Aku Tak Bisa Menulis

aku tak bisa menulis

jadi cukup gambar-gambar saja

serpihan lara

sayatan luka

melebam di sekujur sayapku

tak mampu terbang pula

sebab retakannya begitu sulit merekat

 

aku tak mampu menulis cinta

jadi cukup gambar-gambar saja

hatiku mengkerut marah

pada sesiapa yang menulikan lembaran telinga

berdesakan memberat perihnya

 

lalu aku tak bisa menulis

Memories are inside My Heart

Nggak kok aku nggak bahas lagu yang mengingatkan aku sama kamu. Dan juga nggak khusus membahas lagu. Tapi sesuatu yang tiba-tiba aja mengingatkan aku pada sesuatu yang lainnya (mulai deh bahasa susah). Ini cuma gara-gara pas meeting tadi aku mencari foto produk dan tiba-tiba terbukalah satu folder berjudul ‘My Blackberry’ yang isinya adalah foto-foto yang aku pindahkan dari memory card blackberry yang lama. Dan begitu selesai meeting dan sampai di rumah jadi bukain satu-satu foto yang penuh dengan cerita itu. Misalnya ini.

IMG00079-20110224-1302

Agak iklan dikit sih karena ada kopi sachetan. Tapi bunga kembang sepatunya itu dikasi seseorang di kantorku yang lama dulu dan orangnya juga udah ga sekantor lagi. Senang aja dikasi bunga walaupun satu begitu sempat dipake di telinga kiri sepanjang hari sampai siang.

IMG00994-20111208-0943

Kalau lihat foto ini pasti ingat pas menyusuri jogging track di hutan kalimantan di daerah Sabah. Dan di situ memang ketauan banget siapa aja yang biasa olahraga jadi aku ngos-ngosan deh padahal cuma jalan 3 kilo tapiiii track-nya itu lhooo naeknya naek beneran dan turunnya juga gitu. Seru dan kepingin ke sana lagi.

IMG00092-20110226-1206

Pertama kali makan di burjo di Jogjakarta bareng Ais, lalu norak karena harga nasi sarden plus cindi (capuccino dingin) ini harganya cuman 6 ribu. ENAM RIBUUUU. Sedap bukan?

Trus ada foto-foto aku yang kadang-kadang diminta sama Aa buat foto dadakan dan langsung dikirim ke dia atas permintaannya misalnya kaya gini

IMG01045-20111227-1619

Yang menyenangkan dari dirinya adalah kaya gimana pun penampilanku pasti dia bilang aku cantik padahal lagi berantakan kaya gitu dimana coba cantiknya? mungkin Aa perlu kacamata ya -_____-.

Dan banyak banget foto-foto almarhum ayah ibuku, foto keluarga, foto berdua enrico dan enrico dengan berbagai gaya. Semuanya lucu-lucu dan membuat hari ini jadi menyenangkan.

IMG01939-20121217-1400

Kalau yang ini kamu ingat nggak?

Buat yang Suka Berbagi dan Tampil Cantik

Kayanya belum ada dua minggu yang lalu aku posting tentang berbahagianya menjadi seorang blogger yang sering dapat keistimewaan, dan dua minggu lalu itu aku baru saja diundang untuk make over salah satu produk kosmetik tapi kosmetiknya impor. Nah kemarin lagi-lagi aku dengan segala keberuntungan dari Tuhan mendapat undangan dari Liputan 6 Life Style untuk dimake-over (lagi) buat #Lip6MakeOver tapi kali ini dengan kosmetik lokal yang sudah mendunia. Namanya MAZAYA.

Pernah dengar nggak? Iya aku pun baru dengar kali ini lho. Karena penasaran dengan kosmetik ini, di sela menunggu waktu didandanin dan pas banget sang make-up artist sedang istirahat makan, aku menyempatkan diri untuk nanya-nanya. Biasa deh namanya juga blogger kan sukanya mencari informasi untuk bahan postingan (sok rajin gitu).

Ternyata menurut mas Irfan Bentang (sang make up artist) Mazaya ini sudah dipasarkan selama 1 tahun di dunia lho. Dan memang dengan sengaja ingin merambah keluar Indonesia dulu. Jadi di Perancis, Thailand, India Mazaya sudah lebih dulu dikenal sementara untuk Indonesia masih tergolong produk baru di pasaran. Apa sih yang membuat produk ini berbeda? Setiap brand pastinya akan berusaha memiliki unique selling item untuk bisa menjadi pilihan di antara begitu banyaknya produk kosmetik yang beredar di Indonesia.

