Perkawinan Darah – Go Go Diego
Tulisan ini adalah bagian dari #rantaicerita #PerkawinanDarah. Cerita ini ditulis oleh beberapa nama seperti @echaimutenan, @ari_dexter, @harrismaul, @juleahardy, @elafiq, @thianongnong, @aniRingo, @IndahJuli, @mataharitimoer dan @wkf2010. Cerita sebelumnya, bisa lihat tulisan bagian sebelumnya di sini.
GO GO DIEGO
Diego menatap sebuah pigura besar yang tergantung di dinding di atas sebuah meja panjang berwarna coklat. Di sepanjang meja itu terdapat banyak pigura kecil, sedang dan besar yang berisi foto-foto. Mulai dari foto seorang perempuan, dua orang, atau beramai-ramai yang tampak seperti keluarga. Namun pigura besar di dinding itu yang menjadi pusat perhatiannya.
Pigura itu berisi sebuah foto sepasang suami istri. Sang istri adalah seorang perempuan yang cantik sedang duduk di sebuah kursi dengan sang suami berdiri di sebelahnya. Tangan kanan lelaki itu merangkul bahu istrinya. Mereka terlihat sangat serasi. Yang menarik dari foto itu adalah, wajah perempuan di sana sangat mirip dengan wajah Lasmi tetangga Diego. Wajah dengan bentuk tulang pipi yang sama, rambut hitam yang serupa. Sedang wajah sang suami mirip dengan wajah Diego sendiri. Itu adalah foto ayah dan ibu Diego.
Ia menatap foto itu dengan wajah penuh kasih sayang sekaligus kemarahan.
“Aku akan membalas semuanya, Pa”, sahutnya lirih.
Tiga puluh tahun sebelumnya.
“Kau mengkhianatiku, Isabella”, seorang lelaki menatap geram pada seorang perempuan yang terlihat menangis di atas ranjang di kamarnya. Perempuan itu terduduk pilu dengan penampilan yang sangat acak-acakan. Di sekitarnya tersebar beberapa foto dirinya dengan seorang laki-laki lain.
“Jangan menipuku dengan air mata palsumu itu”, bentak sang lelaki.
“Diego….”, perempuan itu memanggil suaminya lirih.
“Diam! Dan pergi dari sini”, bentak lelaki itu semakin marah.
“Pergilah dengan laki-laki itu. Aku jijik melihatmu. Aku jijik melihat kalian!” Bentak Diego sembari membanting pintu kamar.
Dari kamar sebelah, terdengar suara seorang bayi menangis. Isabella bergegas keluar dari kamar, setengah berlari menuju kamar bayinya. Namun di depan pintu, ia terhalang sosok suaminya.
“Diego, please, aku ingin bertemu anakku”, Isabella memohon sembari memegang lengan suaminya.
“Jangan sentuh apapun lagi, dia bukan anakmu lagi!” Tepis suaminya.
“Diegoooo…. ini mama, sayang..”. suara tangis sang bayu semakin keras diiringi suara tangisan Isabella yang semakin menjadi. Ia tersedu-sedu menatap ke dalam kamar, anaknya Diego kecil tengah digendong oleh pengasuhnya yang juga menangis menatap ke arahnya.
“Dengar, Isabella. Namanya adalah Diego juga, persis seperti namaku. Jadi, kau telah paham benar bahwa dia anakku. Segeralah kemasi barang-barangmu sebelum aku seret kau dari rumah ini tanpa membawa apapun”, sahut lelaki itu meradang.
“Aku masih berbaik hati untuk membiarkanmu membawa seluruh barang yang kau miliki atas pemberianku, termasuk perhiasan-perhiasanmu. Tapi jika kau bertingkah menginginkan Diego bersamamu, kau akan jadi gelandangan saat ini juga. CEPAT PERGI!!” Diego berteriak marah.
Isabella terisak menuju kembali ke kamarnya.
Diego junior yang saat ini telah dewasa dan berusia tiga puluh satu tahun, sedang bersiap dengan tas dan sepatu olahraganya. Pagi ini ia ingin memulai hari dengan jogging kecil berharap bertemu sang tetangga, Lasmi. Ia ingin memulai pendekatan pribadinya pada perempuan itu. Lasmi senang berolahraga pagi setiap akhir pekan, dan Diego telah mempelajari kebiasaan itu belakangan. Sebelum ia berangkat latihan sepakbola dengan klubnya siang ini, mungkin ada kesempatan baginya untuk melaksanakan tujuannya. Let see.
Cerita selanjutnya akan ditulis oleh @elafiq
baidewei koq macam sinetron ya ceritaku ini


go, go, diego? mirip acara kartun anak2 ya kak~
haha memang teringat itu pas mbikinnya dek
*siap-siap mengarang cerita*
)
makin seruuuuu
hhmm perkawinan darah ini maksud nya perkawinan sedarah nya kah ka’?
bisa juga perkawinan yg menimbulkan pertumpahan darah gitu kira2 mungkin bisa juga sedarah nanti kita liat aja hasilnya gimana
Wihhhh dramatisnyaaa…..seru euy
sekarang ada yg lagi pening bikin cerita selanjutnya dan pening karena blognya gak bisa dibuka wwkwkwkwkwkwk #nomention deh
kajol, ada sesuatu nih buat kamu,,:D mampir kesini yah…
http://genksukasuka.wordpress.com/2011/12/12/gerhana-coklat-award/
makasih ya dek hadiahnya
sesuatuuuuuu bangeeeed
diego???kaya nama pemain bola…
emang pemain bola kan tuh dia mau latihan
salam kenal, wah asyik ada cerbungberantai
salam kenal juga
Mulai jelas ceritanya di sini, semoga nggak berantakan lagi
Seruuu!
menarik ceritanya,…salam kenal ya..:)
latar ceritana zaman dulu kayakna yah.
Asik nih ceritanya sambung menyambung, hehehe… Salam kenal buat yang punya blog
postnya menarik
Waw… Seru jg nih ceritanya… Salam kenal yah
Weeewww… Jadi tokoh diego manusia jadinya ya
nice story..ayo dilanjut…
Kejam kali….
Diusir pula dia ya…
Kasihan Diego…
Lalu kalau Diego udah besar, jadi pemain bola kah dia Jul?
Ini maksudnya Diego yang pemain timnas itu ya? Bukan kayak sinetron, tapi lebih kayak telenovela (apa bedanya ya?)
i like it
Untuk saat ini Qminder masih dalam tahap beta dan sudah melakukan kerjasama dengan beberapa lokasi yang akan memakai jasa dari Qminder seperti rumah sakit, bank dan lain lain.
wah, nyambung nya ke sobat sobat ya? kereeennnnn
seenggaknya bisa ngingetin kitalah gimana ramenya masa masa putih abu kalau kita dah jadi mahasiwa nanti.
Klo dibikin sinetron pasti banyak sponsornya nih
here we go!
http://id.berita.yahoo.com/mui-tangsel-tolak-pembagian-12-500-kontrasepsi-043621649.html