Sepele

Sering kali teman-teman dan orang-orang di sekelilingku menganggap aku menyepelekan sesuatu. Tugas sekolah, pacar, pekerjaan di rumah, masalah-masalah lainnya.

Sebenarnya aku tidak bermaksud begitu. Tidak bermaksud menyepelekan dan menganggap sesuatu itu kecil.

Secara logika, pikiranlah yang mempengaruhi sesuatu.
Misal, besok hari aku harus ujian, maka tentunya aku berpikir harus lulus. Bagaimanakah usaha untuk lulus? Belajar. Belajar adalah menguasai sesuatu sedemikian rupa sehingga paham dan mampu menjelaskan kembali. Yang dilakukan oleh teman-temanku sejak sekolah dulu adalah menghapal, beberapa dari mereka memang memahami suatu pelajaran atau topik. Tapi apakah mereka benar-benar bisa menjawab kembali pada suatu hari nanti ketika ditanyakan? Belum tentu. Karena mereka menghapalnya, bukan memahaminya.

Saat menghadapi suatu ujian ulangan atau bahkan ujian Sarjana dan ujian komprehensif apoteker, yang kulakukan adalah bersantai sehari sebelumnya. Jalan-jalan, makan eskrim, nonton tv, mendengarkan musik. Semua orang kecuali keluargaku menganggap aku menyepelekan ujian-ujian tersebut. Padahal tidak sama sekali. Aku merasa telah paham dan alhamdulillah semua ujian mampu kulalui dengan nilai yang terkadang sangat memuaskan.

Begitu pula dengan ujian hidup yang diberikan Allah SWT kepadaku. Bukan aku menyepelekan ujian yang beliau berikan. Namun bagiku segala sesuatu akan menjadi kecil ketika kita berpikir hal itu kecil.
Aku sehat meski tubuhku sakit karena aku berpikir aku sehat. Aku kuat meski kadang down dan sedih karena berpikir aku kuat.
Aku bisa melakukan semua tugas yang diberikan padaku karena aku berpikir aku bisa.

Pikirkanlah segala sesuatu masalah menjadi bola-bola kecil yang kau kumpulkan ke dalam toples. Pilih satu, hancurkan. Dan lihat bola-bola kecil itu akan berkurang satu persatu.

Hidup yang indah, jangan diisi dengan kesedihan dan kekecewaan.
Hidup yang indah mari kita rayakan seperti kata fanabis, Hidup yang singkat mari kita rayakan, seperti kata depz life is beautiful atau seperti kata Julie tersenyumlah maka hidupmu terasa lebih indah.

๐Ÿ˜€

39 thoughts on “Sepele

  1. Ya, sampai sekarang pun sosok itu selalu tidak menganggap penyakit flu. Bersin atau sejenisnya dibiarkan dengan cara berolahraga atau bekerja. Alhamdulillah, gak perlu pake obat2an warung. Apalagi, sebagai seorang farmasis kita juga harus tahu kan? ^_^

    Kiiiita?! Iya, lah. Kan, sosok itu juga lulusan Farmasi hehehe ….

  2. mirip ya, sehari sebelum sidang skripsi saya malah jalan2, nonton dan begadang lagi … kata teman saya, ngapain sidang jadi beban tuch kita yg ngerjakan sendiri jadi tentu tau masalah skripsi kita, jadi mau ditanya apa aja Insya Allah dpt n Alhamdulillah hasilnya amat sangat memuaskan, xixixi ..๐Ÿ™‚

  3. Hidup ini indah kak….unik….Hani setuju….setiap saat diri ini down, berkaca dan mengatakan semua akan baik-baik saja danmengatakan bahwa hidup ini indah membuat bibir ini kembali tersenyum dan bersemangat menapaki hari…seberat apapun itu….

    *peluksayang*

  4. klo semua masalah udah masuk toples, aku milih langsung mbanting toples nya aja kak, biar ilang semua masalahnya dalam satu bantingan! hehehe..:mrgreen:

  5. betul tuh. emang semuanya itu di pikiran kita sendiri. jadi bagusnya ya kalo kita bisa mengontrol pikiran kita ya. tapi masalahnya susah untuk bisa mengontrol pikiran sendiri. hehehe.

  6. ketika mau ujian emang lebih baik santai2 ya kak biar ga stress,,,betul tuh makan eskrim,,hmmmenak,,,
    lebih baik belajar jauh2 hari..lebih masuk tanpa beban jadi masuk begitu aja ternyata itu cara belajar yg lebih efektif bagiku juga kak,,^^

  7. Sip,….tersenyumlah maka hidup akan terasa lebih indah & …..bermakna !!!.

    Setuju Jul, hidup adalah perjalanan menuju sukses…dan sukses itu harus diraih !.

    Hiduplah hingga membentuk lingkaran keindahan bagi sesama, semesta dan sang pencipta๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

    Nice day for us ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

    Best regard,
    Bintang

  8. siipp.. yg paling tau siapa kita ya cuma diri kita.. jd wajar aja klo mgkn bbrp dari org terdekat merasa kita sepele padahal sbnrnya gak. Dan berpikirlah indah maka akan menjadi indah.. nice post.

    maaf sedikit OOT neh, ini mbak julie yg punya julie.blogdetik.com juga ya? koneksi sy bermasalah, tdk bs akses detik.com. Kalau iya sy mau tanya soal buku inspirasi negerinya dblogger. kata eyang anjari bisa confirm ke mbak julie. tolong di balas via mail aja zasachi@yahoo.com. sekali lagi mhn maaf.

  9. memang semuanya berawal dari pikiran kita ya Kak Jul, ketika kita menganggap itu masalah besar ya memang akan menjadi masalah besar.
    intinya ya tergantung bagaimana cara kita memandangnya..

  10. Aku tersenyum membaca posting ini …
    Terbayang di mataku, seorang Julie yang kecil, mungil, manis, tapi memiliki jiwa yang demikian kuat, hati yang demikian luas, dan ketegaran yang kukuh bagai karang …

    *peluk sayang*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s