#11 Celebrity Crush dan Lagu Kenangan

Teman bloggerku mba Ina partnerinvain   ngasi tantangan posting untuk #20DaysBloggingChallenge yang bertubi-tubi. Demikian bunyinya:

selebrity crush, cerita masa kecil yg ngga bisa dilupain, lagu-lagu kenangan, buku yang berpengaruh dalam hidup, guru yang paling diingat dan nasehatnya yg nampol dikepala, kalo boleh terlahir kembali pengen jadi siapa atau seperti apa? 10 tahun lagi kira-kira bayangan tentang dirimu seperti apa? sahabat tersayang yang sekarang lost contact, rumah idaman, tempat yang pengen didatangi sebelum mati, hal romantis yang pengen dialami tapi belum pernah ngalamin.

wooow, banyak kaaan dan asik. Makasih ya mbak udah ngasi ide postingan sebanyak itu. Mari kita kerjakan satu-persatu. *benerin kerah*

Kali ini aku pilih 2 topik dulu ya karena memang agak berhubungan sedikitlah. Pertamanya aku kurang paham maksud celebrity crush ini tapi kalo kita bilang “i crush on you” itu artinya semacam aku naksir kamu gitu. Mungkin yang dimaksud mba Ina, selebriti mana sih yang aku naksir dan buat tergila-gila gitu kali ya?

Oke, selama hidup di dunia aku baru ngefans sama selebriti itu (yang paling ngefans gitu ya) cuma vokalisnya Bon Jovi yang namanya Jon. Nggak tau kenapa mungkin karena dia suaranya seksi (menurutku) trus bodinya oke banget dan kisah cintanya juga asik bersama sang istri (jadi ceritanya dia ini cowo setia dan jauh dari gosip). Memang sih aku udah lama suka lagu-lagu mereka tapi pas si Jon potong rambut yang kemudian ngeheits untuk lagu Always itu, langsung mataku melek gitu. Wiiih ini cowo kok cakep banget ya? Tapi sumpah deh sengefans-ngefansnya aku sama selebriti nggak pula yang bela-belain beli tiket konser ke Jepang misalnya pas dia lagi konser di Jepang atau ngumpulin poster-posternya trus ngebayangin kalau jadi pacar dia. Aku bukan tipe fans yang seperti itu bahkan kalau dia ke Jakarta pun belum tentu juga aku mau nonton tergantung situasi aja. Paling aku cuma ngumpulin kaset-kaset mereka (jaman dulu itu pakenya kaset bukan VCD), trus pernah juga nggunting foto dia di majalah buat dijadiin sampul buku sekolahku dulu (waktu sekolah aku sering nyampulin buku pake komik dan majalah baru disampul plastik di luar).

Jadi ceritanya mencintai produk impor nih? Enggak juga sih, kalau ditanya produk lokal kayanya aku cuma suka sama Ariel terlepas dari perbuatan-perbuatannya yang menghebohkan waktu itu (plus videonya yang sempat ditonton. seru deh hahhaha). Ariel ini dikenal pertama kali ketika lagu Mimpi yang Sempurna booming di indonesia, padahal dulu keliatannya dia biasa banget tapi suaranya dan lirik-lirik lagunya bagus. Trus lama-lama dia kok cakep gitu ya plus cool jadilah aku suka. Tapi ya sama deh dengan Jon tadi aku juga gak bakalan jerit-jerit histeris ketika dia ada di tv, atau bela-belain minta tanda tangan.

Nah cerita celebrity crush-ku ini ada hubungan dengan lagu-lagu kenanganku. Kalau ditanya lagu kenangan, yang pertama aku ingat pasti lagu Ruthless Queen dari Kayak (hayoo pada tau nggak?) ini lagu jadul dari band yang superjadul. Ceritanya ini adalah lagu pertama yang aku sukai ketika usiaku 3 tahun. Setiap dengar lagu ini, aku selalu ingat ketika aku sedang nonton tv rame-rame dengan keluarga (jaman dulu siarannya cuma TVRI itu).

Karena punya abang pecinta lagu rock yang suka nyetel lagu keras-keras trus nggak dilarang pula sama ibuku, akhirnya aku (dan keluarga Hardy) menyukai lagu-lagunya Queen. Masih SD gitu aku udah bisa nyanyiin Under Pressure, I Want to Break Free dan Bicycle Race. Memang beberapa lagu mereka ada juga yang slow rock macam Love Of My Life dan Jealousy tapi tetep unsur rocknya kentel gitu. Lagu-lagu Queen itu selain musiknya unik, liriknya juga nggak biasa lho dan memang cocok buat bikin semangat pagi-pagi. Aku berhasil menularkan kesukaan musikku kepada anakku enrico.

Selain Queen, lagu kenanganku adalah lagu-lagunya Air Supply dan Chrisye. Punya abang yang suka ngerock ternyata kakak kedua dan ketiga jenis musiknya agak pop. Di rumah biasanya bergantian mereka nyetel lagu-lagunya Air Supply, Chrisye, Vina Panduwinata, James Ingram, Utha Likumahua, January Christy, Dian Pramana Poetra, dan asli musisi indonesia jaman dulu itu keren-keren.

