Bad Influence

Pernah nggak sih kita dekat dengan seseorang yang sering memberi pengaruh negatif pada diri kita? Bukan cuma teman, lingkungan, orang tua, guru, rekan kerja, ternyata orang yang kita cintai pun kadang-kadang memberi pengaruh negatif pada diri kita tanpa disadari.

Postingan ini tercipta dari hasil pembicaraanku dengan seorang teman nih. Tapi berdasarkan pengalaman pribadi juga sih. Ceritanya dulu aku pernah dekat dengan seseorang yang aku percaya banget. Ya gimana gak percaya, namanya juga cinta kan biasanya mata suka ketutup gitu deh dengan beberapa realita. Kan ceritanya mencintai apa adanya jadi ya gitu kadang menerima beberapa sikap dan kebiasaannya. Salah satunya adalah menceritakan tentang orang lain dari sudut pandang dia.

Memang sih caranya bercerita itu sama sekali nggak terlihat influence kita untuk ikut nggak suka atau membenci orang yang dimaksud, tapi entah kenapa aku kok ya jadi gak suka dengan orang yang dia ceritakan padahal sumpe lho aku aja belum ketemu sama orang itu cuma tau gitu-gitu aja dari hasil ceritaannya dia dan teman-teman lain.

Hasilnya apa? Ketika akhirnya bisa ketemu langsung sama orang itu, aku jadi alergi. Sudah muncul terlebih dahulu perasaan gak suka, karena dengar cerita ini itu tadi.

Alhamdulillah aku masih dikasi otak untuk berpikir dengan baik dan benar. Setelah beberapa kali mendapatkan cerita-cerita berbeda dari orang berbeda, aku kok ya jadi mikir kenapa kebanyakan yang diceritakan orang ini negatif terhadap orang lain. Provokasi. Mungkin ada sekitar 5 atau 6 orang yang jadi terlihat negatif di mataku. Lalu aku coba mengenal orang-orang ini dan ternyata nggak semuanya jelek kok. Memang ada juga yang benar dari ceritanya, tapi aku masih melihat sisi-sisi positif dari mereka dan yang lebih penting lagi aku bisa berteman dengan mereka.

Sejak itu aku jadi berbalik gak percaya dengan orang yang dekat denganku itu, sebab aku merasa ia memberi pengaruh negatif yang kurang baik buatku.

Jadi berhati-hatilah, ternyata orang yang kita cintai pun bisa menjadi Bad Influence kan?

10 thoughts on “Bad Influence

  1. aku juga sering kek gitu kak. tapi tetep disaring2 dulu. kalo setiap kali temen sering membicarakan keburukan si A secara berlebihan, justru aku curiga jangan2 temenku ini yang bermasalah. bukan si A itu😀

  2. Bagaimana bisa kita “menghakimi” seseorang lewat kacamata orang lain juga ya Jul.
    waktu memang bisa menjelaskan, itu kalau kita memang memberi kesempatan untuk mencari tahu, kalau tidak, kita sudah menutup sendiri “pintu kebaikan” yang mungkin dikirim Tuhan lewat seseorang itu. # ikut merenung dengan postingan ini.

  3. Kalo banyak banget orang yang dia jelek-jelekin trus alasannya juga karena faktor suka tidak suka atau tidak masuk akal yg bermasalah tentunya dia yg ngomong, tapi kalau dia bilang seseorang yg kita kenal juga jelek baru percaya

  4. Kata Bu Fe, kakak saya di Lampung, dia berusaha mati-matian untuk gak cerita tentang orang kantor ke suaminya pun suaminya. untuk mencegah hal seperti yang Kak Jul ceritakan. Kadang habis kita cerita ternyata kita udah gak bete lagi, nah pasangan kan belom tentu. Gitu katanya. Nah kalo saya sih susah. Apapun dicurhatin ke Bul Kak. Hihihi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s