#20 Avonturir

Hari terakhir #20DaysBloggingChallenge dan aku hampir saja gak bertemu leptopku ini mesti menempuh banjir (yang walopun gak seberapa) untuk bertemu dirinya *peluk-pelukleptop*. Padahal sebenarnya bisa juga posting pake hp atau tablet tapi yaa gitu deh namanya orang tua maunya yang layarnya gede :p.

Tantangan terakhir ini dipersembahkan oleh Bowo, gini katanya:

Pembaca seperti saya, dan mungkin para pembaca lainnya akan sangat tertarik jika di blog ini juga dituliskan sebuah cerita/kisah mengenai pencapaian-pencapaian apa saja yang telah diraih oleh pemilik blog ini (Kak Jul). Dari tema besar itu, pasti akan ada banyak hal yang diulas, seperti jatuh-bangun, kesedihan, keraguan atau keputus-asaan yang menimpanya di tengah jalan, dan akhirnya meraih apa yang diinginkannya. Atau malah 360 derajat berbeda, pencapaian itu tidak diraih. Tetap tak mengapa, karena pembaca pada umumnya akan memetik pesan dari apa yang telah diusahakan dan dilakukan oleh penulis (pemilik blog) ini. Itulah poin plusnya. Jadi semacam berbagi aja sih menurutku. Terkadang kita berpikir berbagi itu menyerahkan sesuatu dalam bentuk barang. Sebenarnya menulis pengalaman itu juga berbagi. :)

Pas baca tantangan ini terus terang aku langsung ngomong “ah masa sih?” *dikeplak Bowo*. Hehehe, ini adalah tantangan yang cukup sulit untuk menuliskannya. Tapi baiklah aku coba ya.

Aku mengambil judul Avonturir untuk menjawab tantangan Bowo, kenapa bagiku hidup yang sudah aku jalani ini seperti sebuah petualangan, perjalanan. Tentu saja seperti yang dikatakan Bowo ada pencapaian-pencapaian yang sudah diraih, ada juga keputusasaan, kesedihan, keraguan dan banyak lagi.

Sejak kecil sampai usia sekolah (mahasiswa) rasanya aku belum pernah mengenal yang namanya kegagalan akademis. Waktu dulu mungkin jadi juara umum SD dan SMP itu sebuah pencapaian yang hebat tapi kalau sekarang mikirnya ya biasa aja. Alhamdulillah melalui masa persekolahan dan perkuliahan mulus-mulus aja. Sempat terjadi keraguan pada saat memilih jurusan untuk kuliah tapi kembali lagi aku memang anak kesekian yang seringnya menuruti kata-kata kakak yang lebih tua. Ketiga jurusan yang dipilih saat ujian UMPTN itu pilihan kakak-kakakku semua, setelah lulus aku menjalaninya dengan berat pada awalnya (karena males banget banyak pelajaran tumbuh-tumbuhannya) dan menjadi sesuatu yang menyenangkan pada akhirnya ketika aku disumpah menjadi seorang Apoteker.

Tapi ada beberapa kegagalan yang aku ingat di masa itu, gagal untuk bisa bawa motor salah satunya. Entah kenapa juga almarhum ayahku punya kecenderungan menakut-nakuti anak-anak perempuannya saat ingin membawa kendaraan. Asli dari 6 orang anak perempuan yang dimilikinya nggak ada yang bisa bawa mobil apalagi motor. Tapi hal ini menjadi sebuah masalah sekarang. Cuma keberanian dan tekad yang kuat akhirnya dua kakakku yang tinggal di jerman bisa nyetir mobil sekarang karena mereka memang harus bisa. Sementara 4 orang sisanya kaya aku, adikku dan kakak-kakak yang 2 orang lagi itu cuma sekedar aja. Aku juga cuma berani bawa mobil di komplek perumahan. Di Jakarta ini nyetir mobil? Nggak tau deh berani apa nggak. Apalagi bawa sepeda motor kayanya aku mending jalan kaki aja deh.

