gen pengumpul sepatu – part 3

pagi ini seperti biasa aku nyambi blogwalking sambil kerja (ato kerja sambil blogwalking?), blog pertama yang kukunjungi adalah blognya melly adikku yang sudah dua tahunan ini kukenal sebagai blogger dan sempat bertemu pada acara kopdar di bogor sekali waktu.

melly adalah seorang blogger yang memiliki keunikan dalam menulis, tulisannya selalu penuh kejutan dan tak biasa. ia mengungkapkan isi pikiran dengan cara seorang perempuan muda yang jujur, berani dan tegas.

namun pagi ini aku dikejutkan oleh postingannya. postingan yang diberinya judul Kakimu untukku itu, hanya memuat dua baris kalimat (dan aku seorang penikmat postingan singkat),namun gambar pelengkapnyalah yang penuh arti.

melly meminta pembacanya untuk menuliskan apa yang mereka pikirkan saat melihat foto ini

sepasang kaki beralas botol air mineral yang disambung dengan kertas karton sebagai jepitnya dan diikat dengan tali. tak mungkin sang pemilik kaki tersebut memakai alas kaki ini untuk gaya-gayaan saja bukan?
dan aku yang berniat membeli sepatu sore ini karena gen pengumpul sepatuku sedang meningkat sesegera mungkin membatalkan niatku karena masih memiliki beberapa pasang sepatu layak pakai.

terima kasih mell sudah mengingatkan dengan postinganmu🙂

melly yang manis, semoga sehat selalu adikku

foto dicopet dari FB dan blognya Melly.

62 thoughts on “gen pengumpul sepatu – part 3

  1. Habis lihat foto ini rasanya koq miris banget ya mbak.
    hiks..hiks..
    ngebayangin kalau kita sering buang2 uang buat beli alas kaki
    dan kebanyakan alasannya bukan karena fungsi
    bukan karena alas kaki kita sudah tak layak lagi digunakan lagi
    tapi hanya karena warnanya kita suka..
    hanya karena modelnya kita suka
    hanya karena mereknya lagi in..
    hiks.hiks..
    kayak ditendang nih lihat fotonya
    makasih buat melly, udah ngingetin..
    buat mbak julie sayang juga makasih…

  2. masih ada berapakah sepatumu dirumah kak?? lemparkanlah kemari *haiyah, kayak muat aja* hehehe,,,

    foto itu, benar-benar bikin miris, maka kukomen yang asik2 aja di blog melly, habis sedih, takut nangis,, hehhe

  3. Nggak nyangka foto kaki dan alasnya itu mampu menyentuh…
    Biasanya berupa wajah memelas atau makan yang tak layak…
    Sungguh foto yang tajam.
    hanya potongan kaki, tapi bisa menyentak!
    (Tapi saya nggak tau, seberapa besar kita tersentak oleh gambar tersebut)

  4. untungnya aku bukan gen pengumpul sepatu..hehe ( tapi seorang yg narsis😀 )

    tp pertama kali melihat gambar itu ditahun 2009, aku bener2 pengen nangis.
    makasih kak Julie udah saling mengingatkan juga.

  5. Wohooo, kaka-beradik blogger semua😀
    btw biar belom separah itu, kami [kaum #mahasiswakere] udah pernah ngalamin idup pake sendal jepit hasil sulaman [ga kuat beli baru, jadi yang rusak dibenerin aje] +_+
    mau menyumbang sendal? :p

  6. saya jadi sedih kalau melihat foto diatas …
    baru tadi malam kejadian saya alami ketika mencek kolah ikam bersama orang tua … berjalan di atas batu, saya tertaih2 karena sudah lama tidak berjalan tanpa alas kaki di atas batu, padahal waktu kecil jalanan seperti apapun bahkan yang berduri sanggup dilewati tanpa sandal, setelah lama tidak bergelut di hutan ehh setelah tua kaki saya malah lemah …
    namun berjaln tanpa alas kaki bagaikan pijat refleksi … jadi tingkat kesehatannya jauh lebih baim dari pada menggunakan alas kaki.
    terimakasih karena sudah di ingatkan …

  7. menurut bayu .. kita yang hidup didalam suasana kecukupan jangan terlalu terbuai atas anugerah yang telah di berikanNya kepada kita karena hendaknyalah kita berbagi kepada saudara kita yang kurang mampu.

  8. Menurut .. kita yang hidup didalam suasana kecukupan jangan terlalu terbuai atas anugerah yang telah di berikanNya kepada kita karena hendaknyalah kita berbagi kepada saudara kita yang kurang mampu.

  9. Kemarin saya juga sempet nyasar di blognya melly dan ikutan ngomen di postingannya.
    Fotonya menyadarkan kita kalo di sana masih banyak yang lebih susah daripada kita, nah kita yang punya kaki normal, bisa pake sendal bagus aja masih suka ngeluh-ngeluh. Seharusnya kita bersyukur atas yang sudah diberikan Tuhan kepada kita.

  10. *melihat sepatu plastik yang ga ganti2 sejak awal kuliah..*😀
    saya paling ga pernah beli sepatu.. sampe ibu jengkel.. tiap diajak ke toko sepatu “engga, masih ada..” *kemayu tenan*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s