gen pengumpul sepatu (part 2)

akhirnya aku harus melepaskan kepergian sepatuku yang tercinta, namanya betty (singkatan dari b. barclay) warnanya coklat terbuat dari kulit ular.

ia warisan alm ibuku, aku sering gitu dapet lungsuran sepatu dari ibuku karena kalo dia gak suka dengan model sepatu yang dibelikan kakak2ku maka sepatu itu akan langsung menjadi hak milikku.
aku udah pake sepatu ini sejak tahun 2005, coba bayangkan betapa capeknya dia.

gen pengumpul sepatu tak ada di dalam pelajaran biologi manapun di dunia ini. gen itu terwariskan serta merta oleh ibuku kepada anak-anaknya yang begitu gila dengan sepatu :D .
but the most favourite shoes that i ever had is still my brown suede boot
Salamander

kalo kalian punya gen pengumpul apa? :D

Batavia

posted here before.

kebusukan kota jakarta menyengat pucuk hidungku yang lelah.
selatannya yang hirukpikuk dengan gelimang semesta harta, pesta-pesta beragam kaum tak terbaca, rumah menjulang ke angkasa, dompet tebal dan wanita.

ke arah barat kau akan menemu sepucuk kehidupan normal berlatar manusia biasa. timur, utara, pusat, tak bisa kubaca dengan jelas wajah kota tua berkedok ibukota bersih jiwa dan raga.

pesonamu memacu gairah jiwa polos mereka yang tenteram dari desa, bertarung dengan waktu dan peluhnya mencari kenyamanan semu dalam derap nafsu tak bertepi.

pagi, siang, sore, malam, dinihari, tak henti menghentak denyut nadimu memacu, mengerucutkan jantung, memompa gejolak nista meski seujung kuku.

batavia, tak hendak ingin kucinta dirimu.

gak tau mau dikasi judul apa

sebenarnya bingung mau posting apa karena aku masih ada utang postingan sama idana kalah taruhan (lagi). dikasi pilihan mau posting tentang ciuman pertama, pacar pertama, suami pertama atau yang lain?

ntar aja deh ya dek *merayu*

sekarang lagi mengagumi usb baruku yang bentuknya berupa botol susu Nuk.
*pamer*

usb nuk dilengkapi dengan breastpump dan ekstra “dada” :D