Sahabatku dan Multiple Sclerosis

Tiga hari ini aku masih merasakan duka dan perasaan sedih kehilangan sahabatku saat jadi mahasiswa farmasi dulu, Sakro Mega namanya. Ada perasaan menyesal ketika Mega masih sehat sebelumnya dan aku tak sering menghubunginya untuk menanyakan kabar. Mungkin karena memang kami tak tinggal satu kota lagi dan sibuk dengan kegiatan masing-masing.

Kami pertama kenal di acara penerimaan mahasiswa baru di kampus USU. Sama-sama anak farmasi angkatan 94 (tua kali kan), beda usiaku dengan Mega 2 tahun karena memang aku masuk sekolah lebih cepat 2 tahun. Mega ini sangat dewasa dalam pikiran dan bersikap. Selain rajin belajar, dia pun pintar. Mega adalah mahasiswa teladan se Sumatera Utara pada masa itu. Penampilannya pun selalu feminin. Mana pernah Mega ke kampus cuma dengan celana jins dan tshirt. Kalaupun pakai jins pasti atasannya blus sifon. Pokoknya berbanding terbalik dengan aku yang urakan.

Dulu kami punya geng, namanya Geng Naga. Tapi yang paling sering kumpul itu cuma aku, Popi, Mega dan Vini. Kami sering nonton hemat di AKsara Plaza pulang kuliah kalau sedang nggak ada praktikum di Laboratorium. Mega itu rajin banget dan aku ini si pemalas. Seringnya dia memperingatkan aku supaya belajar buat masuk lab (kalau masuk lab dites dulu sama asisten lab), tapi aku selalu malas. Mega selalu jadi kakak buatku karena selain sering menasehati aku soal pelajaran dia juga suka ngomelin aku masalah pacar😀. Bahkan ketika terakhir kami ketemu tahun 2010 kemarin Mega masih sempat menasihati aku dan itu akan kuingat terus (plus dikerjakan pastinya ya Meg).

Mega dalam usia 38 tahun akhirnya menyerah karena Multiple Slerosis yang dideritanya. Mungkin banyak yang bertanya penyakit apa sih itu? Sampai hari ini pun aku masih meladeni banyak pertanyaan dari teman-teman yang tak paham bahkan beberapa teman farmasi yang sudah lama tak mengupdate ilmu kefarmasiannya.

Multiple Sclerosis (MS) adalah sebuah penyakit pada sistem susunan saraf pusat dimana sistem imun tubuh menyerang selubung saraf otak (Myelin) yang menutupi saraf sehingga terjadi kerusakan pada myelin.
Kerusakan ini mempengaruhi komunikasi antara otak anda, sumsum tulang belakang dan daerah lain dari tubuh anda.
Kondisi ini dapat mengakibatkan kemerosotan dari saraf itu sendiri, dan merupakan proses yang irreversible. (Mayo Clinic)

Mungkin definisi ini juga membingungkan mereka yang tidak terlalu paham dengan dunia kesehatan terutama fisiologi manusia. Jadi, di dalam tubuh kita ada yang namanya SSP (Susunan Saraf Pusat) terletak di otak. SSP ini bertugas mengatur segala kegiatan seluruh saraf yang terdapat di dalam tubuh termasuk saraf mata dan lainnya. Ketika seorang individu mengidap multiple sclerosis, selubung saraf otaknya (myelin) telah diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri sehingga terjadilah demyelinating dimana selubung saraf ini menjadi rusak. Ketika pusat saraf rusak otomatis ia akan mengacaukan sistem komunikasi antara dirinya sendiri dengan sumsum tulang belakang dan seluruh saraf kecil-kecil lainnya di dalam tubuh.

Nama Multiple Sclerosis sendiri berasal dari kata multiple: beberapa dan sclerosis: pengerasan. Beberapa cedera (dari saraf) yang menyebabkan bekas luka (pengerasan). Tanda dan gejalanya pada tiap-tiap orang berbeda-beda dan apalagi penyakit ini bisa bertahun-tahun tinggal di dalam tubuh tanpa diketahui oleh pengidapnya karena gejalanya hampir mirip dengan penyakit lain yang terlihat biasa.

