aku cinta padamu, dan kau pun tau

memeriahkan Berbagi Cinta nya idana

aku menemukannya pertama kali suatu sore ketika aku dengan sedikit tergesa mencari wadah-wadah plastik untuk menempatkan racikan krim wajah buatanku sendiri yang belakang sering diminta oleh eka. katanya sih buat dia jual ke anak-anak fkg teman kampusnya di universitas andalas.

deretan toko-toko kecil di sepanjang jalan itu, tak ada deskripsi di sisi sebelah kiri apakah khusus menjual kue-kue kecil, lalu bagian tengah tiba-tiba saja ada toko obat, lalu toko kecil yang menjual beragam ukuran plastik,mulai dari plastik yang bermotif bunga-bunga, sampai plastik hitam kresek seukuran kepalaku ditambah kepala rina.

dan aku tertegun ketika menemukannya, sebuah toko buku kecil yang hampir tak muat lagi menampung isinya. seolah-olah ia berkata, aku ingin muntah. di bagian depan toko itu tak ada tanda-tanda sang empunya atau seorang perempuan atau laki-lakipun yang bisa dijuluki penjaga toko dan kita tanya tanya sedikit tentang apakah kalian punya buku farmakologi dan terapi atau buku agen polisi 212 yang lama?

aku membaca tulisan di bagian atasnya, kecil-kecil dengan huruf kapital, toko buku cahaya. itu saja. tak ada alamat.

lalu dengan mempertimbangkan jarak buku yang memberi ruang begitu sempit bagi dua orang saja untuk berpapasan di jalan, aku melangkah masuk. menemukan tumpukan melingkar setingggi ayahku di bagian tengah. tapi aku menuju ke pintu ke dua di situ. aku melangkah ke dalam. cahaya di situ lebih terang.

dan aku menemukannya di situ.
ia duduk di tengah lingkaran buku yang berebut mencari tempat di seputaran kakinya. ada buku matematika seri ilmu pengetahuan alam life (rasanya sudah sering kubaca dulu waktu sd), tata cara sholat tarawih (hmm sepertinya boleh juga dibaca ulang mengingat rekor tarawihku agak menurun belakangan), sesuatu semacam novel cinta picisan yang aku tak begitu jelas tulisannya.

tapi yang begitu jelas adalah matanya. ia menatapku, matanya coklat muda terang, dan tertawa. padahal ia saat itu sedang tersenyum. rambutnya ikal dipotong pendek. kulitnya coklat. ia begitu menggravitasi tubuhku untuk segera mendekat.

dan sejak saat itu aku menjatuhkan cintaku tepat di hatinya.

february 24th, 2009
untuk Adie

113 thoughts on “aku cinta padamu, dan kau pun tau

  1. “aku cinta padamu dan kaupun tahu…”
    kayaknya julie belum pernah mengatakan ini kepada saya, masih coba tak ingat-ingat…tetap nggak ingat juga…
    Salam.

  2. Pingback: gimme some truth » Blog Archive » Surat Cinta Bang Namun kepada Mpok Geboy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s