menulis seperti biasa

sebuah potongan percakapan

dr B: aku sudah membaca tulisanmu
aku: yang mana dok?
dr B: semuanya *tersenyum*
aku: oh ya? *blushing*
dr B: sekalisekali menulislah yang sebenarnya
aku: maksudmu? aku sering menulis yang sebenarnya kecuali cerita yang aku ciptakan
dr B: maksudnya bukan puisi, bukan bahasa sastra, tapi seperti bercerita hari ini aku diperiksa oleh dokterku bla bla bla *membetulkan letak stetoskop*
aku: yang seperti itu?untuk apa?
dr B: itu akan membantumu *merapikan rambutku*
aku: aku coba
dr B: apakah kau tak mengira bahwa pertemuan kita ini coincidence?
aku: maksudmu?
dr B: kamu terlalu sering mengalihkan topik
aku: *mengedikkan bahu sambil nyengir*

ditulis untuk menyenangkan hati dr B yang telah begitu membantuku🙂
Tenang aja ga bakal aku link…

37 thoughts on “menulis seperti biasa

  1. Blum mengerti dengan keinginannya dr B. Tapi mungkin maksudnya, dia minta kamu menuliskan cerita yang benar-benar terjadi.

    Tapi, suka-suka yang punya blog donk, mau nulis apa. Hehe! Piss dr B!

  2. Ya itu kan cuman sepotong percakapan, harusnya percakapan yang lain disertakan dong biar saya tahu cerita selanjutnya😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s