Tulisan yang Sehat dari Tubuh yang Sehat

Serius ini. Bukan maen-maen *ngubek-ngubek tas nyari sisir* *pasang tampang serius*.

Sudah pernah aku ceritakan lho perjuanganku untuk kembali rajin berolahraga khususnya olahraga lari yang sebenarnya murah meriah (kalo berangkatnya nggak naik taksi sih Jul). Sebagai seorang blogger yang menyukai olahraga (khususnya catur), aku berusaha keras untuk memerangi kemalasan dalam diri untuk bangun subuh-subuh (dan sekaligus memerangi kemalasan untuk sholat subuh juga kan). Sejuta kali ngeles diajak Onni untuk lari-lari di CFD sampe Onni yang cuman lari 2 kilo udah bisa lari 21 kilo.

Tapi, kalau menurut kata-kata bijak yang sering bertebaran di timeline, tidak ada kata terlambat untuk sesuatu yang baik maka sejak Desember 2013 aku pun memulai lari kembali dan kali ini bukanlah lari dari kenyataan *cihuy*.

Trus, lari pertama (yang campur jalan dan gosip) ini berhasil menempuh 10km walau habis itu kakiku sakit banget pas naek turun tangga. Dan sejak itu rasanya rugi deh kalau nggak lari lagi. Malah aku jadi ikut-ikutan kepingin ini menjadi rutinitas buatku. Dan karena telah merasakan sendiri betapa dahsyatnya efek lari buat tubuhku, aku jadi kepingin ngajak-ngajak teman-teman blogger untuk ikutan lari.

Coba deh pikir, kita tuh udah seharian kerja (dan sekolah), ngurus anak (buat emak-emak), ngurus suami (baik suami sendiri maupun suami orang lain #abaikan), belajar, berkutat di depan leptop dan hp sibuk dengan riuhnya media sosial. Ada yang sambil duduk aja atau sambil tiduran, tetep kan tubuh nggak gerak. Maka dari itu nggak heran kalau lemak tertimbun dimana-mana baik dari konsumsi lemak itu sendiri maupun konsumsi karbohidrat yang tidak diproses dalam tubuh dan berubah menjadi lemak. Hiiy seram kaan? 1 kg lemak aja besarnya udah lebih dari 2 kepalan tangan, gimana kalau kelebihan lemak dalam tubuh kita 4kg atau 5kg, maka akan jadi melarlah tubuh kita.

DI dalam tubuh yang kelebihan lemak akan muncul banyak penyakit. Demikian pula kalau gula di dalam darah (yang berasal dari konsumsi karbohidrat berlebih) tinggi akan memperparah keadaan itu. Penyakit akan lebih cepat singgah, diabetes mellitus, jantung koroner, bahkan penyakit paling ringan sekalipun yaitu sakit kepala.

Paling nggak enak kan kalau sakit kepala trus ada job postingan yang kudu selesai hari ini juga. Tulisan pun nggak konsen isinya, nggak fokus bahkan buat yang banci kontes, malah nggak tau mau nulis apa ketika sedang sakit kepala. Coba deh kalau rajin lari, oksigen di dalam darah akan semakin lancar jalannya, trus masuk ke otak dengan jumlah yang cukup, lalu inspirasi menulis juga makin kenceng deh jadinya.

Mula-mulanya ngajak blogger lari, aku cuma ajak begitu saja gak pake embel-embel nama komunitas, tapi yang datang malah nggak ada, jadilah aku lari sendirian. Trus kedua kali ngajak, yang datang cuma satu orang si Gani (blogger bekasi). Dan akhirnya setelah ngobrol-ngobrol dengan Alfan dan komunitas Dbloggerku, kita sepakat bikin program DBloggerRUN yang bakal rutin diadakan sebulan sekali minimalnya. Pertama kali Dbloggerrun aku malah gak datang karena anakku sakit, trus teman-teman juga masih males-malesan tuh mungkin susah bangun paginya itu ya.

Dan akhirnya DBloggerRUN sesi kedua kemarin berhasil dilaksanakan dihadiri 8 orang (alhamdulillah), walopun pas jam 6 aku nyampe, anak-anak belum ada yang nongol jadilah aku lari sendirian cuma 3 kilo aja. Balik-balik ke bunderan hi, udah ada Arie Goiq, Melly, kakaknya Melly dan temennya yang katanya baru selesai sarapan hihi. Trus, Alfan dan Bang Aswi yang udah sepedahan dari Kelapa Gading menyusul, ditambah Mila yang habis lari dari GBK menyusul. Lari lagi deh dari bunderanhi ke Monas, tapi tetep nggak lupa narsis foto-foto di sepanjang jalan (yah namanya juga bakat narsis kan harus disalurkan).

