Impian

Biasanya sebelum menulis sebuah postingan, aku selalu menulis judulnya. Tapi kali ini aku nggak tau mau nulis judul apa?

Apa yang pengin aku tulis kali ini adalah hasil pemikiran setelah perbincanganku dengan dua orang headhunters yang menghubungiku untuk sebuah pekerjaan baru. Karena interview ini sifatnya sedikit casual jadi apa yang aku perbincangkan dengan beliau berdua lebih terkesan santai.

Selama ini sih ketika melalui proses interview untuk sebuah pekerjaan, fokus yang aku ceritakan pada user adalah keahlian yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut. Kali ini aku menceritakan semuanya dengan lebih bebas, karena yang pertama aku nggak berusaha memberikan kesan yang menarik sebab aku sendiri belum tau pasti berniat atau nggak untuk pindah pekerjaan.

Saat ditanya tentang job description, apa saja yang aku lakukan pada tiga pekerjaan yang terakhir ternyata aku sendiri baru sadar bahwa aku punya banyak kemampuan (kemana aja sih Jul?). Tapi aku memang tipe pekerja yang nggak money oriented sih (insya Allah semoga mudah-mudahan nggak money oriented untuk segalanya), jadi aku akan menyukai pekerjaan itu karena memang menarik dan membuat aku lebih kreatif serta banyak ilmu yang bisa aku dapat. Okelah kita nggak mungkin nggak butuh uang apalagi dengan kondisi yang aku harus cari uang buat diri sendiri dan anak, tapi selama yang aku dapat itu masih dapat memenuhi kebutuhan (beli baju, sepatu, buku dll) maka ya asik-asik ajalah meskipun bisa dikatakan pendapatanku termasuk kecil untuk cakupan pekerjaan yang besar.

Saat diinterview itu ada satu pertanyaan yang menjadi pemikiranku setelah aku pulang.

Mereka menanyakan, jika aku nggak mengutamakan gaji dalam pekerjaan lalu apa yang menjadi impianku?

Dan ternyata impian itu memang penting ya sodara-sodara. Kalau kerja sekedarnya aja bisa dapat duit, bisa memenuhi kebutuhan keluarga, bisa haha hihi bareng teman-teman (dan Aa), bisa belanja baju, sepatu dan lainnya, trus apa yang menjadi impianku di masa depan berkaitan dengan pekerjaan itu?

Tentunya impian itu nggak harus berkaitan dengan karir kan?

Impianku tentunya ada, dan semua itu masih menjadi sebuah cita-cita besar di dalam hidupku. Impian menjadi sesuatu yang membuat kita tetap hidup dan bersemangat selain cinta dan kasih sayang.

Dan akhirnya aku pun tau harus kasi judul postingan apa😀.

 

 

16 thoughts on “Impian

  1. gua kalo bikin postingan gak pernah nulis judul dulu lho. selalu postingannya dulu. setelah kelar baru mikir mau dikasih judul apa. hahaha.

  2. sayapun setelah berhasil meraih cita2 saya, lalu saya bingung saya mau seperti apa lagi di sini..🙂 tapi sekarang alhamdulillah saya sudah tahu ingin seperti apa… hanya saja jalannya agak berliku dan berbatu..🙂
    Terimakasih sharingnya Ka, mengingatkan saya akan mimpi saya lagi..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s