<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>gerhana coklat</title>
	<atom:link href="http://gerhanacoklat.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gerhanacoklat.wordpress.com</link>
	<description>Cinta dalam Serpihan Kata</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 May 2013 06:18:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='gerhanacoklat.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>gerhana coklat</title>
		<link>http://gerhanacoklat.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gerhanacoklat.wordpress.com/osd.xml" title="gerhana coklat" />
	<atom:link rel='hub' href='http://gerhanacoklat.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Nge-Blog ala Tukang Sampah</title>
		<link>http://gerhanacoklat.wordpress.com/2013/05/14/nge-blog-ala-tukang-sampah/</link>
		<comments>http://gerhanacoklat.wordpress.com/2013/05/14/nge-blog-ala-tukang-sampah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 07:56:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gerhanacoklat</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[Postingan sampah]]></category>
		<category><![CDATA[product review]]></category>
		<category><![CDATA[seleblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gerhanacoklat.wordpress.com/?p=1316</guid>
		<description><![CDATA[Sejujurnya aku termasuk salah satu blogger sekte Panas Dalem, kalo kepala udah panas baru keluar yang di dalem (dalem kepala yaaa jangan mikir daleman laen). Biasanya buat ngademin kepala yang panas ntah itu karena load kerjaan banyak atau lagi sok sibuk ngerusuhin ini itu, maka terciptalah sebuah tulisan entah itu tulisan ecek-ecek kaya sekarang atau [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerhanacoklat.wordpress.com&#038;blog=9820437&#038;post=1316&#038;subd=gerhanacoklat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sejujurnya aku termasuk salah satu blogger sekte Panas Dalem, kalo kepala udah panas baru keluar yang di dalem (dalem kepala yaaa jangan mikir daleman laen). Biasanya buat ngademin kepala yang panas ntah itu karena load kerjaan banyak atau lagi sok sibuk ngerusuhin ini itu, maka terciptalah sebuah tulisan entah itu tulisan ecek-ecek kaya sekarang atau tulisan sok serius.</p>
<p>Padahal dulu-dulu kala ketika negara api belum  menyerang, aku bisa update blog tiap hari bahkan pernah sehari 2-3 postingan. Kalau mau jujur-jujuran buat nulis postingan itu kan sebenarnya bukan cuma butuh waktu tapi juga kemauan apalagi buat dolan-dolanan buat blogwalking. Kata kawan-kawan blogger itu sekarang udah mulai jarang deh blogwalking, kata sapa sih? itu di dunia blogger yang adem ayem tentrem masih pada saling kunjung-mengunjungi koq.</p>
<p>Trus ceritanya aku pernah mbaca di sebuah tuitan yang seliweran di timeline dari seorang blogger yang agak seleblog gitu, dia bersabda gini: &#8220;Tulisan blogger sekarang itu isinya sebagian product review, sebagian kontes, sisanya nyampah&#8221; tapi sumpah aku pun lupa siapa yang ngomong ini dan entah kenapa pula gak kepengen nyoba berkunjung ke blognya.</p>
<p>Kalau memang demikian, postinganku sih bisa dikatakan memang ada yang titipan sponsor, ada pulak yang sok-sok ikutan kontes tapi ya sisanya nyampah donk ya. Balik lagi ke diri yang nulis sih, ada kalanya kita memang harus nyampah, karena ibarat nyurhatin temen, blogging itu kan nulis apa yang terlintas di benak, pikiran, perasaan atau apapun itu. Trus balik lagi ke yang baca, apa iya kalo yang dianggap si seleblog itu sampah belum tentu kan ya buat orang lain juga sampah mungkin bisa didaur ulang gitu toh sekarang lagi jamannya Go Green.</p>
<p>Buat aku sih, membaca postingan blogger ecek-ecek (kaya aku) yang nulis keseharian dan perintilan peristiwa pribadinya lebih menarik daripada membaca postingan serius macam politik apalagi politiknya blogger, yang mana donk yang nyampah?</p>
