cintai diriku

dini melap lelehan air yang keluar dari hidungnya dengan ujung lengan baju sebelah kiri. rambutnya yang lengket terlihat menjijikkan. baju kembang-kembang kecil berwarna coklat muda yang dikenakannya sudah dari kemarin belum diganti.

di seberang meja, nisa sudah rapi duduk menghadap sepiring besar nasi dengan potongan ayam goreng di sebelah kiri dan tumpukan sayur capcay yang masih mengepulkan asap. rambutnya diekor kuda dengan hiasan pita kecil berwarna pink. wajahnya bersih dan tersenyum ceria. ia menatap polos ke arah dini dengan tetap tersenyum.

dini memandang nanar pada piring di hadapannya. piringnya pun sebesar piring nisa. tapi nasinya hanya separuh dan di sana tak ada potongan ayam goreng. hanya tempe goreng dan sayur buncis yang kata bi nah sisa semalam.

di ujung meja, ayah dini sedang sibuk dengan blekberinya. sang istri mengingatkannya untuk memulai saja acara makan mereka.

wanita muda itu sesekali menanyakan sang suami dan anaknya nisa bila ingin menambah lagi makanan di piring mereka. dini memandang saja. tak berharap ditawari tambahan makanan. meski ia sangat lapar, ia makan pelan-pelan sekali.
masih ingat kemarin bila makan terlalu cepat ia akan dimarahi ibu tirinya dan dianggap anak perempuan yang memalukan.

saat acara makan itu usai dan ibu tirinya membereskan meja, ia dengan takut-takut menuju ke bangku ayahnya yang kembali sibuk mengutak-atik hapenya.

ia begitu berharap sang ayah memalingkan wajah ke arahnya. memberinya sedikit pelukan dan kecupan. tapi, ia sadar tubuhnya begitu bau karena baju yang ia kenakan. bi nah bilang, bajunya masih belum kering benar.

tak lama ibu dan nisa menghampiri sang ayah.

“ayo kita pergi sekarang, yah”, sahut ibu sambil memandang dengan mata membelalak ke arah dini.

ia pun menciutkan tubuhnya dan beranjak menuju ke dapur. tempat ia mencurahkan cerita pada bi nah, dan semoga bi nah juga masih sempat menyembunyikan sedikit makanan buatnya.

bi nah memandanginya dari jauh, membuka kedua tangannya. dini menghamburkan diri ke dalam pelukannya. air matanya berlinang.

66 thoughts on “cintai diriku

  1. Kenapa anak tiri selalu saja begitu ya dicerita2, apa aslinya juga banyak yang begini kak??? sedih banget.. hiks…😦

    mudah2an para ibu tiri sadar dan tergerak hatinya, jangan cuma cinta ayahnya saja..!! *heleh kok jadi emosi gini sih awak??*

    luv U kak..
    salam sayang untuk Rico ganteng

  2. Wanita selalu mengedepankan perasaan dalam berbagai hal. Termasuk dalam cerita ini. berpelukan dan menangis sedih😆
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s