Resolusi: Penting Nggak Penting

Sebagai follower setia helga pastilah aku selalu membaca twitnya karena memang sejauh ini twitnya helga asik-asik aja kadang-kadang lucu buat disamber, kadang-kadang cuma buat dibaca sambil senyum, kadang habis baca bisa sambil ngangguk-ngangguk karena setuju.

Pada suatu hari aku membaca twitnya si helga di timelineku kira-kira kata-katanya begini: Jadi udah pada nulis postingan tentang resolusi tahun 2014 dan pencapaian resolusi 2013 belom nih? (bener gak sih twitnya gini Ga? Aku lagi males ini buka TL) dan ditujukan kepada blogger. Karena selama ini aku memang orang yang gak pernah nulis tentang resolusi di postingan jadi aku nyamber kalo aku tuh nggak pernah posting tentang resolusi.

Resolusi itu apa sih? Kalau diartikan secara formil menurut KBBI:

Definisi:putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yg ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tt suatu hal

kalau diartikan dalam bahasa inggris: a statement that solves a problem or explains how to solve the problem Click for more details!

Jadi resolusi itu sebuah pernyataan untuk menyelesaikan sebuah masalah. Tetapi di sini resolusi dibuat sebagai semacam pernyataan yang menjadi target tertentu. Misalnya nih resolusiku di tahun 2013 adalah anakku masuk SD, pindah rumah dan bisa membuang kebiasaan merugikan berkaitan dengan masa lalu. Alhamdulillah ternyata semuanya tercapai. Jadi dianggap resolusi 2013 sudah tercapai.

Sebenarnya penting nggak sih bikin resolusi?

Ada beberapa orang yang pasti bilang “Wah Penting Banget!” tapi ada juga sih yang sinis gitu bilang ah bikin resolusi sih nggak harus tahun baru atau semacam itu.

Pada dasarnya, kita memang sebaiknya menentukan target dalam setiap kegiatan. Misal belajar, secara umum target kita bisa dapat nilai bagus, juara kelas, lalu pada tiap-tiap bidang mata pelajaran pun kita punya target spesial misalnya untuk mata kuliah Farmakologi target dapat nilai A, mata kuliah Kimia Organik dapat B aja udah oke, mata kuliah lain misalnya rata-rata dapat B+.

Di kantor juga demikian, setiap saat kita harus membuat target. Kenapa demikian? Sebab pekerjaan yang tanpa target itu tidak akan terarah. Contoh di bidang pekerjaan yang sekarang aku pegang aku menghandle departemen sales dan marketing. Untuk tahun depan aku sudah merelease target pembelian barang, penjualan dan bahkan penggunaan dana yang dihabiskan selama setahun. Gunanya adalah agar pekerjaan yang kita lakukan terarah, bisa mencapai apa yang kita harapkan sesuai budget yang kita rancang. Nggak asal kerja aja.

Dalam kehidupan pribadi pun kudu punya target. Misalnya yang lagi pacaran targetnya apa? Menikah? Kalau sudah menikah targetnya apa? Punya anak? Kalau sudah punya anak?

Hidup ini memang penuh dengan target untuk menantang diri sendiri agar tak bermalas-malasan dan berusaha terus. Tetapi jangan lupa ya target yang dibuat harus sesuai kemampuan😀.

Resolusi tahun 2014ku  cuma satu, jalan-jalan ke rumah kakakku di Shanghai bersama Enricooo

553076_10150950613577886_1175881473_nShanghai. Picture by Hennie Hardy Oberst

Resolusi tahun 2014 mu apa?

14 thoughts on “Resolusi: Penting Nggak Penting

  1. Saya tidak ada target khusus di tahun 2014 ini …
    Hanya saja … saya ingin sekali bikin … BROSUR
    (dengan nama saya tercetak disana sebagai Fasilitator)

    Salam saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s