Kejadian yang menjadi trauma itu adalah ketika kelas 3 SMP aku belajar naik motor dan pada hari itu juga aku masuk UGD karena jatuh dan pingsan. Luka-luka yang aku dapat lumayan parah. Bagian kiri wajahku, kaki kanan dan kiri, lengan kanan semuanya luka parah. Sampai sekarang kalau pakai kacamata bisa keliatan wajahku gak simetris lagi.

Kegagalan terbesar dalam hidupku adalah kegagalan saat berumah tangga. Ini menjadi semacam beban buatku ketika berdampak terhadap kedua orang tuaku. Sejujurnya aku merasa sangat lega saat bisa berpisah dengan suami. Tapi orang tua pasti akan sedih dan kecewa ketika kita gagal dalam hal ini. Kegagalan ini membuat aku lebih selektif dalam memilih pasangan. Bukan berarti nggak mau sama sekali membuka diri. Tapi memang kewaspadaan terhadap calon pasangan itu harus ada karena aku sempat menemukan laki-laki yang pembohong. Dan Tuhan ternyata masih sayang padaku ketika membuka kebohongan-kebohongan itu.

Nggak pernah merasakan kesedihan sesedih ketika aku harus kehilangan kedua orang tuaku dalam waktu yang berdekatan. Mula-mula ibuku pergi karena serangan jantung dan yang buat itu lebih menyedihkan adalah karena aku nggak bisa melihat beliau sebelum dikebumikan. Aku baru bisa sampai ke Medan pada hari ketiga ibu pergi. Aku sakit cukup lama waktu itu. Kehilangan itu membuat aku semakin dekat dengan ayahku. Tapi Tuhan punya rencana yang hanya Dia yang tau, ketika aku berpikir betapa aku sangat membutuhkan ayahku, beliau malah diambil. Meski masih bisa bertemu jenazah ayahku, tapi rasanya aku sudah seperti orang gila waktu itu. Rasanya seperti kehilangan pegangan yang paling penting dalam hidup. Diambil dengan paksa begitu saja. Menyakitkan. Tapi hidup harus terus berjalan karena aku diberi tanggung jawab untuk terus membimbing seorang anak.

Dan di sinilah aku sekarang. Pencapaian terbesar yang telah aku raih dalam hidup adalah menjadi seorang ibu. Melahirkan seorang anak yang menjadi tanggung jawabku. Pencapaian materi itu tidak akan ada habisnya. Sudah punya rumah, iya. Belum punya mobil, suatu hari juga bisa beli. Tapi tak akan ada habisnya. Mau rumah yang lebih besar, mobil yang lebih mahal, tabungan, mau kuliah S2, mau punya jabatan yang lebih tinggi? Yang lebih penting justru pencapaian iman yang lebih tinggi dan itu yang masih akan terus aku usahakan.

Semoga postingannya nggak mengecewakan yaa. Dan terima kasih buat semua teman-teman yang sudah ikutan kasi tantangan dan komen buat #20DaysBloggingChallenge -ku.

Enrico and Mama

Enrico and Mama

Pencapaianku membesarkan anak sampai ia berusia 7 tahun ^^

21 thoughts on “#20 Avonturir

  1. Saya bisa merasakan betapa your prince itu adalah anugrah terbesar yang ada untuk mu …

    Namun yang pasti … mari jalani hidup dengan gembira … penuh rasa syukur …
    karena hidup itu sendiri adalah sebuah anugerah

    salam saya Kajol

    (5/2 : limabelas)

  2. Subhanallah Kajol. Sayah jadi gak kreatip komen deh beberapa hari ini baca postingan disini. Isinya cuman ngembeng dan terharu dan mau nangis terus. T.T
    Your little prince must be very proud of you Kak!

  3. kajol itu kuat dan tangguh. Btw dulu tuh aku gak tau kajol single parent ,mau tanya kok kayanya gak etis ya jadi aku mengamati aja lama-ljadi tau🙂 Kak aku mau lego hehehe OOT banget.

  4. Waah… seneng banget baca ini, bisa buat refleksi diri. Dua jempol buat yg ngasih tantangan, dan 4 jempol untuk Kak Juli yang sudah memenuhi tantangan ini, hehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s