Menjadi Orang Tua

Sejak tanggal 26 Juni 2013 aku akhirnya merasakan pengalaman menjadi orang tua yang sesungguhnya. Padahal anakku enrico sudah lahir sejak 26 Januari 2007 tapi pengalaman menjadi ibu itu berbeda dengan pengalaman menjadi orang tua. Kenapa?

Semua perempuan yang melahirkan dan (bisa menyusui) tentunya sudah sangat bahagia bisa memiliki pengalaman menjadi seorang ibu. Saat pertama mendengar tangis buah hati, lalu melihat tubuh mungilnya dihadapkan di depan kita dan bisa menyentuh kulitnya yang lembut perasaan bahagia yang tak terkira pasti akan tiba-tiba menyeruak di dada. Lalu ketika ia mulai menyusui, perasaan bahagianya berbeda lagi. Saat ia mulai tumbuh besar tak jarang kita pun takjub melihat perkembangannya.

Namun kapan kita mulai merasakan menjadi orang tua yang sesungguhnya? Adalah saat harus melepasnya ke dunia luar. Tentu yang pertama akan dia kenal adalah dunia akademis secara umum. Mungkin ada juga sih orang tua yang gak merasa perlu menyekolahkan anaknya di sekolah formil tapi menurutku sih sekolah formil selain menjadi sumber ilmu pengetahuan dasar juga menjadi tempat ia bersosialisasi dan belajar disiplin. Jadi tentunya sangat penting.

Nah, pengalaman menjadi orang tua yang sesungguhnya itu akhirnya aku rasakan juga termasuk hari ini. Karena prosuder masuk SD Negeri ternyata cukup melelahkan buatku karena usia enrico saat ini baru menginjak 6 tahun 5 bulan sementara saat mendaftar di jalur umum usia rata-rata anak-anak calon siswa sekitar 7 tahun 3 bulan bahkan yang usia 8 tahun juga masih banyak. Jadi Enrico sudah kalah di jalur umum.

Sejak seminggu yang lalu, aku lihat para ibu sudah sibuk berebutan mendaftarkan anak-anak mereka. Yang bikin heran tuh, padahal sudah dikasi nomor untuk registrasi supaya tertib, tapi dasar emak-emak ya seringnya rempong tetep aja mereka ngerubung dan menuhi-menuhi meja pendaftaran si ibu guru gak ngerti deh ngapain. Yang jelas menurut info yang aku dengar mereka sudah standby dari jam 4 subuh tadi di sekolahan buat daftarin anaknya padahal registrasi buka jam 8 dan aku dengan santai datang jam 7.30. Ternyata mereka mau cop-copan (rebutan) nomor registrasi padahal tetep aja ntar juga penerimaan berdasarkan usia ngapain juga rebutan registrasi ya? *tepokjidat*.

Untuk saat ini posisi enrico ada di nomor urut 30 dari 32 siswa yang diterima jadi masih deg-degan aja ini takut kegeser sama yang lain :(( Doain ya woiiii.

Jadi orang tua itu ternyata gak mudah ya, tapi sungguh menyenangkan🙂.

 

 

 

9 thoughts on “Menjadi Orang Tua

  1. Iya Julie…kebayang vdeh gimana hebohnya para ibu yang antri dari subuh buat ngedaftarin anaknya itu…
    *ikutan tepok jidat*
    Dulu, Risa masuk SD di usia 5 tahun 4 bulan.
    Kemudaan kayaknya, tapi karena disekolahkannya di SD Inpres di kota Kabanjahe, diterima-diterima aja jadinya…hehe, dan memang, TK A dan B-nya juga udah tamat, mau tak mau, didaftarin ke SD aja jadinya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s