangan posting untuk #20DaysBloggingChallenge yang bertubi-tubi. Demikian bunyinya:

selebrity crush, cerita masa kecil yg ngga bisa dilupain, lagu-lagu kenangan, buku yang berpengaruh dalam hidup, guru yang paling diingat dan nasehatnya yg nampol dikepala, kalo boleh terlahir kembali pengen jadi siapa atau seperti apa? 10 tahun lagi kira-kira bayangan tentang dirimu seperti apa? sahabat tersayang yang sekarang lost contact, rumah idaman, tempat yang pengen didatangi sebelum mati, hal romantis yang pengen dialami tapi belum pernah ngalamin.

wooow, banyak kaaan dan asik. Makasih ya mbak udah ngasi ide postingan sebanyak itu. Mari kita kerjakan satu-persatu. *benerin kerah*

Kali ini aku pilih 2 topik dulu ya karena memang agak berhubungan sedikitlah. Pertamanya aku kurang paham maksud celebrity crush ini tapi kalo kita bilang “i crush on you” itu artinya semacam aku naksir kamu gitu. Mungkin yang dimaksud mba Ina, selebriti mana sih yang aku naksir dan buat tergila-gila gitu kali ya?

Oke, selama hidup di dunia aku baru ngefans sama selebriti itu (yang paling ngefans gitu ya) cuma vokalisnya Bon Jovi yang namanya Jon. Nggak tau kenapa mungkin karena dia suaranya seksi (menurutku) trus bodinya oke banget dan kisah cintanya juga asik bersama sang istri (jadi ceritanya dia ini cowo setia dan jauh dari gosip). Memang sih aku udah lama suka lagu-lagu mereka tapi pas si Jon potong rambut yang kemudian ngeheits untuk lagu Always itu, langsung mataku melek gitu. Wiiih ini cowo kok cakep banget ya? Tapi sumpah deh sengefans-ngefansnya aku sama selebriti nggak pula yang bela-belain beli tiket konser ke Jepang misalnya pas dia lagi konser di Jepang atau ngumpulin poster-posternya trus ngebayangin kalau jadi pacar dia. Aku bukan tipe fans yang seperti itu bahkan kalau dia ke Jakarta pun belum tentu juga aku mau nonton tergantung situasi aja. Paling aku cuma ngumpulin kaset-kaset mereka (jaman dulu itu pakenya kaset bukan VCD), trus pernah juga nggunting foto dia di majalah buat dijadiin sampul buku sekolahku dulu (waktu sekolah aku sering nyampulin buku pake komik dan majalah baru disampul plastik di luar).

Jadi ceritanya mencintai produk impor nih? Enggak juga sih, kalau ditanya produk lokal kayanya aku cuma suka sama Ariel terlepas dari perbuatan-perbuatannya yang menghebohkan waktu itu (plus videonya yang sempat ditonton. seru deh hahhaha). Ariel ini dikenal pertama kali ketika lagu Mimpi yang Sempurna booming di indonesia, padahal dulu keliatannya dia biasa banget tapi suaranya dan lirik-lirik lagunya bagus. Trus lama-lama dia kok cakep gitu ya plus cool jadilah aku suka. Tapi ya sama deh dengan Jon tadi aku juga gak bakalan jerit-jerit histeris ketika dia ada di tv, atau bela-belain minta tanda tangan.

Nah cerita celebrity crush-ku ini ada hubungan dengan lagu-lagu kenanganku. Kalau ditanya lagu kenangan, yang pertama aku ingat pasti lagu Ruthless Queen dari Kayak (hayoo pada tau nggak?) ini lagu jadul dari band yang superjadul. Ceritanya ini adalah lagu pertama yang aku sukai ketika usiaku 3 tahun. Setiap dengar lagu ini, aku selalu ingat ketika aku sedang nonton tv rame-rame dengan keluarga (jaman dulu siarannya cuma TVRI itu).