Aku sih selain menyukai kedua jenis musik itu kemudian mulai suka dengan musik grunge, rapcore dan beberapa musik underground yang dipengaruhi oleh adikku yang suka banget nyetel itu di kamarnya. Jadi ceritanya kami punya kamar sendiri-sendiri. Nah kalau berkunjung ke kamar kakakku yang nomor 5 pasti di dalam itu ada lagu-lagunya air supply, queen, dian pramana poetra dan beberapa musik pop ringan lainnya, trus pindah deh ke kamarku nanti di sana mungkin ada lagu-lagunya bon jovi, queen, sheila on 7, collective souls, nirvana, linkin park, reef, limp bizkit atau the offsprings dan lainnya. Sementara itu di kamar pojok (kamar adikku) yang ga kuat denger suara orang nyanyi kaya kumur-kumur mending jangan masuk deh karena dia musiknya underground semua ada sih beberapa yang kaya pearl jam, sublime, korn, linkin park gitu yang mendingan buat telinga kakakku.

Begitupun ada beberapa lagu yang sangat-sangat berkesan buatku. Lagunya Drive “Bersama Bintang” itu adalah lagu kesukaan ibuku dulu, beliau sering banget minta diputerin lagu itu atau pas ada di tv ikutan nyanyi. Ketika ibu meninggal, suatu hari aku memergoki ayahku sedang menangis mendengarkan lagu itu. Dan di akhir-akhir hidup beliau sebelum menyusul ibuku 8 bulan kemudian, ia sering mendengarkan lagu itu. Jadi kalau aku udah denger lagu itu masih sering juga sih nangis :D.

Lagu lainnya yang berkesan adalah lagu Once “Dealova”, ceritanya pas aku hamil lagu ini menjadi lagu favorit tahun 2006. Aku sering banget mendengarkan lagu ini sambil nyanyi-nyanyi atau sebelum tidur. Nah setelah enrico lahir, kira-kira berumur 2 tahun dia minta diputarkan lagu dari hpku, waktu itu cuma ada sekitar 20 an lagu sih di memory. Pas dengar lagu Dealova ini, enrico langsung bilang iya, dan tertidur. Sampai hari ini usianya 7 tahun sebelum tidur dia sering minta diputarin lagu ini, namanya “lagu bobok”.

Trus ada lagu If Love is Blind-nya Tiffany yang dulu sering aku nyanyikan berdua dengan Aldian sambil dia main gitar. Satu lagu berkesan lainnya itu adalah lagu Christina Perri “A Thousand Years” yang aku dengarkan pertama kali bersama seseorang yang duduk di sebelahku sambil menggenggam tangan. Semoga kamu baik-baik saja (kaya lagu wali. eh bener gak sih itu yang nyanyi wali?).

Apa lagu kenanganmu?

 

Musik Pagi

Di keluargaku, dari tujuh orang anak yang tertua adalah seorang laki-laki dan merupakan laki-laki satu-satunya.

Abangku ini, sangat menyenangi musik pada jamannya. Waktu itu aku masih sangat kecil, umurku 3 tahun dan jarak usia aku dan abangku adalah 12 tahun. Maka saat itu ia sedang dalam masa SMA.

Lagu pertama yang aku sukai karena selalu terdengar di telinga adalah Ruthless Queen dari grup musik KAYAK. Abangku memiliki kasetnya (jaman dulu kan kaset). Sampai aku dewasa aku suka banget dengan semua lagu yang ada di dalam kaset itu Sad To Say Farewell, May, Keep The Change, others.

Pada tahun 1980 an itu yang selalu terdengar di rumahku saat pagi hari adalah lagu-lagu Queen semacam Bicycle Race, We Will Rock You, Another One Bites the Dust dan banyak lagi yang bagiku merupakan musik pembangkit semangat. Pembiasaan telinga terhadap lagu dengan aliran rock membuat kami semua menyukai grup musik Queen.

Sejak meninggalkan rumah untuk hidup mandiri pada tahun 2004 aku masih terus membawa-bawa kaset-kaset yang aku suka terutamanya kaset lama KAYAK, kaset berisi lagu-lagu rekaman yang ada lagu Paranoid Android nya Radiohead, kaset Queen Greatest Hits 1 sampe 3, Kaset Queen dari album lainnya, kaset-kaset Bon Jovi, dan semuanya itu mengikuti aku terus sampai akhirnya tertinggal di suatu tempat di pulau Bangka. Sejak itu aku rajin mengumpulkan di hape saja.
Namun karena terbatas maka tak bisa semua lagu yang kumuat.

Beberapa kali aku berniat membeli perlengkapan untuk memutar audio di rumahku namun mengingat tempat yang masih sempit rasanya belum terlalu perlu, namun karena ingin memulai pagi hari enrico dengan suasana yang sama saat aku kecil, belakangan aku mulai rajin mengumpulkan lagu-lagu lama yang aku suka, dengan aliran musik yang sama.

Beberapa pagi telah kumulai dengan lagu Bicycle Race, It’s A Kind Of Magic, Killer Queen nya Queen, It’s My Life nya Bon Jovi, dan aku merasa lebih bersemangat lagi, enrico pun sangat menyukai musiknya. Kami memulai pagi dengan mengikuti irama musik yang membahagiakan hati.