<p>Udah Jul, ga usah nyampah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gerhanacoklat.wordpress.com/1316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gerhanacoklat.wordpress.com/1316/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerhanacoklat.wordpress.com&#038;blog=9820437&#038;post=1316&#038;subd=gerhanacoklat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gerhanacoklat.wordpress.com/2013/05/14/nge-blog-ala-tukang-sampah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/a1bf2515ad0cbdc1811aa6d1a7a14ae0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gerhanacoklat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[Book Review]: Misteri Anak Jagung</title>
		<link>http://gerhanacoklat.wordpress.com/2013/04/25/book-review-misteri-anak-jagung/</link>
		<comments>http://gerhanacoklat.wordpress.com/2013/04/25/book-review-misteri-anak-jagung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 07:53:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gerhanacoklat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Book Review]]></category>
		<category><![CDATA[buku cerita misteri]]></category>
		<category><![CDATA[misteri anak jagung]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi buku]]></category>
		<category><![CDATA[teen books]]></category>
		<category><![CDATA[wylvera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gerhanacoklat.wordpress.com/?p=1312</guid>
		<description><![CDATA[Judul buku: Misteri Anak Jagung Penulis: Wylvera W. Penerbit: PT Penerbit Pelangi Indonesia Cetakan: Pertama, Januari 2013 Tebal: 197 halaman Kebanyakan anak-anak pada usia sekolah terutama saat duduk di bangku Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, memiliki kecenderungan menyukai hal-hal berbau misteri. Mereka selalu ingin mengasah jiwa detektifnya untuk memecahkan berbagai persoalan dan kasus yang [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerhanacoklat.wordpress.com&#038;blog=9820437&#038;post=1312&#038;subd=gerhanacoklat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gerhanacoklat.files.wordpress.com/2013/04/17675545.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1313" alt="17675545" src="http://gerhanacoklat.files.wordpress.com/2013/04/17675545.jpg?w=525"   /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#0000ff;">Judul buku: Misteri Anak Jagung</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#0000ff;">Penulis: Wylvera W.</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#0000ff;">Penerbit: PT Penerbit Pelangi Indonesia</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#0000ff;">Cetakan: Pertama, Januari 2013</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#0000ff;">Tebal: 197 halaman</span></strong></p>
<p>Kebanyakan anak-anak pada usia sekolah terutama saat duduk di bangku Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, memiliki kecenderungan menyukai hal-hal berbau misteri. Mereka selalu ingin mengasah jiwa detektifnya untuk memecahkan berbagai persoalan dan kasus yang berada di sekitarnya.</p>
<p>Kehadiran buku remaja bertema misteri tentu akan diminati banyak remaja seperti serial Lima Sekawan atau Pasukan Mau Tahu yang terkenal itu. Ternyata di Indonesia pun banyak juga penulis lokal yang senang menulis cerita misteri seperti buku ini.</p>
<p>Gantari seorang siswi sekolah dasar di Star Elementary School Urbana, Amerika Serikat. Gantari berasal dari kota Medan Sumatera Utara, namun telah enam bulan menetap di Urbana bersama ayah, ibu dan seorang adik perempuan bernama Eka. Mereka harus mengikuti sang ayah yang tengah mengambil beasiswa pendidikan di sana.</p>
<p>Selama bersekolah di Star Elementary School, Gantari hanya memiliki teman dekat Delia seorang anak perempuan berkerudung yang juga berasal dari Indonesia. Gantari ingin sekali memiliki teman dekat lainnya terutama yang berasal dari Urbana. Sampai suatu hari mereka berdua berkenalan dengan Aldwin, seorang anak anak blasteran Jawa-Inggris. Aldwin tinggal di apartemen yang berdekatan dengan apartemen keluarga Gantari.</p>
<p>Gantari adalah seorang anak istimewa, selain pintar dalam pelajaran di sekolah ia pun memiliki kelebihan khusus yaitu mampu membaca dan melihat apa yang akan terjadi. Karena seringnya kata-kata Gantari benar terjadi, keluarga menjulukinya &#8216;anak dukun&#8217;. Gantari tidak merasa keberatan dengan julukan itu.</p>