Karena punya abang pecinta lagu rock yang suka nyetel lagu keras-keras trus nggak dilarang pula sama ibuku, akhirnya aku (dan keluarga Hardy) menyukai lagu-lagunya Queen. Masih SD gitu aku udah bisa nyanyiin Under Pressure, I Want to Break Free dan Bicycle Race. Memang beberapa lagu mereka ada juga yang slow rock macam Love Of My Life dan Jealousy tapi tetep unsur rocknya kentel gitu. Lagu-lagu Queen itu selain musiknya unik, liriknya juga nggak biasa lho dan memang cocok buat bikin semangat pagi-pagi. Aku berhasil menularkan kesukaan musikku kepada anakku enrico.

Selain Queen, lagu kenanganku adalah lagu-lagunya Air Supply dan Chrisye. Punya abang yang suka ngerock ternyata kakak kedua dan ketiga jenis musiknya agak pop. Di rumah biasanya bergantian mereka nyetel lagu-lagunya Air Supply, Chrisye, Vina Panduwinata, James Ingram, Utha Likumahua, January Christy, Dian Pramana Poetra, dan asli musisi indonesia jaman dulu itu keren-keren.

Aku sih selain menyukai kedua jenis musik itu kemudian mulai suka dengan musik grunge, rapcore dan beberapa musik underground yang dipengaruhi oleh adikku yang suka banget nyetel itu di kamarnya. Jadi ceritanya kami punya kamar sendiri-sendiri. Nah kalau berkunjung ke kamar kakakku yang nomor 5 pasti di dalam itu ada lagu-lagunya air supply, queen, dian pramana poetra dan beberapa musik pop ringan lainnya, trus pindah deh ke kamarku nanti di sana mungkin ada lagu-lagunya bon jovi, queen, sheila on 7, collective souls, nirvana, linkin park, reef, limp bizkit atau the offsprings dan lainnya. Sementara itu di kamar pojok (kamar adikku) yang ga kuat denger suara orang nyanyi kaya kumur-kumur mending jangan masuk deh karena dia musiknya underground semua ada sih beberapa yang kaya pearl jam, sublime, korn, linkin park gitu yang mendingan buat telinga kakakku.

Begitupun ada beberapa lagu yang sangat-sangat berkesan buatku. Lagunya Drive “Bersama Bintang” itu adalah lagu kesukaan ibuku dulu, beliau sering banget minta diputerin lagu itu atau pas ada di tv ikutan nyanyi. Ketika ibu meninggal, suatu hari aku memergoki ayahku sedang menangis mendengarkan lagu itu. Dan di akhir-akhir hidup beliau sebelum menyusul ibuku 8 bulan kemudian, ia sering mendengarkan lagu itu. Jadi kalau aku udah denger lagu itu masih sering juga sih nangis :D.

Lagu lainnya yang berkesan adalah lagu Once “Dealova”, ceritanya pas aku hamil lagu ini menjadi lagu favorit tahun 2006. Aku sering banget mendengarkan lagu ini sambil nyanyi-nyanyi atau sebelum tidur. Nah setelah enrico lahir, kira-kira berumur 2 tahun dia minta diputarkan lagu dari hpku, waktu itu cuma ada sekitar 20 an lagu sih di memory. Pas dengar lagu Dealova ini, enrico langsung bilang iya, dan tertidur. Sampai hari ini usianya 7 tahun sebelum tidur dia sering minta diputarin lagu ini, namanya “lagu bobok”.

Trus ada lagu If Love is Blind-nya Tiffany yang dulu sering aku nyanyikan berdua dengan Aldian sambil dia main gitar. Satu lagu berkesan lainnya itu adalah lagu Christina Perri “A Thousand Years” yang aku dengarkan pertama kali bersama seseorang yang duduk di sebelahku sambil menggenggam tangan. Semoga kamu baik-baik saja (kaya lagu wali. eh bener gak sih itu yang nyanyi wali?).

Apa lagu kenanganmu?