senja di kota hujan

*inspired by fabian folklore and payung hijau muda

seketika lampu jalanan seperti padam. terganti sinar matanya.

aku tertegun setengah sadar membuka mulut namun tak terpatah sekata pun, padahal sejak mulamula berdiri di sepanjangan trotoar jalan, aku telah bersiap dengan sejumlah kata. misalnya “apa kabarmu?”

ia tergesa melangkah ke arahku. meraih begitu saja genggam tanganku. menundukkan kepala menyentuh lembaran bibirku.

di bawah payung hijau muda.
senja itu luruh di kota hujan.

Fabian Folklore, are :
Coople Ramadhan [lyric & gitar]
Alux d’bogor [lead guitar, lyric on Pelangi]
Prind [bass & rythm guitar]
Rudi [drums]
Mataharitimoer [vocal, kecrekan, tarik urat leher🙂 ]

lagunya bisa didengerin di sini.

76 thoughts on “senja di kota hujan

  1. uhoo~~ Uhoo~~ Judulnya asik, ga seperti biasanya yang cinta-cintaan. Selain itu diksi (pemilihan kata)nya juga pas, mantap 8) Meski liriknya sedikit, bukan kuantitas tapi kualitas =3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s