Pada Butiran Bintang

kita memacu kedua tungkai kaki cepat sekali. melewati angin yang menerpakan serpihan air dari langit. jalanan aspal abu-abu menggelap dan basah. ketukan irama sepatu melaju bersama hujan yang menderu.

“ayo cepat sedikit, sayang”, pintamu menggenggam tanganku.

aku tak sempat menjawab. tubuhku terbang mengiringi langkah kakimu. jari-jemari kita basah diterpa percikan hujan. nafasku tersengal sebentar-sebentar. kau menoleh dengan kernyitan di keningmu. lalu memberiku seulas senyum menguatkan.

kau tak berhenti berlari. aku pun menyertai. angin semakin dingin menyusup di balik kemeja putihku yang tipis.

“sedikit lagi,” katamu menyemangati.

genggamanmu erat di jemariku.

kita menghentikan langkah pada butiran pasir. lalu menengadah menatap langit berwarna abu-abu keperakan yang bertabur bintang.

“terima kasih untuk semua keindahan ini.”

kita saling menolehkan kepala, tersenyum dalam dekap penuh cinta.

9 thoughts on “Pada Butiran Bintang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s