<p>Saat di Medan, Gantari sering mendengar kisah tentang Anak Jagung yang diceritakan oleh neneknya. Di rumah mereka di Medan banyak terdapat ladang jagung milik penduduk yang menjadi sumber mata pencaharian keluarga. Gantari sangat penasaran dengan misteri anak jagung tersebut. Ia selalu berpikir bahwa cerita yang dikisahkan neneknya sungguh benar adanya.</p>
<p>Selama kedekatannya dengan Aldwin ia menemukan bahwa temannya itu menyimpan rahasia, terutama tentang Robin yang sering diceritakan Aldwin namun tak pernah dikenalkan wujudnya.</p>
<p>Dalam pencahariannya memecahkan misteri keberadaan anak jagung, Gantari menemukan kenyataan yang mengejutkan tentang kisah persahabatan Aldwin dan Robin bahkan usahanya itu hampir saja merenggut nyawa Gantari dan Aldwin.</p>
<p>Buku yang menarik ini mengangkat cerita setengah tradisional setengah modern dalam perpaduan dua lokasi yang berbeda. Penulis sempat memaparkan bahwa tokohnya heran dengan suasana kota kecil Urbana yang jauh dari bayangannya tentang Amerika Serikat dengan gedung-gedung tinggi. Kenyataannya kota ini sama dengan suasana di kota asalnya di Medan. Meski sempat bingung di daerah mana ya di Medan yang banyak ladang jagungnya?</p>
<p>Beberapa dialog dalam bahasa Inggris adalah kalimat-kalimat sederhana yang tidak sulit dipahami untuk anak usia remaja. Pemecahan misterinya pun cukup sederhana meski cukup mencekam di tengah cerita. Namun penulis dengan cerdik mengakhiri ceritanya pada ending menggantung yang merupakan favorit banyak orang, akankah ada lanjutan dari kisah anak jagung selanjutnya?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gerhanacoklat.wordpress.com/1312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gerhanacoklat.wordpress.com/1312/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerhanacoklat.wordpress.com&#038;blog=9820437&#038;post=1312&#038;subd=gerhanacoklat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gerhanacoklat.wordpress.com/2013/04/25/book-review-misteri-anak-jagung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/a1bf2515ad0cbdc1811aa6d1a7a14ae0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gerhanacoklat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerhanacoklat.files.wordpress.com/2013/04/17675545.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">17675545</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[Book Review]: Katarsis</title>
		<link>http://gerhanacoklat.wordpress.com/2013/04/16/book-review-katarsis/</link>
		<comments>http://gerhanacoklat.wordpress.com/2013/04/16/book-review-katarsis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Apr 2013 05:34:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gerhanacoklat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Book Review]]></category>
		<category><![CDATA[Katarsis]]></category>
		<category><![CDATA[mutilasi]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[novel misteri]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[penulis misteri Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gerhanacoklat.wordpress.com/?p=1300</guid>
		<description><![CDATA[Judul: Katarsis Penulis: Anastasia Aemilia Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Cetakan: pertama, April 2013 Tebal: 261 halaman Harga: Rp. 45,000 Tara, seorang gadis dari keluarga Johandi yang menjadi salah satu korban selamat pada perampokan dan pembunuhan sadis di rumah pamannya, Arif Johandi. Ia ditemukan dalam keadaan syok berat tersekap di dalam sebuah kotak perkakas kayu. Korban [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerhanacoklat.wordpress.com&#038;blog=9820437&#038;post=1300&#038;subd=gerhanacoklat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gerhanacoklat.files.wordpress.com/2013/04/17786536.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1301" alt="17786536" src="http://gerhanacoklat.files.wordpress.com/2013/04/17786536.jpg?w=525"   /></a></p>
<p style="text-align:center;">Judul: Katarsis</p>
<p style="text-align:center;">Penulis: Anastasia Aemilia</p>
<p style="text-align:center;">Penerbit: Gramedia Pustaka Utama</p>
<p style="text-align:center;">Cetakan: pertama, April 2013</p>
<p style="text-align:center;">Tebal: 261 halaman</p>
