Tentang Sepatu Lari

Iya sih aku memang diciptakan cuma sebagai pelari hore soalnya sampai hari ini baru bisa lari paling jauh 10K tapi bagaimana pun tetap gak pernah bosan ngomongin soal olahraga yang satu ini terutama sepatunya. Namanya juga udah kegilaan lari.

Pertama kali berniat serius untuk lari itu tahun 2012, gara-gara merasa badan makin berat dan memang kepingin aja soalnya aku kan lasak jadi susah juga kalo diem gak olahraga maka dipilihlah olahraga lari yang murah meriah.

Untuk menjadi pelari awal gak bisa dibilang murah karena saat itu aku benar-benar beli seperangkat alat lari yang dibayar tunai! Aku beli celana dan baju lari 2 pasang, kaos kaki baru dan karena mamas yang baik hati akhirnya aku punya sepatu lari yang pertama yang dibeliin tahun 2012 itu.

sepatu lari pertamaku

sepatu lari pertamaku

 

Di tahun 2012 itu aku sempat ikut race pertamaku yang menurutku sih masih ecek=ecek karena cuma 5K dan aku masih lari campur jalan. Lari 100 meter jalan 100 meter lari lagi trus pace juga masih ngik ngok antara 10 sampe 9 paling paten.

Supaya lariku semangat aku ngajak-ngajak beberapa teman blogger tapi cuma 2-3 kali lari di CFD trus bubar gak ada kabar. Gak putus asa aku juga ngajak teman-teman kantor tapi tetep aja gak ada yang mau ikut malah aku diketawain gitu kata mereka “ngapain capek-capek lari keringetan”. Ya Tuhan berilah aku kesabaran.

Tahun 2013 aku masih konsisten lari tiap 2 minggu sekali di CFD gak peduli mau sendirian juga aku tetap lari. Bahkan aku ikut race sendirian. Terhitung ada 3 race yang aku ikuti dan semuanya memang hanya untuk challange diri sendiri supaya dapat personal best.

Tapi berhubung bisnis sedang gonjang-ganjing dan aku diminta untuk membantu bisnis keluarga, otomatis lariku pun mulai nggak konsisten tahun 2014 aku tercatat hampir gak pernah lari kecuali di luar Jakarta dan di event Jakarta Marathon itu pun karena jadi sponsor. Tapi di event Jakmar ini justru larinya 10K. Bosku yang memang tau aku hobi dan gila lari pengen ikutan dan ngajak semua team ikut didaftarkan tapi dari segambreng orang-orang yang didaftarkan cuma 5 orang yang lari beneran sisanya cuma foto-foto di finisher booth dan tetep megang medali. Pada saat itu sih mereka ngetawain aku gitu kenapa capek-capek lari padahal mereka juga dapat medali. Tapi aku tetep cuek aja dan bilang bahwa medali yang aku dapat dengan berlari 10K itu beda rasanya dengan medali mereka yang ga lari sama sekali if you know what i mean.

Tapi kenapa kita jadi lari dari judul ya? Ini kan judulnya sepatu lari. Oke balik ke judul, untuk membuat lariku makin semangat aku akhirnya menambah 1 koleksi sepatu lari lagi yang berjudul adidas dan belinya pun sama si ilham anak blogger bekasi yang uhuy dan kebetulan kerja di adidas otomatislah aku dapat harga miring banget ampe mau jatoh. Mana sepatunya boost pula kan keren harganya yaaa kepala 1.

 

IMG_20151121_004214

sepatu lari pinkish

 

Setelah event lari Jakmar 2014 bisa dipastikan aku jadi jarang banget lari mungkin bisa dibilang tiap 3 bulan cuma 1 kali lari. Tapi aku selalu berusaha untuk lari di kota atau negara lain. Pas ke Bali bulan April 2014 aku sempatin lari di sekitaran hotel Mercure dan saking paginya bangun sampe aku ketakutan sendiri karena gelap banget. Maksud hati mau lari 5K ehh akhirnya cuma 2K karena ketakutan sepi banget ga ada tanda-tanda kehidupan.

Trus trip berikutnya ke Thailand aku juga lari 2 kali pertama cuma di sekitaran resort dan yang kedua di pinggir pantai. Berat banget lho ternyata lari di atas pasir itu. pace yang biasa 8 bisa drastis turun jadi 10 sampe 11. Belum lagi tantangan dikejar anjingnya itu sungguh pengalaman yang menakjubkan *elap keringet*.

Akhirnya nih ya pada bulan yang hampir sama dengan tahun lalu, perusahaan tempatku kerja kembali menjadi salah satu sponsor Jakarta Marathon dan kebetulan akulah yang dipaksa menjadi pic untuk proyek lari kali ini. Berhubung pengalaman tahun lalu mubazir banget racepack lari buat seluruh umat kantor ga dimanfaatin, akhirnya aku menitahkan ke semua yang daftar lari bahwa mereka wajib lari kalau mau mendaftar dan dapat race pack jadi ga cuma gaya-gayaan pake kaos jakmar trus datang siang-siang buat ambil medali. karena aku memang diciptakan Tuhan jadi makhluk yang judes otomatis dari 20 peserta yang kudaftarkan cuma 2 orang yang ga ikutan lari. Alhamdulillah. Dan sejak saat itu tren lari di kantorku semakin happening.

Berhubung event terakhir ini aku mendapatkan time result yang jelek dan jauh dari target aku memutuskan harus punya sepatu lari yang lebih serius. Minimal ya merk Brooks yang menempati tempat ketiga dari review pelari-pelari profesional dan karena brand Newton juga ga ada di sini sih susah nyarinya. Dengan bantuan sponsor tersayang dan tercinta akhirnya aku punya sepatu lari baru horeeee makasih ya kamu. Biasanya beli sepatu karena warnanya bagus selain mikirin buat lari  kali ini lebih ke pertimbangan fungsinya yang bisa lari jarak jauh. Jadi warna abu-abu pun kubeli karena kan udah punya warna pink ya.

 

my new running shoes

my new running shoes

Jadi kayanya cukuplah ya sepatu lariku 3 aja sementara waktu karena sekarang lagi musim ngumpulin topi buat lari. Doain ya tahun depan targetnya Half Marathon 21K. Aaamiiin.

18 thoughts on “Tentang Sepatu Lari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s