belum ada judul – part two

Life is Beautiful
Kayla

Kebiasaan pagiku yang baru adalah mematut-matut diri di depan cermin persegi bingkai hijau tosca yang baru saja kubeli kira-kira tiga bulan lalu di supermarket perancis seberang jalan. Sebenarnya sejak menjadi anak kost di perantauan, tak pernah sekalipun aku memiliki cermin baik yang berukuran hanya 10 x 10 cm atau sepanjang tinggi lemari pakaianku. Bagiku cukup cermin kecil di bedak compact saja untuk memastikan rias wajahku tak aneh.

Namun sejak kehadiran Sam di kamarku yang meski sesekali, cermin hijau tosca itu pun ikut hadir. Katanya, aku harus tau betapa menariknya aku. Seingatku, untuk tau bahwa aku menarik tak harus dari cermin itu.

Nama lengkapnya Raka Samudra. Ia hadir tepat lima bulan yang lalu dan mendominasi pikiran dan hidupku. Pertama bertemu justru ketika aku tengah bersama mantan kekasihku, Sigit di acara peluncuran buku perdananya. Sam adalah salah satu tamunya. Entahlah aku lupa mereka ada hubungan pertemanan seperti apa, tapi bukan teman dekat juga. Yang jelas, ketika pertama melihatnya, aku begitu yakin bahwa Tuhan telah menciptakan seorang Samudra untukku.

Kami tak lepas mengobrol hingga larut, dan entah kenapa Sigit membiarkan saja. Namun yang membuatku cukup sedih adalah kenyataan bahwa Sam telah beristri dan memiliki seorang putra. Usianya enam tahun lebih tua dariku, tapi ia terlihat muda, dan tentu saja menggairahkan.

Namun, kami berpisah malam itu. Ia harus pulang ke rumahnya. Dengan sedikit mellow aku mengaku, hatiku terbawa pula.

Tak banyak cerita, hubunganku dengan Sigit berakhir tanpa keributan yang berarti. Sejak malam aku bertemu Sam, kami tak pernah henti berkirim sms. Rupanya sang istri tak begitu peduli dengan hape suaminya sehingga aku begitu bebas mengirim pesan kapan saja. Ia sangat percaya bahwa suaminya baik dan setia. Dan memang begitulah Sam, sebelum bertemu aku, Lila begitu ia memanggilku.

Sejak itu, aku merasa tak butuh apapun lagi. Hidupku seterang matahari.

36 thoughts on “belum ada judul – part two

  1. cinta klo segi tiga emang menyakitkan. krn tiap sudutnya runcing menusuk hati dan tulang.

    klo cinta bulat tanpa segi keknya lebih ayem deh. ngglundung bebas seperti bola. wkwkw😀

  2. dari 2 cerbung yg diterbitkan….gue melihat ada kemiripan alur cerita…dua2nya ttg cinta segi 3 kan?….hanya beda karakter saja….

    btw, bagus kok tulisannya….terus berkreasi ya…🙂

  3. whalahhh…gak ngudeng gue…..mmg cerbung “part two” itu sambungan dari “part one” yah….pantesan saling berkaitan…*tuing2…tepuk2 jidat* hehe😀

  4. salam sobat
    wah mendingan sama Sigit saja yang masih sendiri,jangan sama Sam yang sudah beristri.
    kasihan kan istrinya dikhianati .
    wah semoga hanya cerita ya..

  5. “Usianya enam tahun lebih tua dariku, tapi ia terlihat muda, dan tentu saja menggairahkan”

    Ini maksudnya bisa diperjelas gak ?

    hi hi hi

  6. wah wah
    sebuah cerita
    yang menarik
    dan sudah dua part
    ^-^
    aku penasaran
    tapi belom boleh lancang dulu

    hehehe
    salam kenal
    aku wiwied
    dari jakarta
    datang baru sangat pertama kali disini
    ^-^
    dan ingin bertanya??
    barangkali, kita
    bisa bersahabat??? ^-^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s