1. Gangguan penglihatan atau penglihatan kabur ataupun pandangan terlihat dalam satu warna misalnya biru, hijau, kuning seperti settingan kamera model sephia misalnya. Dapat terjadi kebutaan pula namun kasus ini jarang terjadi.

Temanku Mega sudah mengalami gangguan penglihatan ini pada suatu hari dulu semasa kami kuliah tahun 1998. Mega sempat dirawat di Rumah Sakit karena seluruh pandangannya berwarna biru. Kemudian tahun 2010 saraf matanya menyempit akibat serangan dari sistem imunitas tubuhnya sehingga matanya akhirnya buta.

2. Terjadi kelemahan otot lokal yang menghalangi gerakan misalnya gemetaran.

3. Terjadi gangguan sensibilitas di beberapa bagian tubuh. Misalnya ada nyeri mendadak, perasaan seperti tersengat listrik, kaku.

4. Gejala kognitif: gangguan pada fungsi memori otak. Menjadi lupa dengan orang-orang di sekitarnya dan hal-hal yang terjadi

5. Inkontinensia, yaitu sulit menahan air kencing.

Gejala ini juga sudah terjadi saat Mega kuliah dulu, dia selalu berusaha buang air kecil ketika ada perasaan ingin pipis. Katanya sih gak bisa nahan.

6. Terjadi gangguan keseimbangan.

Sebenarnya penyakit ini bila dilihat dari gejala-gejalanya seperti hal biasa. Aku juga sering gemetaran, nyeri tiba-tiba, tapi karena serangan saraf yang berkelanjutan ini begitu cepat terjadi di tubuh sahabatku Mega, seluruh saraf kakinya kemudian tak berfungsi dan dia mulai lumpuh di kaki sejak tahun 2011. Padahal secara klinis penyakit ini sangat jarang menyebabkan kematian jika cepat didiagnosa dan diterapi. Tapi sepertinya dari awal tidak dikenali, karena pada tahun 2010 itu pas saraf mata Mega menyempit, dia masih mampu melihat sekitar 40% pandangan. Gak ada rujukan untuk operasi jadi Mega cuma minum beberapa obat dan vitamin. Padahal saat itu Mega sedang melakukan penelitian S2-nya di Penang, jadi dia sempat terhenti sebentar, balik ke Medan dan melanjutkan lagi saat kakinya mulai lumpuh.

Yang sulit dari penyakit ini adalah penyebabnya sampai sekarang tidak dapat diketahui. Tapi mungkin radikal bebas dari makanan dengan MSG itu patut dicurigai. Mega ini hobinya makan baso, mie ayam, mie instant dan yang sejenis itu.

Yang buat aku terharu, Mega dengan gigihnya berhasil menyelesaikan studi S2 nya dan sidang di atas kursi roda dalam keadaan mata buta. Adik kelas kami mempresentasikan tesis Mega di depan dosen penguji lalu Mega menjawab semua pertanyaan. Dia memang sosok yang gigih dan pantang menyerah. Ketika 4 bulan lalu Mega sudah tak sanggup bangun dari tempat tidur karena semua bagian tubuhnya kaku, ia pun masih tetap berusaha tertawa saat dijenguk.

Sehari sebelum lebaran Mega sempat koma selama 2 hari. Semua obat sudah tak ada yang bisa masuk ke tubuhnya karena tiap kali diberikan, reaksi tubuhnya adalah kejang dan Mega menjerit kesakitan😦, seluruh bagian dalam mulutnya sariawan😦, leher dan paru-parunya bengkak akibat cairan yang menumpuk karena tidak berfungsinya ginjal dan sistem urin.

Aku cuma bisa mendengar cerita teman-teman yang bergantian menjenguk Mega, itu pun dalam hati rasanya menangis. Pasti Mega menderita dengan penyakitnya itu. Ketika Mega akhirnya pergi hari Minggu tanggal 18 Agustus, ada perasaan lega sekaligus sedih. Sedih karena aku harus kehilangan seorang sahabat yang begitu baik dan berkesan dalam hati namun lega juga karena aku yakin dia sudah sangat menderita dan itu akan membebaskannya dari penderitaan.

Tuhan tolong jaga Mega yaa

 

9 thoughts on “Sahabatku dan Multiple Sclerosis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s