#DBloggerRUN 16 Mar 2014

#DBloggerRUN 16 Mar 2014

#DBloggerRUN, Jl Thamrin Jakarta

#DBloggerRUN, Jl Thamrin Jakarta

Sampai jumpa di #DBloggerRUN bulan depan yaa kalau ada yang mau ikutan colek aja aku ^^. Ayo Lari! Tulisan Sehat dari Tubuh yang Sehat!

Mendadak Model

Setelah sekian harinya aku sok sibuk jadi detektif (yang akan kuposting kemudian setelah kasusnya reda), akhirnya aku (sok-sok) menyempatkan diri bikin postingan.

Daan kali ini postingannya berbeza banget. Kenapa? Karena selain aku numpang narsis, aku juga pengen nyeritain pengalamanku mendadak jadi model catwalk versi emak-emak.

Ini merupakan pengalaman ketiga kali jadi model dadakan versi blogger setelah aku pernah ikutan Blogger Bicara Fashion di Blogdetik, ikutan Fashion SHow Srikandi Blogger 2013, dan yang terbaru ikutan lagi di Srikandi Blogger 2014.

Sebenarnya aku termasuk jarang dandan, tapi sesekali memang didandani untuk acara tertentu. Misalnya saat manggung untuk membawakan tarian daerah, untuk sesi pemotretan bareng keluarga (ini motret bareng keluarga aja dah kaya model beneran) dan untuk event yang kaya gini ini. Jadi bisa dibilang jaraaang banget pake kosmetik selain pelembab, bedak tabur dan lipgloss.

Selama didandani dengan bermacam-macam merk kosmetik itu, wajahku memang yah cukup berbeda dari biasa. Kali ini aku dapat pengalaman dirias dengan produk Sariayu Martha Tilaar dan gak tanggung-tanggung yang merias adalah make-up artist profesional. Rasanya senang banget dapat kesempatan ini. Trus karena aku satu-satunya Makmod (mak model) yang tak berhijab maka aku pun berkesempatan dirias rambutnya oleh team dari Sariayu jugaaa. Hasek gak sih?

Pagi-pagi jam 7 aku udah ready aja di Museum Nasional tempat di selenggarakannya perhelatan Srikandi Blogger 2014. Udah ada beberapa teman blogger yang siap untuk jadi model dadakan bareng aku juga. Ada Mia, Winny, Eska dan Novi duduk dengan setia. Team perias dari Sariayu pun sudah hadir cuma kami masih menunggu ruang rias dibuka.

Sebelum dirias

Sebelum dirias

Jam delapan tepat waktunya untuk para model dadakan dirias. Sihiiy. Aku buru-buru ganti baju atas karena baju yang kukenakan itu manset dalaman yang harus dimasukin dari kepala. Ntar malah kena bedak dan ngerusak rambut kan? Jadilah aku dengan manis duduk di kursi khusus untuk makmod.

Aku kan memang orangnya penurut, jadi pas make-up artistnya (lupa nanya namanya pokoknya orangnya cantik) suruh merem, ya merem. Disuruh dongak, ya dongak. Disuruh matanya lihat ke bawah, ya lihat ke bawah. Pasrah gitu. Nggak lama, cuma kira-kira 20 menitan lho si mbak make-up artist ini selesai merias wajahku.

Make-up artist Sariayu sedang merias mataku

Make-up artist Sariayu sedang merias mataku

Dari sejak dirias aku belum ada lihat-lihat ke cermin karena kata make-up artistnya sengaja supaya surprise gitu. Selesai rias wajah aku pindah ke bagian rias rambut. Kira-kira rambutku mau diapain ya? Soalnya tahun lalu tuh aku cuma dicepol yang kaya ibu-ibu gitu kurang sreg deh rasanya. Si mbak hair stylish-nya orangnya rame gitu dan cantik juga, gak pake lama cuma naikin rambutku ke atas, bikin kunciran, jepit sana-sini, kasi hair spray dan dia bilang udah selesai. Widih cepet amat yaak. Jadi penasaran.

Dan beginilah hasilnya, taraaaaa

Make-up and Hair Do by Sariayu Martha Tilaar

Make-up and Hair Do by Sariayu Martha Tilaar

Beda banget yaa sama aslinya. Ternyata aku bisa jadi cantik juga :D. Karena aku kebagian waktu dirias pagi banget sekitar jam 9 udah selesai, aku sempat ngeri juga make-upnya bakal luntur saat fashion show yang kemungkinan jadwalnya sekitar jam 2. Trus kami pun diminta untuk makan siang dulu sebelum menuju stage. Haduuh gimana ya aku kan orangnya paling ga bisa mempertahankan bedak dan lipstik di wajah dan bibirku. Tapi demi keberlangsungan perut yang mulai meronta ya terpaksalah aku makan siang. Makannya sih gapapa tapi pas minumnya ini yang susah karena gak pake sedotan hahhaa. Ajaib lipstik Sariayunya memang beneran waterproof sesuai dengan yang diinfokan oleh mbak make-up artistnya. Trus karena aku memang agak belepotan jadi cuma ngerapihin di bagian ujung bibir aja yang keluar dikit. Sisanya tetep meraaah.