Mazaya memiliki satu komposisi yang sangat penting yaitu Astaxhantin (bacanya Astaksantin). Astaxhantin ini adalah sejenis karotenoid yang memiliki kemampuan anti oksidan sangat tinggi. Tentu orang awam pun sudah cukup paham bahwa anti oksidan dibutuhkan untuk kesehatan kulit dalam mencegah penuaan sel-sel.  Selain itu keunikan dari zat ini adalah mampu meningkatkan kelembaban kulit.

Tapi ada lagi sih keunikan dari Mazaya, selain dikhususkan sebagai kosmetik yang Halal, Mazaya juga akan membuat sang penggunanya secara langsung telah ikut menyumbang untuk mereka yang tidak mampu dan mereka yang terkena bencana. Karena setiap belanja produk Mazaya sudah langsung menyumbang sebesar Rp. 2000. Selain itu bisa jadi reseller juga buat yang senang berbisnis. Komplit deh.

Nah sekarang kita cerita nih proses make-over aku. Memang udah beberapa kali dimake-over dan sering juga didandani untuk acara-acara khusus tapi nggak nyangka deh kreasi mas Ilham Bentang ini lebih istimewa buatku juga buat beberapa orang yang kenal dengan aku karena hasilnya jadi bedaaa banget. Aku lupa sih motret sebelum dimake-overnya cuma dipotret yang sesudahnya.

Sebelum - yang ini aja deh soalnya ini asli ga pake bedak dan pelembab dll

Sebelum – yang ini aja deh soalnya ini asli ga pake bedak dan pelembab dll

 

Proses make-over - Make up artistnya mas Ilham Bentang yang kece

Proses make-over – Make up artistnya mas Ilham Bentang yang kece

Sesudah - Andien KW Super ^^

Sesudah – Andien KW Super ^^

 

Dapat hadiah donk

Dapat hadiah donk

 

MAZAYA Products

MAZAYA Products

 

Sebelum buka websitenya aku sempat memperkirakan bahwa produk ini rupiahnya mahal ternyata nggak lho harganya sangat terjangkau, coba aja deh buka websitenya di http://www.mazaya.co.id.

Terima kasih buat mas Ilham Bentang, Mazaya, Mbak Eliz, mbak Mala dan Liputan 6 Dot Com ^^.

Prabowow vs Jokowow

Buat yang menyangka ini adalah postingan review tentang dua capres yang lagi ngeheits lebih baik segera mengurungkan anggapan itu. Sebab postingan ini nggak akan membahas visi misi kedua capres ataupun membela salah satu kandidatnya.

****

Adinda gelisah di atas ranjang berseprei merah muda yang baru digantinya dua minggu lalu. Pasalnya sejak ia mengganti seprai kembang-kembang ini, bang Rian belum sekalipun menyapanya di sini. Iya sih kalau menyapa di meja makan untuk menanyakan gelas kopinya atau saat hendak berangkat kerja sekadar basa-basi berpamitan. Tapi Dinda juga butuh sapaan khas suami di ranjangnya yang mulai sepi.

Sempat galau karena putus asa menanti bang Rian tiba di sana, Dinda curhat dengan Eka teman main saat SMA. Biasa kan sesama istri dari para suami tampan sering saling berbagi informasi dalam rangka stabilitas dan ketahanan rumah tangga. Dinda pun curhat tentang ranjangnya yang sepi tapi berakhir bete ketika Eka menjawab asal “Lo setelin dangdut aja ranjang lo, gue jamin rame!” Percakapan itu pun berakhir dengan Dinda yang membisu seribu bahasa.

Hari kelima bang Rian unjuk rasa padanya, Dinda sempat menuang parfum favoritnya lebih banyak dari biasa namun tanggapan bang Rian tetap biasa. Dengan wajah flat menyuguhkan punggung di hadapannya. Siapa tak gelisah dengan sikap semacam itu?

Saat menghitung garis-garis retakan di dinding kamarnya, Dinda mendengar langkah kaki mendekati pintu diikuti sosok yang sejak tadi memenuhi pikirannya. Bang Rian masuk.

Dinda menggeser tubuhnya memberi ruang pada lelaki itu. Bang Rian mendekat, menempatkan diri di sisi sebelah kanan tubuh Dinda. Ia merasakan degup jantungnya lebih kuat menghentak.

Dinda berharap malam ini semua permusuhan akan segera mereka sudahi. Di sini.

Handphonenya berbunyi. Ringtone yang menjadi sebab pertengkaran itu.

“Prabowow presidenkuuu…..”

Tangan Bang Rian yang tengah merangkulnya kemudian terlepas.

“Jadi kamu masih tetap pilih nomor 1?”

Dinda bertekad untuk tak lupa mengganti ringtone handphonenya seiring tubuh bang Rian yang beranjak dari ranjang.

Satu dan Dua kapan berakhirnya??