<p style="text-align:center;">Harga: Rp. 45,000</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:left;">Tara, seorang gadis dari keluarga Johandi yang menjadi salah satu korban selamat pada perampokan dan pembunuhan sadis di rumah pamannya, Arif Johandi. Ia ditemukan dalam keadaan syok berat tersekap di dalam sebuah kotak perkakas kayu.</p>
<p style="text-align:left;">Korban lainnya adalah Bara Johandi ayah Tara, Sasi Johandi istri dari Arif Johandi. Sementara itu Moses Johandi yang merupakan anak laki-laki dari Arif dan Sasi ditemukan potongan tubuhnya sebagai korban mutilasi. Saat kejadian ditemukan dua orang yang dicurigai melakukan perampokan dan pembunuhan tersebut Martin dan Andita yang akhirnya ditangkap dan dipenjara.</p>
<p style="text-align:left;">Tara sejak kecil mengidap sebuah kelainan. Ia membenci nama Tara Johandi yang diberikan oleh kedua orang tuanya Bara dan Tari. Ia pun tak mau memanggil kedua orang tuanya dengan sebutan ayah dan ibu. Tari meninggal saat Tara masih kecil. Ia jatuh dari tangga pada sebuah kecelakaan yang disebabkan leh Tara dan Bara yang tak tahan dengan tingkah Tara yang dianggapnya keterlaluan nakal bahkan agak aneh, akhirnya menitipkan Tara di rumah adiknya Arif Johandi.</p>
<p style="text-align:left;">Keanehan yang dimiliki Tara tak hanya itu, ia pun mengidap ketergantungan terhadap sebuah koin lima rupiah yang selalu digenggamnya bahkan meninggalkan bekas lingkaran di telapak tangan. Ia mendapatkan koin itu dari seorang anak laki-laki yang ditemuinya di taman bermain. Menurut anak laki-laki itu, kalau sedang merasakan sakit maka ia harus memegang koin itu agar hilang sakitnya.</p>
<p style="text-align:left;">Keanehan-keanehan Tara menyebabkan Arif dan Sasi membawanya ke seorang psikiater yang membuat Tara mengenal Alfons. Psikiater muda ini dengan telaten melakukan terapi pada Tara dan menganggap bahwa keanehan yang dimiliki Tara hanyalah karena ketergantungannya pada koin lima rupiah itu.</p>
<p style="text-align:left;">Alfons membawa Tara ke rumah sakit jiwa setelah ia ditemukan dalam kotak perkakas kayu. Ia merawat Tara dan akhirnya membawanya pulang. Saat dalam masa terapi itu muncullah Ello yang ternyata adalah anak laki-laki kecil yang pernah memberikan koin lima rupiah pada Tara di masa lalu.</p>
<p style="text-align:left;">Sementara polisi menduga bahwa pembunuh sadis yang sebelumnya menyerang keluarga Johandi telah mereka penjarakan, bersama dengan kemunculan Ello ditemukan pula kasus pembunuhan berantai dengan korban yang disekap dalam kotak perkakas kayu dan koin lima rupiah.</p>
<p style="text-align:left;">Lalu siapakah pembunuh keluarga Johandi yang sebenarnya? Apakah Tara ada hubungannya dengan pembunuhan berantai yang melibatkan kotak perkakas kayu?</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">***</p>
<p style="text-align:left;">Gembira rasanya ketika menemukan penulis lokal yang mengangkat tema misteri-thriller karena tak banyak yang bisa menulis dengan tema ini. Tokoh Tara yang unik dan memiliki kelainan jiwa menjadi karakter kuat dalam alur cerita.</p>
<p style="text-align:left;">Pemaparan cerita dengan alur sangat menarik sehingga kita tak sabar untuk mengetahui siapa dalang di balik pembunuhan yang terjadi.</p>
<p style="text-align:left;">Namun yang agak kurang dipahami adalah mengapa sang pembunuh memilih kotak perkakas kayu sebagai tempat akhir untuk menyimpan korban-korbannya? Tidak ada latar belakang untuk masalah ini yang dijelaskan di akhir cerita.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gerhanacoklat.wordpress.com/1300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gerhanacoklat.wordpress.com/1300/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerhanacoklat.wordpress.com&#038;blog=9820437&#038;post=1300&#038;subd=gerhanacoklat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gerhanacoklat.wordpress.com/2013/04/16/book-review-katarsis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/a1bf2515ad0cbdc1811aa6d1a7a14ae0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gerhanacoklat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerhanacoklat.files.wordpress.com/2013/04/17786536.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">17786536</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
