rendang itu berasa cinta

diikutsertakan dalam event Lifetime Eating Experience-nya Open Rice.

Setiap idul adha ummat islam biasanya melakukan ibadah qurban, demikian pula dengan orangtuaku. Sebelum meninggal alhamdulillah alm ibuku telah menyempurnakan ibadahnya dengan naik haji ke tanah suci. Biasanya ibu dan ayahku berkurban di masjid di lingkungan sekitar rumah. Kami pun juga ikut berkurban. Daging kurban yang biasanya sapi tak jauhjauh dimasak dengan menu yang sama, RENDANG!

Sejak aku merantau ke jakarta, setiap idul adhanya ibu dan ayahku selalu mengirimiku minimal 1kg rendang siap makan yang udah dibuat kering supaya gak basi di perjalanan, dan aku biasanya menyantap rendang bersama teman-teman sekantor.

Tahun 2008 tepatnya bulan april, ibuku meninggal. Idul adha yang jatuh pada akhir tahun saat itu menjadi idul adha terakhir buat ayahku karena pada tahun 2009 beliau menyusul juga.
Tetapi satu hal yang sangat berkesan buatku adalah masakan RENDANG buatan alm ayahku. Seumur hidupnya beliau tak pernah memasak, idul adha tahun 2008 itu alm ayahku memasak rendang yang dikirimkan khusus untukku dengan dibantu dua orang kakakku.

Sejujurnya rendang yang dia kirimkan agak keras, dan rasanya jauh berbeda dari masakan ibuku, tapi aku memakannya dengan berlinang airmata, terharu dan sekaligus senang. Saat beliau menelfonku 4 hari sebelum ia berpulang, aku sempat ditanya bagaimana rasa rendang buatannya dan aku menjawab dengan yakin “ENAK!”.

Setelah kepergian beliau aku merasa yakin bahwa itu adalah masakan terenak di dunia lebih dari makanan dari restoran manapun, karena ia membuatnya dengan penuh rasa cinta.

87 thoughts on “rendang itu berasa cinta

  1. apa yang ayah kak Jul lakukan benar-benar bukti cinta yang nyata, pantas kali rendang itu enak dan tentu saja menjadi masakan terenak di dunia untukmu kak… lebih pada cintanya, bukan rasa dagingnya kan???

    benar-benar nangis aku baca ini,,,
    semoga ayah ibumu diberikan tempat terindah disisi-Nya kak…

  2. Jadi inget cerita Yuli beberapa hari yang lalu…memang apapun itu jenisnya ketika ketulusan mengalir akan memberikan sesuatu yang Indah dan nikmat, sukses Yul yach.. vouchernya lumayan tuh untuk traktir kami heee

  3. mbak Jul.. kok jadi sedih yah membaca tulisan ini.
    dan, terbayang rasa rendang itu (rasanya)

    dan itu juga membuat aku tersadarkan, bahwa segala macam hal jika dikerjakan dengan hati, pasti hasilnya akan jauh lebih maksimal. bukan cuman buat kita, tapi buat orang lain.

  4. hiks terharu banget mbak membacanya.. tentu saja itu menjadi masakan terenak karena di masak dengan penuh cinta dan juga oleh orang yang tercinta..
    semoga Ayah dan Bundanya tenang dan bahagia di sisiNya..

  5. sebelumnya saya turut berbelasungkawa ….
    jujur,,,saya sangat terharu sekali membacanya….
    gak banyak kata-kata yang bisa saya ucapkan disini…
    Tapi yang pasti jika sesuatu sudah didasari dengan cinta,…apapun bentuk dan rasanya akan selalu melekat dan berkenan di hati kita….

  6. julie … ikut merasakan ‘santapan cinta .. yg diberikan ayah & ibu …
    bagiku masakan ibu adalah masakan ‘tersedappp dan mantap nikmatnya tiada duanya …😀
    julie ..ikut mendo’akan semoga almarhum/ah ortu diberikan tempat disana dengan…’sebaik-baiknya tempat oleh-Nya dan do’a anak2lah yang selalu ditunggu oleh alm ortu. Amin!

  7. semoga almarhum dan almarhumah yang telah mencurahkan segenap cintanya kepada putra dan putrinya diberikan nikmat kubur, diterima iman dan islamnya serta ditempatkan dalam syurga Nya, amin.

  8. Salam kenal, Julie.

    Rendang itu penuh dengan kasih sayang orang tua terhadap anaknya. Sebaliknya, orang tua kita pun akan berbangga betapa mereka bisa mempersembahkan makanan buatannya sendiri untuk anaknya tercinta.

    Masalahnya bukan terletak pada makanannya, tapi pada rasa kasih sayang yang membungkus makanan tersebut.🙂

  9. Pingback: Nge-Blog á la Kangus « de Go Blog

  10. bunda jadi ikut terharu biru membacanya Mbak Juli………… hiks……….😦
    rendang rasa cinta yg takkan pernah ada tandingannya di manapun di dunia ini.
    Semoga Ayah dan Ibu diterima segala amal ibadahnya , dan ditempatkan bersama orang2 yang sholeh/sholehah ,amin
    salam

  11. ah, masakan apaun, rasa bagaimanapun, kalau ibu yang buatkan tentulah nikmat, wabilkhusus ayah yang membuatkan sungguh suatu kenikmatan yang tiada bandingnya, sepertinya mereka pasangan sehati ya mbak, soale gak mau ditinggal.

    Jangan lupa do’akan beliau selalu…

  12. hmm,,, terharu saya mbacanya..

    sebuah rendang keras yang dibuat dengan keihlasan dan kasih sayang lebih mantap dari rendang restoran sebelah..

    *tuh sebelah saya ada resto padang.. *
    mau rendang??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s