Cemburu

Padahal kemarin malam mention-mentionan sama Kurnia dan Ziipy ngobrolin tentang radio jaman dulu, trus karena inget-inget jaman masih suka request lagu terbit ide pengen bikin postingan tentang itu. Tapi koq aku malah tertarik ngebahas topik Cemburu ini ya?

Apa iya aku sedang mencemburui seseorang?

 

194314_10150114372746839_10440936838_6158031_5106178_o

 

Enggak juga sih. Karena sejak merasa (sok) dewasa, aku sangat jarang terbakar cemburu. Bukan karena nggak cinta atau cintanya nggak sebesar yang diinginkan. Tapi perasaan cemburu itu biasanya cuma hadir karena rasa kurang percaya diri.

Misalnya gini, ada sepasang suami istri yang pastinya udah menikah. Trus tiba-tiba sang suami berkenalan dengan seorang perempuan di lingkungan pekerjaannya yang akhirnya menjadi teman dekat karena punya banyak kesamaan visi dan pemikiran. Ketika istri mengetahui kedekatan si suami dengan perempuan ini adalah sangat wajar kalau tiba-tiba muncul perasaan cemburu.

“Koq suamiku jadi sering cerita tentang perempuan itu ya?”

“Enak banget sih perempuan itu sering-sering dekat dengan laki gw.”

“Jangan-jangan perempuan itu lebih cantik atau lebih muda dari aku,”

Dan hal-hal senada yang membuat kita merasa harus lebih was-was dari biasanya. Mulai meragukan kesetiaan suami, mulai mengurangi kepercayaan. Lalu banyak istri yang kemudian mulai sibuk memancing-mancing obrolan seputar kerjaan dan pergi kemana dan dengan siapa saja. Lalu mulai sibuk diam-diam mencari tau dari hp suaminya apakah ada pesan-pesan tak biasa dari seorang perempuan. Hal ini mungkin nggak berlaku ya buat perempuan yang dari awal sudah curiga terus sama suaminya😀.

Lalu benarkah perbuatan kita itu? Benarkah dengan kedekatan suami dengan perempuan lain akan menghasilkan sebuah hubungan lebih dari teman seperti yang kita takutkan?

Mungkin benar, mungkin juga tidak. Semuanya tergantung dari bagaimana sang istri menyikapinya. Terus aja mesti perempuan yang ngalah? Bukan begitu juga.

Sebagai istri, posisi kita kuat secara hukum. Lalu mengapa kita bisa bersuamikan dirinya tentu ada sebuah proses. Mungkin ada yang sudah 2 tahun saling mengenal (pacaran) atau baru beberapa bulan kenal sudah memutuskan menikah. Coba dipikirkan lagi, seorang laki-laki memutuskan untuk menikah dan berkomitmen itu tidak gampang. Tentu ia sebagai makhluk penuh logika telah mempertimbangkan dengan matang siapa yang akan dipilihnya untuk menemani hidupnya sampai nanti.

Jadi daripada terus menginterupsinya dengan sms dan telpon sejak pagi hingga ia kembali ke rumah dengan penuh kecurigaan, ada baiknya kita membenahi komunikasi kembali, memperhatikan detail yang mungkin terlupa setelah bertahun-tahun hidup bersama. Mungkin ada sesuatu yang ia rindukan yang telah lama tak kita perhatikan. Percaya diri bahwa ia memilih kita karena hal-hal positif yang kita miliki sehingga menimbulkan perasaan cinta dan kasih sayang.

Cemburu itu perlu, tapi dengan kadar secukupnya saja. Quantum satis.

 

7 thoughts on “Cemburu

  1. perasaan cemburu itu biasanya cuma hadir karena rasa kurang percaya diri. …

    Saya setuju sekali ini …

    memang tidak mudah memadamkan rasa cemburu ini … namun … saya rasa bukan pula hal yang mustahil untuk dilakukan …
    kuncinya … meningkatkan kualitas diri …

    salam saya Jul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s