Jam 1 lewat 30 menit, dengan cemas aku memeriksa wajahku yang gampang keringatan. Daaan bedak Sariayunya teteep nempel gak ada pecah-pecah gitu karena keringat. Pengalaman dulu pernah juga dirias pas wisuda selesai baru jam 1 bedakku udah kaya apa lunturnya. Tapi ini masih rata dan kinclong jadi nggak perlu ditouch-up. SIhiiiy dan alhamdulillah penampilan aku dan teman-teman makmod ternyata lancar jaya.

Ini sebagian foto-foto selama fashion show.

Bersama Makmod lainnya - picture taken from Mia Fauzia

Bersama Makmod lainnya – picture taken from Mia Fauzia

with Mia Fauzia, picture taken from Evi Indrawanto

with Mia Fauzia, picture taken from Evi Indrawanto

Makmod - picture taken from Myra Anastasia

Makmod – picture taken from Myra Anastasia

 

 

Udah jam 5 sore bedaknya masih nempel cuma matanya aja yang belepotan karena aku kucek2 terus :)))

Udah jam 5 sore bedaknya masih nempel cuma matanya aja yang belepotan karena aku kucek2 terus :)))

 

Rasanya beruntung bisa mendapatkan pengalaman ini. Thanks to Sariayu Martha Tilaar, Thanks to KEB, thanks to Haya dan Riski dan thanks juga buat semua Makmod ^^.

 

 

Online Shopper

Entah sejak kapan mulanya aku jadi penggemar online shop. Mula-mulanya nyobain beli buku online karena ada diskon 20 persen, tapi kalau belanja online itu kan selain ga bisa pegang-pegang produknya, juga lama nunggu barangnya dimiliki. Akhirnya mengurangi belanja buku online toh tiap hari juga ke toko buku yang itu.

Mulai belanja buku, trus beli sprei, handuk karakter, tempat pensil, sampai akhirnya belanja online baju. Nah di sini nih yang membutuhkan tingkat ketelitian super. Kenapa? Soalnya kalau buku, sprei, handuk itu kan gak butuh ngepas ke badan tapi kalau baju atau sepatu kudu dipas kan?

Ceritanya aku menemukan toko online yang kalau kita galau dengan size yang diberikan ada keterangan tentang size lengkapnya. Kadang-kadang meskipun seringnya pakai ukuran S tapi beberapa brand ukuran Snya nggak pas di aku ada yang kegedean ada juga yang ngepas banget gak ada sisa-sisanya gitu ada juga yang kekecilan (mungkin ini pas lagi gendut ya).

Tapi kalau di Zalora nggak perlu bingung sih nentuin ukuran karena mereka sudah nyediain panduan ukurannya. Kalau masih ragu juga bisa chatting buat tanya-tanya ke customer servicenya.

Nah ceritanya aku seneng banget donk karena aku dapat hadiah voucher belanja di Zalora (makasih ya mbak :D), jadi aku pilih deh blus yang ini:

Picture1

Dan penampakannya adalah seperti ini

1504010_10202517559795707_379951697_n

hayoo cakepan mana? :p

Thanks to Zalora :D.

 

Dblogger itu….

apa ya?

Pertanyaan itu udah sering banget aku jawab sampe rasanya hapal di luar kepala jawabannya.

Cerita tentang dblogger itu seperti tak ada habisnya karena meski sempat memutuskan untuk keluar dari kepengurusan dblogger tapi jiwa dan raganya masih aja peduli dengan komunitas yang satu ini sebab aku adalah bagian dari dblogger itu sendiri.

Kalau mau tau sejarah berdirinya dblogger bisa baca-baca di postingan ini.

Yang bermula dari pertemuan sambil lalu dengan eyang anjari di instansi tempat aku mengurus beberapa dokumen, lalu dilontarkan ide oleh admin blogdetik versi lama mas fanabis, ditambah antusiasme teman-teman blogger yang dulu sering chatting ym, akhirnya komunitas ini terbentuk pada tanggal 11 januari 2009 dengan ketua pertamanya Hilman (hil lo kemana sih sekarang?).

Perjalanan panjang komunitas ini memang banyak sekali dramanya. Mulai dari merajok-merajokan, nangis-nangisan, berantem-beranteman dan macam-macamlah itu tapi semangat kebersamaan dan kekeluargaannya selalu terasa kuat.

