liburan jilid 4

apakah ini akan menjadi serial terakhir pada postingan liburanku?

hari terakhir di villa anais, pagi-pagi jam 8 aku dianterin sama ketiga kakak-kakakku. tapi karena mobilnya gak muat nampung semua orang maka suami kak tatie dan suami kak hennie plus anak-anak mereka gak ikutan. jaga rumah. yang ikut cuma suami kak dewi.

setelah pamitan dengan para suami dan anak-anak kakakku, kami berangkat dengan pak zai sang sopir. sebelum jalan, rico udah aku minumin antimo anak. tak taunya baru setengah jam jalan, masih di daerah singaraja, rico udah muntah-muntah, diikuti oleh alea dan danes pula. akhirnya pak zai, supir kami memutuskan untuk berhenti sebentar di bedugul buat menetralkan udara di dalam mobil.


lemes abis muntah😀
ilhan, enrico, daneswara


rico dan danes berani donk kasi makan kacang buat monyet kalo bang ilhan takut😀


dua ekor monyet yang sedang bercengkrama

setelah 15 menit an berhenti sekalian beli kantong plastik buat cadangan😀 kami pun berangkat lagi. belum lama jalan, rico udah ketiduran padahal rencananya mau berhenti lagi di danau ulun danu yang ada di uang 50 ribu itu lhooo (norak kan gw :D).


pura beratan yang terdapat di lokasi danau ulun danu


di depan pintu gerbang menuju danau ulun danu


pura beratan, warga bali sedang mempersiapkan upacara adat


danau ulun danu, lebih cantik aslinya

setelah puas foto-foto dan belanjaaaa di sebelah restoran danau ulun danu yang mbak penjualnya baeeek banget, lalu kami berangkat ke denpasar gak pake berhenti lagi. aku dan rico ketiduran sampe jalan gajahmada (syukurlah biar gak muntah :D), selanjutnya kami belanja oleh-oleh di Krisna di Sunset Road. cuma dikasi waktu setengah jam sama kakakku wedewww untungnya berhasil ngebeliin kopi bali, kacang bali dan beberapa hal berbau bali (gak termasuk tanah dan pasir).

jam 14.00 wita kami memutuskan untuk segera berangkat ke rumah idana, karena aku mau tinggal semalam di denpasar untuk istirahat buat penerbangan esok harinya.
muter-muter geje pak zai dan aku berusaha nyari jalan tukad batanghari sambil telpon-telponan dengan idana. nahh setelah sejam akhirnya kami berhasil menemukan rumah itu.
aku dan tiga kakakku serta abang iparku perpisahan di depan rumah idana, nangis pasti karena gak tau kapan ketemu lagi😦.

karena ida dan arik gak di rumah jadilah aku dan rico nunggu depan pintu rumahnya plus 2 koper dan 2 ransel (travel bagnya udah berubah jadi koper :D).

arik pulang jam 4 sore buat bukain pintu dan pergi lagi karena sibuk dengan bisnis oriflamenya (sukses ya dek). trus baru pulang lagi jam 6 sore dan si ida nya belom dateng juga wekekeke kemanaaa tuh anak??

42 thoughts on “liburan jilid 4

  1. danaunya indah banget ya… jadi meratiin deh uang gobanan

    sepertinya masih ada jilid 5, belum ada bareng idana dan hani, waktu baru datang kan cuma sebentar aja

    halo rico, piternya berani ya kasih makan monyet, tos buat rico

  2. Kayaknya masalah anak2 kalau jalan darat pasti deh munmun. Jangankan anak2, orang dewasa saja masih bisa mual dan munmun ya. Jadi ingat jaman aku SD dan SMP dulu masih suka munmun klo jalan jauh naik mobil.

    Bagaimana rasanya kopi Bali Jul….

    Kan masih bisa datang lagi liburan besok2…. jangan sedih ya, klo da rejeki gak kan lari kemana, gitu kata wak haji hehee..

  3. Pingback: 10+1=11 « celoteh .:tt:.

  4. wahh ketinggalan banyak cerita nih dari mbak Julie & Enrico yang liburan ke bali hiks..😥 🙂

    lama tak ber BW ria kangen juga menyapa mbakyu 1 ini:mrgreen: apa kabar Mbak ?🙂

    salam hangat

  5. Dan akupun kebagian oleh2nya😀
    Makasih ya sistaku sayang he..he…
    Perpisahan dengan saudara saat sudah bercengkrama memang suatu hal yang sangat tidak nyaman he..he..namun suatu saat pasti akan bersatu kembali, yang jelas tanggung jawab terhadap hidup yang harus kita jalani sendiri itu lebih penting untuk di jalani, iya gak sist🙂

  6. Idanya lagi ke Garut tuh…😛
    Bersenang-senang waktu liburan, ah…emang nggak ada duanya!
    Ssst, Rico sama dengan Risa waktu kecil dulu. Kabanjahe – Medan itu bisa muntah sampe 7 kali…tapi setelah 3 tahun tinggal disana dan sering bolak balik ke Medan, muntah itu akhirnya hilang juga, sampe sekarang…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s