Menghadapi Hari Esok

Kelihatannya begitu sederhana.

Tapi siapa yang tau apa yang ada dalam pikiran setiap orang tentang hari esoknya?

Kemarin selesai masak, nyuci, beres-beres rumah ternyata anakku masih belum bangun dan aku punya waktu membaca-baca timeline di twitter kalau udah mati gaya gitu. Ternyata banyak sekali yang memposting tentang hari esok (yang adalah hari ini) yang akhirnya datang sebagai hari kembali kepada kenyataan. Karena:

1. Hari senin

2. Hari pertama setelah liburan berakhir (hari pertama sekolah kembali dan hari pertama bekerja kembali).

Sebenarnya aku sering sih baca-baca betapa banyak orang yang merasa berat menghadapi hari senin sebagai hari esoknya. Tetapi bukan cuma hari Senin aja sih yang menjadi berat untuk dihadapi. Ada juga beberapa orang yang akan menghadapi hari esoknya yang mungkin hari Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, Sabtu dan Minggu dengan sesuatu yang lumayan berdebar-debar. Nggak selamanya sesuatu yang akan dihadapi itu adalah hal yang berat atau tidak menyenangkan.

Misalnya hari esok itu adalah hari ujian akhir apakah itu UAS, ujian skripsi, ujian guru besar, thesis, atau interview dan psikotest. Ada juga mungkin yang hari esoknya adalah presentasi di depan atasan, presentasi di depan calon customer. Tak sedikit juga yang hari esoknya adalah hari ijab kabul, hari bertemu pacar, hari jalan-jalan bersama teman dan hari-hari yang menyenangkan lainnya.

Bagaimana cara kita menghadapi hari esok itu kembali kepada cara kita menyikapinya. Kalau sebelum hari esok kita sudah panik duluan, merasa takut dan kurang persiapan ya jelaslah hari esoknya bisa terjadi dengan kacau. Kalau kata almarhumah ibu endang dulu hadapilah apapun dengan persiapan, apakah itu ujian, interview atau segala sesuatu yang berat. Kalau kita sudah siap tempur insya Allah akan dilewati dengan baik apalagi dengan berdoa. Sebelum masuk ke ruang ujian atau interview aku selalu dibiasakan untuk berdoa dan menatap calon penguji dengan tatapan yakin. Jangan pernah terlihat ragu dan tidak kompeten. Itu kata ibuku lho.

Jadi hari esok itu biasa saja kan, seperti hari ini aku sebentar lagi mau meeting proposal sama owner perusahaan tempatku kerja lho. Doain lancar yaaa😀.

 

11 thoughts on “Menghadapi Hari Esok

  1. Iyaya kenapa kalau hari senin bawaannya males aja.. apa karena habis santai-santai, males-malesan di hari Minggu. Padahal hari Sabtu juga kadang-kadang banyak pekerjaan dikantor. Tapi biasa aja ngerjainnya hehe..
    Atau jadi berat karena efek habis baca status? wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s