 

x2_a586ff4

ultah dblogger taping bareng kick andy

 

 

385402_4903034731460_1033735099_nultah dblogger ke-4 #blogstalgia

45498_3564881380271_954750441_n

ultah dblogger ke-3, we share because we care

170092_146327075425199_100001437231887_263707_211730_o

ultah dblogger ke-2 #Dbloggereaction

Dblogger itu tak terkatakan, sebab begitu besar artinya di dalam hatiku. Berisi orang-orang yang kucintai.

Selamat ulang tahun ke-5 Dblogger.

Gen Pengumpul Sepatu edisi 3

Ini tulisan tentang gen pengumpul sepatu bagian ketiga setelah pernah menulis tentang ini dua kali sebelumnya di blog julie.

Kebanyakan perempuan (laki-laki juga sih) pasti punya sepatu lebih dari satu. Misalnya sepatu buat ke sekolah (bagi yang masih mahasiswa) pasti beda dengan sepatu buat ke kantor, ke  pesta dan jalan-jalan bareng teman, pacar atau keluarga.

Aku pernah melakukan survey mini seputaran beberapa teman tentang berapa banyak sih jumlah sepatu yang mereka miliki? Survey ini tujuannya ingin tau berapa jumlah wajar sepatu yang dimiliki oleh seorang perempuan. Ternyata rata-rata perempuan memiliki minimal 3 sepatu (dan ini tidak termasuk sandal ya). Biasanya sepatu yang mereka miliki adalah sepatu kerja (dan biasanya berwarna hitam), sepatu ke kondangan (pesta) dan sepatu flat buat jalan-jalan.

Tapi sebagai salah seorang pemilik gen pengumpul sepatu memang jumlah sepatu yang aku miliki agak lumayan banyak. Dan pastinya aku nggak sendirian. Bahkan masih banyak perempuan yang jumlah sepatunya bisa buka toko misalnya.

Sepatu apa sih yang paling aku sukai modelnya. Sepatu Mary Jane dan boots.

Kalau dihitung saat ini aku memiliki 4 boots, 3 sepatu mary jane dan beberapa sepatu lainnya.

Karena mendadak jadi kecanduan ikut lari (ceritanya mau bikin komunitas Blogger Runners ini), yang sebelumnya di rumah cuma punya 2 sepatu olahraga dengan jenis daystyle, dua minggu yang lalu aku mendapat hadiah sepatu khusus lari (running shoes) dari yang tersayang. Lalu bertekad mulai rajin lari lagi. Sejak saat itu tiba-tiba saja gen pengumpul sepatuku mulai bergeser dari cari-cari sepatu boots dan pump shoes sekarang jadi lebih suka cari-cari sepatu running.

Padahal tau sendiri kan kalau sepatu lari itu muahaaal banget harganya. Okelah di toko-toko sport kadang ada acara diskon tapi saking banyaknya sepatu jadi pusing sendiri mau milih dan beli yang mana. Trus kalau cuma lihat-lihat aja jadi tengsin sendiri sama pramuniaga tokonya. “Ini orang lihat-lihat sepatu iya beli kagak,” gitu kira-kira dalam hati abang pramuniaganya kali ya.

Ternyata niiih aku nemu sepatu cakep yang warnanya juga pas buat perempuan (yang cantik seperti aku) di toko online Zalora. Coba lihat dulu penampakannya.

reebok-0806-53619-1-catalog

sumber foto : zalora

Biasalah namanya juga perempuan mau ke pesta kek, ke kantor kek, olahraga kek pasti deh maennya matching-matchingin warna. Soalnya nih celana dan baju lariku warnanya ngepink trus kalau sepatunya biru jadi kaya ada yang kurang gitu :p.

Beberapa teman mungkin ada yang kurang nyaman belanja tanpa sentuh-menyentuh macam di toko online gini apalagi beli sepatu ya? Tapi kalau menurutku sih nggak perlu susah-susah mikir, beli sepatu olahraga itu biasanya beda dengan sepatu kerja atau sepatu jalan. Kalau pakai sepatu olahraga kita kudu menyisakan ruang untuk pemakaian kaus kaki jadi pilihlah satu nomor lebih besar dari nomor biasa. Atau coba aja ke toko sepatu sebelumnya dan paskan nomornya trus beli deh di toko online ini malah gratis ongkir. Jadi malah makin hemat kan soalnya nggak perlu jauh-jauh ke mall, nyari parkiran atau habisin ongkos tinggal terima aja ke alamat kita. Pas aku cek cara pembayarannya malah bisa COD (Cash On Delivery) lho jadi bisa bayar di tempat saat kirim gitu.

Trus buka-buka lagi ternyata atribut-atribut lari buat perempuan banyak juga ini. Waah *Megangin dompet*.

Jadi siapa nih kira-kira yang mau beliin aku sepatu di atas? 😀