Being A Mom

Oh so many years ga nulis di sini. Lebay.

Dan tiba-tiba saja tampilan dasbornya udah kaya gini. Kaya gini lhoooo *nunjuk-nunjuk layar*.

Jadi ceritanya nih aku lagi kepingin nulis tentang sesuatu (bukan syahrini) yang berhubungan dengan ibu. Entah kenapa beberapa hari ini lihat di fb ada yang share tentang ibu bekerja yang diceng-in sama temennya yang jadi ibu rumah tangga (istilahnya Full Time Mom). Sama-sama nyolot sih si temen yang kerja ini dengan soknya bilangin apa gak bosen di rumah aja ngurus anak padahal dia sarjana trus si temennya yang ibu rumah tangga bilang bahwa justru anaknya lebih beruntung karena diasuh sama sarjana daripada anaknya dia yg diasuh cuma sama tamatan SD.

Tulisan ini diciptakan bukan karena aku mau ngebelain ibu-ibu yang bekerja sebab ya udah pastilah aku ibu bekerja kalo gak mau makan apa anakku. Jadi aku bikin postingan ini lebih kepada kita harus saling memahami kenapa seorang ibu memilih untuk bekerja?

Ada banyak alasan seorang perempuan yang bersuami dan punya anak memilih untuk bekerja:

1. Harus ikut bekerja karena penghasilan suami dirasa tidak cukup

2. Harus bekerja karena suami tidak bekerja

3. Merasa harus bekerja karena memiliki kemampuan

4. Merasa harus bekerja karena ingin belajar bagaimana suasana bekerja dengan tujuan suatu hari akan menjadi pengusaha

5. Merasa harus bekerja karena ingin berkarir

 

Dan sudah pasti seorang perempuan yang tidak bersuami tapi memiliki anak memilih untuk bekerja:

1. Penghasilan satu-satunya adalah dari sang ibu

2. Meskipun mantan suami memberikan sebagian penghasilannya untuk anak mereka tetapi ada persiapan dari sang ibu untuk memiliki penghasilan just in case kalau si mantan suami ini tidak bertanggung jawab

 

Sebagai seorang ibu bekerja dan punya latar belakang pendidikan yang sangat mungkin untuk dikembangkan, aku terlahir dari seorang ibu bekerja dengan 7 orang anak yang suaminya pun bekerja. Kami semua dibekali pendidikan sampai tingkat universitas dengan tujuan supaya bisa menguasai bidang keahlian yang bisa digunakan untuk masa depan. Sejak kuliah aku terbiasa kerja freelance karena merasa kegiatan kuliah dan praktikum masih kurang untuk menghabiskan energi dan begitu lulus langsung deh kerja beneran. Ternyata setelah menikah pesan alm ibuku cuma satu, jangan pernah berhenti kerja selama kamu masih produktif. Aku tanya sih kenapa? Lalu jawaban ibuku simple aja, bahwa kita nggak akan tau umur kita sampai berapa demikian juga dengan pasangan kita. Jadi itu buat preparasi aja ketika satu hilang maka masih ada yang menopang. Bukan berarti mendoakan pasangan cepat mati. Enggaklah. Cuma ketika masih muda, kuat dan produktif, kenapa kita nggak bekerja mengumpulkan ilmu (dan uang) untuk modal di masa depan, right? Tapi buat yang suaminya kaya ya gak apa-apalah nggak kerja😀.

Jadi semua orang punya alasan masing-masing kenapa dia jadi IRT kenapa dia jadi ibu bekerja. Jadi gak usah saling menyalahkan dan merasa lebih benar. Jujur ajalah ibu-ibu rumah tangga yang di rumah seharian ngurus anak pasti dalam hatinya iri juga kan lihat ibu-ibu bekerja yang bisa keluar rumah dan jalan sana-sini. Tapi coba tanya aja ibu bekerja itu (termasuk aku) pasti dia juga iri lho sama ibu-ibu yang di rumah aja (ngabisin duit suami) bisa ngurusin anak dan rumah. Semua nggak ada yang sempurna.

Trus, gak semua pengasuh anak itu lulusan SD kok. Pengasuh anakku itu lulusan D1 ^^. Dan nggak setuju banget dengan istilah Full Time Mom karena gak ada ibu-ibu yang Half Time.

Ketika kita melahirkan seorang anak, exactly kita pun telah menjadi FULL TIME MOM bahkan in the rest of your life.

 

 

5 thoughts on “Being A Mom

  1. I don’t think istilah buat ibu gak bekerja itu full time mom karena semua ibu ya pasti full time dong ya masa part time. :p

    Istilah yg bener itu stay at home mom (SAHM).

    Anyway kok masih ada aja yg merasa sahm lbh baik dibanding working mom atau sebaliknya ya. Padahal situasi org kan beda2. Gak ush didengerin lah kalo ada yg komentar komentar begitu ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s