Blogger dan Politik

Sok iye kali aku nulis postingan tentang blogger dan politik? Iyelah. Macam ngerti aja awak tentang politik ya kan?

Sepanjang sejarah kehidupan aku pernah merasakan belajar yang agak-agak menyinggung politik itu ketika tergabung di Himpunan Mahasiswa Islam sebagai pengurus. Pas masih junior-juniornya gitu aku didaulat untuk memimpin Raker HMI komisariat kampus dan baru itu deh ngalamin yang namanya jadi pemimpin sidang paling nggak betahin. Ada yang sengaja ngerjain aku karena aku memang termasuk mahasiswa baru yang paling amit-amit imut. Trus ada pula yang ngelempar gelas kopinya ke aku karena katanya aku pimpinan sidang yang nggak tegas. Sejak itu aku kapok deh jadi pimpinan sidang. Tapi ketika melihat persidangan para wakil rakyat buat aku itu biasa aja deh karena udah sering lihat jaman kuliah dulu.

Terus terang aku sangat tidak tertarik dengan politik. Mulai jaman kuliah dulu sampai sekarang. Entah karena nggak suka dengan lika-likunya, nggak suka pelajaran tata negara atau memang nggak suka dengan skenarionya jaman orde baru dulu (aku kan hidupnya jaman orde baru dulu). Semuanya ada kontribusi yang buat aku nggak tertarik. Bahkan mengamati situasi politik pun rasanya mau-mau malas.

Nah jadi ceritanya tahun 2014 adalah tahun politik yang panas di Indonesia. kenapa panas? Ya jelas aja panas. Karena presiden yang sebentar lagi turun dianggap gagal menghandle negara trus tiba-tiba muncul nama-nama baru ke permukaan yang akan dicalonkan jadi presiden. Tapi juga ada nama-nama lama yang berasal dari orde baru. Yang menjadi demikian happening adalah ketika salah tiga (soalnya yang aku tau ada 3 jangan-jangan lebih ya?) dari capres menggunakan blogger sebagai media mereka untuk berkampanye. Salah nggak sih? Ya nggak salah juga. Fine-fine aja.

Yang menjadi salah pada akhirnya adalah ketika kita menulis tentang satu tokoh dengan berbunga-bunga entah karena memang cinta atau karena duitnya (krik krik) tanpa melihat realitasnya. Okelah let say kita harus menulis tentang hal yang baik, tapi ya nggak juga dibaik-baikin banget sampe terkesan sinetron. Trus oke juga sih kalo memang ingin mengangkat sisi baik sang capres yang satu ini. Tapi sebaiknya berhati-hati saat kita menerbitkan satu postingan yang menjatuhkan tokoh lawan, karena publik akan menilai bahwa tindakan tersebut sudah merupakan bagian dari kampanye dalam meningkatkan mutu capres yang sudah membayar kita. Jalan pikiranku sadis? Nggak jugalah. Itu kan memang kenyataannya. Udah deh nggak usah munafik.

Maka dari itu sebaiknya jika kita memang ingin terlibat dalam kampanye, lebih baik menulis sesuai logika. Jangan sampe gara-gara satu tulisan jelek trus jadi panjang deh. Kalau cuma dicibir atau dikomen negatif masih mending ya, kalau akhirnya berbuntut perbuatan yang buruk gimana? Stay safe in this hot situation, friend.

Nah trus kita nggak panjang-panjang deh cerita politiknya, karena aku mau pengumuman tentang pemenang giveaway #PostByRequest kemarin itu. Jadi aku telah memilih 2 pemenang yang aku anggap unik permintaannya.

1. Agung karena request postingan tentang apa yang aku sukai dan apa yang pasanganku sukai. Dan apakah yang kami sukai itu sama atau nggak? Terus terang belum pernah terpikirkan sampai ke sana dan jangan-jangan aku nggak tau apa yang dia sukai? Hahahha. Ini termasuk request yang sulit dan unik.

2. Debby, karena request postingan bersambung tentang segala hal. Misalnya piala dunia disambung pemilu disambung cerita cinta dll. Sumpah deh ini susah banget kayanya dan ada kemungkinan aku nyerah :p.

lego keychain

lego keychain

Buat Agung dan Debby mohon mengirimkan alamat dan nomor telpon ke emailku yaa di julia_hardy(at)yahoo.com. Buat semua teman yang sudah menuliskan requestnya terima kasih banyak ya.

Gara-gara bikin ini aku jadi kepingin bikin keychain dengan gravir nama semua keponakanku yang jumlahnya 10 ditambah anakku 1 dan adekku yang belum punya anak. Jadi totalnya 12 deh *nebok celengan*.

See you on the next giveaway!

14 thoughts on “Blogger dan Politik

  1. huaaa……….. terharu aku bisa menang.
    aniway busway, saranku smoga terwujud ya kak… ga sabar nunggu aku ^^

    makasi banyak ya Kak , alamat segera sampai di Inboxmu ^^

  2. Nggak papa Blogger nulis politik atau mendukung jagoannya dengan berbusa-busa … baik itu karena kewajiban … maupun atas dasar sukarela …
    itu hak-hak masing-masing …

    yang mesti diperhatikan … jangan sampai saling serang dengan membabi buta dan tidak eiylekhan … ini runyam jadinya
    kalau sudah demikian … males juga membacanya

    salam saya Kajol

    (17/2 : 10)

  3. Bener juga, ya, Mbak. Tentang blogger dan politik ini….

    Ihiiir… selamat buat para pemenang. Dan selamat juga untuk Mbak yg sudah sukses menyelenggarakan GA. Nggak kayak saya, hahaha….

  4. Mendukung di ranah maya tidak beda dengan dukungan di lapangan bola. Sama aja sih sebenernya.
    Yang harus diwaspadai adalah pembaca ranah maya punya waktu untuk berpikir, menganalisa. Sehingga kata-kata yang tidak wajar, berbusa-busa, mirip sinetron, telenovela akan cepat sekali ketahuan.
    Ya terserah juga sih mau dukung-mendukung, saya pun gak bisa ngelarang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s