Sepeda kumbang

Hari itu Tobi si kumbang baru saja pulang dari sekolah. Ia melangkah gontai memasuki sarang di pohon beringin tempat ia tinggal bersama ayah dan ibunya tercinta.

“Ada apa denganmu nak?Mengapa kau terlihat lesu dan wajahmu muram?” tanya sang ibu yang sedang asik menyulam.

“Bu, aku sedih dan malu”, jawab Tobi masih muram.

“Apa yang membuatmu malu, nak?” tanya ibunya lagi.

“Teman-teman di sekolahku mengejekku karena aku selalu berangkat dan pulang sekolah dengan berjalan kaki. Sementara mereka semua naik sepeda”, jawabnya panjang.

Ibu Tobi menghela nafas pelan. Ia sedih mendengarkan penjelasan anaknya. Karena dengan penghasilan ayah Tobi yang mencari madu dan menjualnya ke pasar tak mampu memberikan kelebihan untuk membelikan Tobi sebuah sepeda. Namun sang ibu berusaha menghibur hati anaknya.

“Nanti ibu dan ayah pasti belikan kamu sepeda, asal kamu rajin belajar dan jadi juara”, sahut ibunya memberi semangat.

“Benarkah, Bu?”, tanya Tobi seketika dengan wajah yang berubah cerah.

Ibunya pun tersenyum sembari mengangguk.

Beberapa bulan kemudian tibalah waktu penerimaan rapor. Ibu dan ayah Tobi telah menyiapkan sebuah sepeda bekas untuk Tobi yang dibeli dengan cara mencicil. Bahkan sampai hari penerimaan rapor itu pun belum lunas.

Tobi dan ibunya tengah berada di ruangan kelas tempat para orang tua dan siswa berkumpul untuk menunggu pembagian rapor. TObi duduk dengan gelisah, keringatnya bercucuran di dahi. Ia begitu yakin bahwa ia akan meraih peringkat nomor satu di kelasnya karena semester sebelumnya ia berada di peringkat dua di bawah Koko. Namun kali ini Tobi harus berhasil.

Saat pengumuman pun tiba. Bu Guru mengumumkan para juara kelas.

“Juara ketiga adalah Sandi dengan nilai rata-rata 8,2”.
Tepukan meriah pun terdengar bersamaan Sandi dengan gagahnya maju ke depan kelas.

“Juara kedua adalah Koko dengan nilai rata-rata 8,5”.
Kembali terdengar tepukan meriah. Kali ini TObi semakin tak tentu detak jantungnya. Sementara itu Koko dengan sedikit terkejut tetap melangkah ke depan kelas. Ia tak menyangka akan turun peringkat.

“Juara pertama adalah TOBI dengan nilai rata-rata 8,8”.
Demi mendengar namanya disebut, TObi memeluk ibunya dengan gembira lalu maju ke depan kelas.
Terbayang di kepalanya sebuah sepeda baru yang akan dipakainya untuk berangkat ke sekolah sehari-hari.

Beberapa jam kemudian, di rumahnya TObi terlihat sedikit lesu. Ia sedang memegangi setang sepeda hadiah dari ibu dan ayahnya.
Sepeda itu berwarna biru metalik, masih bagus dan kuat. Namun terlihat beberapa bagian mengelupas. Sebenarnya Tobi menginginkan sebuah sepeda baru.

“Hanya ini yang dapat kami berikan padamu, Nak”, sahut ayahnya.

TObi mengangguk lesu. Namun ia tetap memeluk ayah dan ibunya sembari mengucapkan terima kasih.

**
Cerita di atas adalah dongeng🙂

Bila kawan-kawan senang menulis dongeng, ayo ikutan kontes yuk Lomba Menulis Cerita Anak (Dongeng) dari Sarikata.com. Dengan hadiah yang menarik.

Selain menyalurkan hobi menulis, siapa tau kita beruntung mendapatkan hadiahnya. Ya, kan?

43 thoughts on “Sepeda kumbang

  1. duh mbak Julie kok ketiga tiganya juara tiga seeh…🙂

    “Juara ketiga adalah Sandi dengan nilai rata-rata 8,2″.
    “Juara ketiga adalah Koko dengan nilai rata-rata 8,5″.
    “Juara ketiga adalah TOBI dengan nilai rata-rata 8,8″.

    semoga juara pertamanya Julie Gerhana Coklat….
    plok plok plok plok plok…..🙂

  2. Laporan….
    Begitu selesai penerimaan rapot, maka para orang tua bagi2 hadiah buat anaknya…
    Kijang dan Kuda dapat mobil…
    Bebek dapat motor
    Monyet dapet celana
    Onta juga dapat sepeda
    Kiwi dapat semir sepatu
    Gajah dapat sarung
    Crocodile dapat celana dalam😀

  3. Pingback: Sepeda kumbang « gerhana coklat - Website Kumpulan Dongeng

  4. Ahay.. lama tak sua, sekalinya BW, ada tulisan tentang sepeda.. I Like itu banget deh jul… Ceritanya sangat berkesan…

    Buat Tobi, santai aja dik.. yang penting bisa gowesss…😀

    yuk gowess…

    *yang lagi gandrung ngegowess…

  5. Jul, jadi ikut melamun abis baca ceritanya…pernah lihat true story persis kayak gini, tapi skrg nih temanku yg mirip tobi ini jadi org sukses lho🙂

    Best regard,
    Bintang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s