WAG

Janji bikin postingan bulan kedua ketiga keempat kelima dan keenam di Medan itu hanya janji-janji palsu berbunga hampa aja dariku.

Dan janji pingin selalu update tulisan blog adalah janji palsu mirip dengan janji abang jaket coklat untuk nelpon aku beberapa bulan yang lalu.

Jadi daripada sibuk mikirin janji palsu, lebih bagus kita fokus lagi ke judul postingan ini. Aku sok-sok kekinian bikin judul postigan WAG karena sebenarnya aku pun baru tau istilah WAG ini pas ngintip status salah satu kawanku di line fb nya. Ini Fb ya bukan line, maksudku itu timeline (sengaja kali aku jelaskan ini).

WAG yang aku maksud adalah Whatsapp Group. Dimana dalam hal ini aku cuma punya 18 groups tidak termasuk grup Koh Samui pas jaman aku ke Thailand dulu atau grup mamak-mamak hot bikinan si Onni yang cuma bertahan 2 minggu.

Di antara 18 grup ini ada 5 grup dari kantor karena aku salesman, trus punya spg di 2 jenis counter plus aku juga tergabung di grup distribusi dan karena aku pegang area pulau Sumatera. Maka 5 grup ini wajib dibaca dengan teliti kalo gak mau kenak tokok pak bos.

Sisanya udah pastilah grup-grup pencitraan dan grup keluarga. Grup keluarga aja ada 3 dimana yang grup pertama itu keluarga inti, trus ada pula grup bisnis keluarga dan grup jalan-jalan keluarga. Gak ngerti juga kenapa harus dipisahkan untuk grup jalan-jalan ini karena semua grup ini bukan aku yang buat. Mungkin biar lebih fokus jalan-jalannya.

Selain grup kantor dan keluarga tadi otomatis aku punya grup alumni mulai dari SD, SMP, SMA dan apoteker. Belum lagi grup komunitas lari, grup arisan, grup dari kantor lama yang terbagi 2, grup spg (karena aku ga boleh left sama spg-spg ku yang dulu) dan grup lari yang aku bikin (sok anak lari banget kan?).

Tapi kebanyakan dari WAG ku ini semua melarang topik pornografi, kalau cuma nyerempet-nyerempet aja ya okelah awak kan udah dewasa (baca: tua) juga, beberapa juga melarang ngomongin politik karena basi udah baca dimana-mana trus SARA termasuk di grup keluarga padahal kami satu suku dan satu agama tetep gak boleh ngomong SARA karena kami pembeci racism.

Ada satu grup dimana aku lumayan bawel melarang posting pornografi dan kekerasan, nggak ngerti kenapa kayanya orangnya bandel banget kalau kita minta tolong untuk nggak posting foto-foto kekerasan padahal udah pada dewasa. Belum lagi yang suka ngirim video serem nakutin dan ngagetin gitu, gak percaya aja kalau aku pernah pingsan karena dikagetin.

Banyak yang kembali mempertanyakan buat apa sih join ke dalam WAG?

Aku sih simple aja:

  1. Tetap terkoneksi dengan orang-orang yang ada di dalamnya dan organisasinya misal aku gabung di grup lari EJR, aku tetap terkoneksi dengan komunitas lari ini apapun kegiatan mereka.
  2. Tau info-info penting yang dishare di grup apakah itu info tentang event, info yang ultah, meninggal, lahiran, bahkan lowongan kerja buatku semua info semacam itu bermanfaat.
  3. Siapa tau ada informasi jodoh (teteep kaaan).

Untuk saat ini WAG favoritku masih tetap EJR Extra Ordinary Jakarta Runners.

Kalau kalian punya grup whatsapp berapa banyak?

 

 

Sebulan di Medan

Pas nulis postingan Kangen Nulis kemaren, aku sempat berencana untuk bikin tulisan lanjutan setelah satu bulan di Medan tapi ya nggak janji karena belakangan memang agak malas nulis di blog. Nggak pake excuse kalo memang malas ya malas aja ya kan hehe.

Setelah tepat satu bulan di Medan ini ternyata ada banyak banget yang aku rasakan dan pikirkan dan juga yang terjadi:

  1. Aku belum sepenuhnya merasa pindah domisili. Kadang-kadang masih seperti rumah temporer tapi nggak ada perasaan kepingin balik ke Jakarta. Mungkin karena aku orangnya cepat beradaptasi dan jarang mengeluhkan hal remeh-temeh walaupun perubahannya terasa cepat.
  2. Berat badanku naik 1 kg padahal ya makanan di sini asli enak semua. Mulai dari lontong sayur yang memang wajib coba (udah pernah coba lontong sayur di Dr Mansur? kalau belum cobalah itu tempat rame banget walopun gak amazing juga rasanya), tahu goreng di depan gang Perwira, rujak takana juo, nasi padang pinggir jalan yang murah meriah itu, nasi goreng Salim, martabak mesir, dan ada 2 makanan yang belum aku coba sampai sekarang, sate padang dan sate memeng mungkin nantilah dicoba ya kalo pas lewat.
  3. Sejak di Medan dan ada di perusahaan baru, aku lebih disiplin mulai dari pagi kerja bikin catatan sampai pulang ke rumah bikin laporan semua teratur mungkin karena kultur perusahaan baru ini memang terbiasa dengan kedisiplinan. Nggak heran perusahaan ini makin maju. Disiplin kunci kesuksesan.
  4. Udah mulai lari lagi walaupun sendirian karena semua yang bilang mau ikut lari itu cuma PHP aja percayalah padaku. Hari ini aku lari juga lho kalo mau gabung japri aja karena sekarang bahaya ngeshare lokasi lari.
  5. Semakin sering kumpul dengan keluarga terutama kakak dan abangku, dan mulai terbiasa dengan tamu-tamu abangku yang dominan minta tolong itu. Budaya minta tolong yang kaya gini aku kurang suka sih karena kami terbiasa mandiri.
  6. Alhamdulillah udah ziarah ke makam alm ibu dan ayahku dan sampai sekarang setelah 7 tahun tetep mewek pas ziarah. Miss you mom and dad.
  7. Udah dapat banyak customer baru, dan mulai bisa ngikutin karakter mereka ternyata nggak sengeri yang suka diceritain bosku koq. Semoga lancar ke depannya.
  8. Bulan depan udah harus berkunjung ke Pekanbaru mungkin pertengahan atau awal belum tau nih.
  9. Prestasi tergres adalah selama sebulan ini aku belum pernah beli baju lhoo hebat kan? tapi aku udah beli 2 sepatu dan 1 jam tangan #ehh

Ada satu hal yang belum berubah dari aku dan cuma kamu yang tau :p.

Satu hal yang aku pelajari selama hidup sampai hampir usia 40 tahun ini, di mana pun kita berada akan ada masalah dan cobaan yang harus dihadapi, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Dimana ada kenyamanan di sanalah rumah kita berada.

Have a nice weekdays dan selamat menyambut tahun baru Masehi.

 

Run For Anything

Beberapa bulan belakangan itu aku memang sedang tergila-gila dengan yang namanya olahraga lari. Memang sih pas jaman SMP aku pernah ikut kejuaraan lari sprinter mewakili sekolahku trus nggak menang pulak itu tapi ya lumayanlah udah bisa mewakili sekolah. Tapi sejak itu aku jaraaang banget lari yang sebenar-benarnya lari. Paling juga lari-larian atau lari karena ngejer-ngejer sesuatu yang cuma beberapa meter.

Aku punya teman SMA, Oni namanya. Dia sedang terbiasa dengan lari sejak dua tahun belakangan. Mulai dari lari ecek-ecek 2km sampai terakhir dia ikut lari marathon 21km di Kuala Lumpur bareng suaminya (niat banget kan?). Yah aku mungkin nggak akan sepanjang itu sih sementara (who knows kalo nanti-nanti ya), yang jelas Oni rajin banget ngajakin aku lari. Dan akhirnya terwujudlah pas bulan Desember 2013 aku ditemani lari (campur jalan) di CFD dan Oni terpaksa melambatkan speednya demi aku. Pertama sih mikirnya pesimis paling kuat juga 2 kilo 3 kilo, ehhh namanya wanita ya, kalo lari campur gosip itu memang fantastic, berhasil 10 kilo aku untuk yang pertama setelah bertahun-tahun nggak olahraga dan nggak lari.

 

The first 10K Done! with Onni

The first 10K Done! with Onni

 

Sebenarnya Onni sendiri lari setiap hari katanya minimal dia lari 10K tiap hari. Sementara aku? duuh aku mau lari aja kudu jalan kaki dulu agak jauh cari track buat lari. Dan aku merencanakan bisa lari setiap hari minggu nggak muluk-muluk bisa lari tiap hari kaya Onni deh yang mau ngikutin aku kalo aku ke shanghai katanya. Tapi tetep yaa aku cuma bisa lari sebulan 2 kali karena keterbatasan waktu dan rasanya gak enak sama mbaknya rico yang harus bangun subuh-subuh jagain anakku kalo pas aku mau lari gitu.

Tapi, aku selalu mengusahakan untuk ikutan event lari mau yang ecek-ecekan atau yang besar. Dan kemarin aku berhasil ikut event lari pertamaku setelah 2 kali gagal ikutan event lari sebelumnya Colour Run (karena anakku ultah) dan Run to Remember something itu karena ada launching Lego Movie.

Aku sih ikutan event lari gak peduli mau dari mana sponsornya, kenapa bikin event itu bla bla yang penting bisa lari aja. Kecuali yang ekstrem banget mungkin nggak mau.

Nah kemarin itu ceritanya aku ikutan Run For Cervix untuk membantu para perempuan yang mengidap kanker serviks (kanker mulut rahim) karena kanker ini merupakan pembunuh nomor 2 setelah kanker payudara (untuk kategori kanker). Jadilah seru-seruan di sana ketemu pulak sama si Eyiq yang nggak janjian ikutan gitu. Untung juga ada eyiq jadi aku nggak cengok sendirian hahaa. Padahaaal nih pas udah selesai lari aku baru tau kalau di sana ada sepupuku Tria yang udah bertahun-tahun tak jumpa dan yang anehnya lagi dia lari pas depan aku (pas lihat fotonya baru ngeh).

Sign to #Save100Woman

Sign to #Save100Woman

Dan ceritanya nih aku dan komunitas bloggerku mau bikin kegiatan rutin lari lho, yok siapa yang mau ikutan?